KAI Raih 8 Penghargaan Internasional di Ajang Contact Center World 2025

Kompas.com - 27/07/2025, 15:36 WIB
Hotria Mariana,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. KAI berhasil menyabet delapan penghargaan dalam ajang Contact Center World Asia Pacific Awards 2025 yang diselenggarakan di Bali, Senin (21/7/2025) hingga Sabtu (26/7/2025).

Dalam ajang yang diikuti 18 perusahaan dari tujuh negara itu, KAI memperoleh lima medali emas dan tiga medali perak di berbagai kategori layanan pelanggan. Penghargaan tersebut merupakan bagian dari Global Top Ranking Performers Awards (GTRP APAC) yang digagas ContactCenterWorld.com.

Berikut adalah rincian medali yang diraih KAI dalam GTRP APAC.

  • Best Direct Response – Hanefi (Gold)
  • Best Customer Loyalty – Romandani Adyan (Gold)
  • Best Public Services Center – Asbah Muniroh (Gold)
  • Best Customer Service Team – Sabarian Nugraha & Roudlotul Fithriyah (Gold)
  • Best Customer Experience Branch – Yosep Ali Akbar (Gold)
  • Best Employee Engagement – Feby Pratama (Silver)
  • Best Use of Social Media – Sabarian Nugraha (Silver)
  • Best Contact Center – Hanefi (Silver)

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan, penghargaan tersebut menjadi bentuk validasi atas transformasi berkelanjutan yang dilakukan pihaknya, khususnya dalam aspek mendengarkan dan merespons pelanggan.

Baca juga: Melaju dengan Integritas, KAI Bangun Tata Kelola Bersih

Anne melanjutkan, layanan pelanggan KAI tidak hanya menjawab pertanyaan, tapi juga menjadi sumber arah dalam menyempurnakan pelayanan.

Contact center KAI121 telah melayani lebih dari 12,3 juta interaksi pelanggan selama lima tahun terakhir, yaitu periode 2020 hingga 2024. Interaksi tersebut dilakukan melalui beragam kanal, mulai dari telepon, email, media sosial, hingga aplikasi Access by KAI.

Pada semester I 2025, tercatat sudah ada 1.580.684 interaksi. Media sosial menjadi kanal dominan yang menunjukkan peningkatan preferensi pelanggan terhadap layanan berbasis digital.

Transformasi tersebut juga terlihat dari penggunaan aplikasi Access by KAI yang kini menyumbang 72 persen dari total penjualan tiket. Angka ini setara dengan 12,6 juta transaksi hanya dalam enam bulan pertama pada 2025.

Baca juga: Transformasi Berbuah Hasil, KAI Catat Laba Rp 2,2 Triliun dan Aset Tembus Rp 97,1 Triliun

Selain kanal digital, KAI juga secara konsisten menindaklanjuti masukan pelanggan untuk perbaikan nyata di lapangan. Perubahan tersebut mencakup penyempurnaan sistem pemesanan, jadwal real-time, modernisasi kereta ekonomi dengan sarana stainless steel new generation, serta pengembangan ruang tunggu dan toilet stasiun.

KAI juga melakukan optimalisasi layanan lost and found dan implementasi teknologi face recognition di boarding gate.

Selain meningkatkan kenyamanan dan efisiensi, KAI turut memperhatikan aspek keberlanjutan. Salah satunya, dengan menghadirkan water station di sejumlah stasiun untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Perbaikan-perbaikan yang dilakukan KAI datang dari apa yang disampaikan langsung oleh pelanggan. Capaian ini menjadi bukti bagaimana suara pelanggan mampu membentuk arah transformasi KAI menjadi penyedia layanan transportasi publik yang semakin modern, responsif, dan berkelas dunia,” tutur Anne dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (27/7/2025).

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com