KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin menegaskan peran penting Balai Yasa Manggarai sebagai pusat kompetensi perawatan sarana perkeretaapian nasional.
“Balai Yasa Manggarai memiliki peran strategis dalam mendukung operasional kereta api nasional,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Kompas.com.
Bobby mengatakan itu saat berkunjung ke Balai Yasa Manggarai di Jakarta, Kamis (29/8/2025).
Dia menyampaikan, Balai Yasa Manggarai terus berkembang menjadi lokomotif inovasi yang mendukung transformasi layanan KAI menuju standar kelas dunia.
“Dengan kompetensi yang terus berkembang, saya melihat Balai Yasa mampu mandiri, berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan KAI di bidang sarana,” jelas Bobby.
Baca juga: Kunjungi Stasiun Bekasi, Dirut KAI: Suara Pelanggan Jadi Dasar Peningkatan Layanan KAI
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menambahkan, pencapaian Balai Yasa Manggarai mencerminkan kompetensi internal KAI yang semakin berkembang.
“Inovasi dan kinerja yang dihasilkan Balai Yasa Manggarai menunjukkan kualitas sumber daya KAI yang unggul,” katanya.
Anne menyebutkan, setiap pencapaian Balai Yasa Manggarai memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan pelanggan.
“Capaian ini sekaligus memperkuat posisi KAI sebagai penyedia transportasi publik yang modern, aman, dan andal,” ujarnya.
Komitmen terhadap kualitas juga diperkuat dengan penerapan berbagai standar kerja. Balai Yasa Manggarai telah mengantongi sertifikasi ISO 37000:2018 Anti Penyuapan, ISO 9001:2018 Sistem Manajemen Mutu, serta ISO 45001:2018 Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Baca juga: Imbas Demo 29 Agustus, KAI Hentikan Sementara 17 KA di Stasiun Jatinegara
Sertifikasi tersebut mencerminkan profesionalisme dalam tata kelola, mutu layanan, serta terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan aman.
Anne mengatakan, dengan capaian kinerja, inovasi, dan standar yang terus dijaga, Balai Yasa Manggarai semakin kokoh sebagai pilar strategis yang menopang transformasi KAI.
Ke depan, kata dia, seluruh Balai Yasa akan diarahkan menjadi pusat perawatan sekaligus inovasi sarana yang tidak hanya memberi nilai tambah bagi perusahaan, tetapi juga manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami optimistis, keberhasilan Balai Yasa Manggarai akan semakin memperkuat layanan KAI yang andal, modern, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan,” tutur Anne.
Sepanjang semester I-2025, Balai Yasa Manggarai mencatatkan kinerja mengesankan. Sebanyak 267 unit kereta berhasil menjalani perawatan dua tahunan dan empat tahunan sesuai program.
Baca juga: Daftar 22 Stasiun KAI yang Menyediakan Face Recognition, Boarding Cepat Tak Perlu Cetak Tiket
Pada perawatan Genset MO/GO, realisasi bahkan melampaui target dengan 25 unit dari rencana 24 unit atau setara 104 persen pencapaian.
Hasil itu mencerminkan ketepatan, ketelitian, dan konsistensi Balai Yasa Manggarai dalam menjaga kesiapan sarana untuk pelayanan penumpang.
Balai Yasa Manggarai juga berperan penting dalam program investasi Kereta Ekonomi New Generation Modifikasi.
Dari target 52 unit, hingga Agustus 2025, sebanyak 48 unit telah berhasil diselesaikan atau setara 92,3 persen.
Sisa pengembangan ditargetkan rampung pada September 2025 sehingga dapat segera mendukung peningkatan kenyamanan perjalanan bagi pelanggan.
Baca juga: KAI Catat Kinerja Positif pada Semester I-2025, Layani 286 Juta Pelanggan
Pada 2023, Balai Yasa Manggarai mencatat capaian dengan memodifikasi 12 kereta New Generation, empat kereta kompartemen, serta tiga kereta makan.
Setahun berikutnya, pada 2024, jumlahnya meningkat signifikan dengan 60 kereta New Generation, satu kereta kompartemen, dan dua kereta makan.
Inovasi berlanjut pada 2025 dengan target penyelesaian 52 kereta New Generation dan empat kereta kompartemen yang kini tengah dalam proses pengerjaan.