KOMPAS.com – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa suara pelanggan menjadi landasan utama dalam meningkatkan kualitas layanan KAI.
Hal tersebut disampaikan Bobby saat melakukan kunjungan langsung ke Stasiun Bekasi, Kamis (28/8/2025). Dalam kunjungan itu, Bobby meninjau operasional dan fasilitas stasiun, sekaligus menyapa pelanggan untuk mendengar langsung masukan serta aspirasi mereka.
“Stasiun Bekasi adalah salah satu contoh bagaimana integrasi layanan kereta api mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Bobby dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (29/8/2025).
Ia mengungkapkan, pertumbuhan pelanggan dari tahun ke tahun menjadi motivasi KAI untuk memastikan setiap aspek layanan, mulai dari operasional hingga fasilitas publik, benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Bobby menambahkan, keberhasilan KAI menjaga kualitas pelayanan tidak terlepas dari nilai yang dipegang seluruh Insan KAI, yaitu integritas, teamwork, akuntabilitas, dan responsibility.
“Nilai-nilai ini bukan sekadar slogan, tetapi harus dihidupkan dalam keseharian pekerjaan. Dengan begitu pelayanan dapat terus meningkat dan kepercayaan masyarakat kepada KAI semakin kuat,” kata Bobby.
Baca juga: Prabowo: Semua Keluhan Masyarakat Akan Kami Catat
Stasiun Bekasi kini menjadi salah satu pintu utama perjalanan kereta jarak jauh di timur Jabodetabek.
Data mencatat jumlah penumpang naik dari 854.811 orang pada 2023 menjadi 1.155.817 orang pada 2024, atau meningkat 35,2 persen. Pada semester I-2025, jumlah pelanggan sudah mencapai 650.629 orang.
Untuk penumpang turun, jumlahnya juga meningkat dari 922.127 orang pada 2023 menjadi 1.130.278 orang pada 2024, atau naik 22,6 persen. Pada semester I-2025, tercatat 632.961 orang turun di stasiun tersebut.
Pertumbuhan juga terlihat pada layanan Commuter Line. Pada 2023, volume pelanggan di Stasiun Bekasi tercatat 9.426.792 orang, meningkat menjadi 10.847.952 orang pada 2024, tumbuh 15,1 persen. Hingga 26 Agustus 2025, jumlahnya sudah mencapai 7.299.901 orang.
Sementara itu, pengguna Commuter Line lintas Cikarang yang melintas di Stasiun Bekasi mencapai 71.636.443 orang pada 2023, naik menjadi 84.426.385 orang pada 2024, atau tumbuh 17,9 persen. Pada Januari–Juli 2025, jumlahnya sudah menyentuh 48.380.869 orang.
Lonjakan ini menggambarkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan integrasi KA JJ dan Commuter Line di Bekasi.
Baca juga: Jalur KRL Tanah Abang–Palmerah Aman, Operasional Commuter Line Kembali Normal
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyebut kehadiran Stasiun Bekasi memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Banyak pelanggan kereta jarak jauh kini tidak perlu lagi menuju Stasiun Gambir atau Pasar Senen. Cukup berangkat dari Bekasi. Hal ini sangat membantu masyarakat urban yang tinggal di jalur Commuter Line Jabodetabek maupun mereka yang ingin melanjutkan perjalanan ke Manggarai atau Bandara Soekarno-Hatta melalui integrasi transportasi,” jelasnya.
Menurut Anne, KAI terus meningkatkan fasilitas publik agar inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Saat ini, Stasiun Bekasi sudah dilengkapi musala, toilet terawat, eskalator, lift, akses ramah disabilitas, hingga ruang khusus bagi ibu menyusui.
“Kami ingin pelanggan merasa nyaman sejak memasuki stasiun hingga perjalanan selesai. Inilah bagian dari tekad KAI menghadirkan layanan transportasi publik yang berkualitas,” tambahnya.
Sebagai informasi, kunjungan Dirut KAI ke Stasiun Bekasi juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus apresiasi bagi para pekerja yang setiap hari menjaga kelancaran operasional dan perawatan sarana-prasarana.
Baca juga: Semen Indonesia Bangun Sarana dan Prasarana Air Bersih di Tuban Jawa Timur
“Dedikasi Insan KAI di lapangan adalah kunci keandalan layanan. Pelayanan prima hanya bisa diwujudkan jika pekerja memiliki semangat melayani. Dukungan penuh dari manajemen tentu akan semakin memotivasi kami untuk menjaga standar kelas dunia,” tutur Anne.