KAI Punya Layanan Kirim Hewan saat Mudik, Jadi "Si Oyen" bisa Ikut Pulang Kampung

Kompas.com - 30/03/2025, 13:44 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Enggak rela ninggalin si oyen saat mudik Lebaran?

Tenang, kamu tetap bisa mudik naik kereta api dengan nyaman, sementara kucing kesayanganmu dikirim menyusul ke kampung halaman lewat layanan Kalog Express dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Layanan ini menjadi solusi bagi penumpang yang ingin tetap dekat dengan hewan peliharaan tanpa harus melanggarnya aturan, karena membawa hewan ke dalam kereta penumpang tidak diperbolehkan.

Selain memastikan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi para penumpang, KAI juga menghadirkan solusi bagi pemudik yang memiliki hewan peliharaan dan tidak ingin meninggalkannya selama mudik.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, kebijakan perjalanan dengan kereta api tidak mengizinkan penumpang membawa hewan peliharaan ke dalam kereta penumpang.

Baca juga: Barang Ketinggalan di Kereta atau Stasiun, KAI Daop 9 Jember Sediakan Layanan Lost And Found

Sebagai solusi, KAI Logistik melalui layanan Kalog Express menyediakan layanan pengiriman hewan yang aman dan tepercaya.

“KAI Logistik melalui layanan Kalog Ekspress menyediakan layanan pengiriman hewan yang aman dan tepercaya, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir meninggalkan hewan kesayangannya saat mudik,” ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (30/3/2025).

Anne menambahkan, banyak masyarakat yang selama ini memilih menitipkan hewan peliharaan di pet hotel atau tempat penitipan hewan dengan tarif yang tidak murah, bisa mencapai ratusan ribu rupiah per hari. 

Untuk itu, layanan Kalog Express menawarkan alternatif yang lebih efisien dan terjangkau.

Kalog Express menerapkan prosedur pengiriman yang ketat untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan hewan selama perjalanan. 

Baca juga: KAI Group Layani 10,6 Juta Penumpang Selama Mudik Angleb 2025

Hewan akan ditempatkan di gerbong khusus dan diawasi secara berkala oleh petugas.

“Kami memastikan hewan dalam kondisi baik selama perjalanan, dengan pemeriksaan rutin oleh petugas di gerbong khusus,” tambah Anne.

Pelanggan yang menggunakan layanan ini wajib memenuhi persyaratan tertentu, seperti menggunakan pet cargo sesuai ukuran hewan, menyediakan makanan dan minuman cukup selama perjalanan, serta memastikan hewan dalam kondisi sehat. 

Untuk keamanan hewan selama proses pengiriman, penggunaan cable ties pada pet cargo juga disarankan.

Layanan pengiriman hewan peliharaan ini tersedia dengan tarif mulai dari Rp 100.000 untuk berat 10 kg pertama dengan biaya tambahan per kg sesuai kota tujuan. 

Baca juga: Mudik Lebaran 2025: KAI Siapkan 4,59 Juta Kursi, Ini KA Ekonomi Paling Diminati

Selama masa Angkutan Lebaran 2025, Kalog Express juga memberikan promo diskon hingga 40 persen bagi pelanggan.

“Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025, KAI Logistik menghadirkan promo diskon hingga 40 persen untuk layanan pengiriman hewan,” ungkap Anne.

Promo tersebut berlaku di 67 titik layanan di berbagai kota, dengan cakupan pengiriman lintas selatan seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, Jombang, Kebumen, Klaten, Kroya, Kutoarjo, Madiun, hingga Surabaya. Estimasi waktu pengiriman kurang dari 24 jam.

“KAI berkomitmen memberikan layanan terbaik tidak hanya bagi penumpang, tetapi juga dalam menyediakan solusi logistik yang inovatif dan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Anne.

Layani 1,6 juta penumpang 

KAI mencatat tingginya animo masyarakat terhadap layanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2025. 

Baca juga: Penjualan Tiket KAI Tembus Hampir 3,2 Juta, Ini Daftar Stasiun Paling Ramai

Sejak dimulai periode tersebut pada 21 Maret hingga 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB, KAI telah melayani sebanyak 1.659.954 penumpang di seluruh wilayah operasional, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera.

Anne menjelaskan,  demi memastikan kelancaran arus mudik, KAI menyediakan total kapasitas 4.591.510 tempat duduk. 

Jumlah tersebut terdiri dari 3.443.832 tempat duduk untuk Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan 1.147.678 tempat duduk untuk Kereta Api Lokal.

“Hingga 30 Maret 2025 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket menunjukkan tren positif dengan total 3.407.630 tiket telah terjual, atau sekitar 74,22 persen dari total kapasitas yang disediakan,” ujar.

Anne melanjutkan, dari jumlah tersebut, tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual mencapai 3.041.548 dengan tingkat okupansi 88,32 persen. Sementara, tiket KA Lokal terjual sebanyak 366.082 tiket atau 31,90 persen dari kapasitas yang tersedia. 

Baca juga: Ada Perbaikan Jalur Lintas Ciamis-Manonjaya, KAI Siapkan 2 Skenario Perjalanan Kereta

KAI pun mencatat sejumlah stasiun utama dengan volume keberangkatan tertinggi, antara lain Stasiun Pasarsenen, Gambir, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, Semarang Tawang Bank Jateng, Surabaya Pasar Turi, Semarang Poncol, Bekasi, Bandung, dan Purwokerto.

“Stasiun-stasiun tersebut menjadi titik keberangkatan favorit masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran menggunakan kereta api,” kata Anne.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com