KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus berinovasi dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih aman dan nyaman bagi perempuan dan anak.
Salah satu inovasi terbaru yang diterapkan KAI adalah fitur pemilihan kursi di aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan penumpang perempuan memilih tempat duduk yang bersebelahan dengan sesama perempuan.
Langkah tersebut mendapatkan apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.
Ia menilai, kebijakan KAI merupakan langkah signifikan dalam melindungi kelompok rentan di lingkungan transportasi publik.
Arifatul juga menyebutkan, kebijakan tersebut menjadi langkah konkret dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan perempuan serta anak saat bepergian dengan kereta api.
Baca juga: 50 Warga Jakarta Mudik Gratis Bareng Kompas.com Naik Kereta Api
“Kami mengapresiasi kebijakan KAI yang memberikan pilihan bagi perempuan untuk duduk berdampingan dengan sesama perempuan,” ujarnya dalam surat resminya kepada Direktur Utama (Dirut) KAI Didiek Hartantyo, Rabu (25/3/2025).
Langkah tersebut, kata Arifatul, merupakan upaya mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan atau pelecehan di transportasi publik.
Menanggapi apresiasi tersebut, Dirut KAI Didiek Hartantyo menegaskan, KAI akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian PPPA serta berbagai pihak terkait untuk meningkatkan layanan yang ramah perempuan dan anak.
"KAI berkomitmen untuk terus menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua pelanggan, terutama perempuan dan anak,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (26/3/2025).
Didiek menjelaskan, fitur pemilihan kursi di aplikasi Access by KAI merupakan inovasi berkelanjutan yang kami hadirkan untuk meningkatkan perlindungan bagi penumpang perempuan.
Baca juga: Raup Rp 40 Juta dari Live Streaming Masturbasi, Perempuan di Blitar Diringkus Polisi
Selain fitur pemilihan kursi, KAI juga meningkatkan keamanan di stasiun melalui penerapan sistem CCTV analytic.
Sistem tersebut mampu merekam wajah pengguna yang masuk ke stasiun dan mengidentifikasi pelaku tindak kriminal berdasarkan laporan korban atau data dari media sosial.
Teknologi itu telah diterapkan di stasiun Commuter Line di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).
Selain fitur digital dan sistem keamanan canggih, KAI juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk perempuan dan anak, antara lain gerbong khusus perempuan pada layanan Commuter Line dan LRT Jabodebek.
Kemudian, ada pin khusus untuk ibu hamil. Pin ini memudahkan mereka mendapatkan prioritas tempat duduk dan ruang laktasi di beberapa stasiun bagi ibu menyusui.
Baca juga: Ibu Menyusui Puasa Bisa Mengurangi Produksi ASI, Mitos atau Fakta?
KAI juga menyediakan jalur prioritas bagi penumpang berkebutuhan khusus, termasuk ibu hamil, serta ruang bermain anak di beberapa stasiun untuk meningkatkan kenyamanan keluarga selama perjalanan.
"Kami berharap kebijakan ini terus memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak di transportasi publik serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih aman dan inklusif," tuturnya.
Untuk diketahui, total penjualan tiket KAI apda angkutan Lebaran 2025 hingga 26 Maret pukul 06.00 WIB mencapai 2.982.747 atau 65 persen dari total kapasitas.
Dari jumlah itu, 2.740.805 tiket merupakan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dengan tingkat okupansi 80 persen, sedangkan KA Lokal mencatat penjualan 241.942 tiket atau 21 persen dari kapasitas yang tersedia.
“Menariknya, data menunjukkan, penumpang perempuan mendominasi perjalanan kereta jarak jauh dengan persentase 53 persen, sedangkan penumpang laki-laki tercatat 47 persen,” jelas Didiek.