KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melakukan berbagai upaya efisiensi penggunaan air sebagai komitmen dalam mendukung pelestarian sumber daya air.
Bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang mengusung tema Glaciers Preservation atau Pelestarian Gletser, KAI terus berinovasi dalam pengelolaan air secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk nyata upaya efisiensi air, Vice President (VP) Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, KAI mengadopsi teknologi ramah lingkungan dengan mengimplementasikan sistem automatic train wash plant (ATWP) di Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta Bogor Depok dan Bekasi (Jabodebek).
Sistem tersebut memungkinkan pencucian kereta secara otomatis dengan efisiensi tinggi dan penggunaan air yang lebih sedikit.
“ATWP dilengkapi dengan water treatment system yang mengolah air bekas pencucian agar dapat digunakan kembali,” ujar Anne dalam siaran persnya, Jumat (21/3/2025).
Baca juga: Jangan Langsung Dibuang, Ini Manfaat Air Bekas Rebusan Mi Instan
Dengan teknologi itu, lanjut dia, air yang sebelumnya digunakan untuk membersihkan kereta akan disaring untuk memisahkan kotoran, seperti tanah, pasir, oli, dan gemuk.
Proses tersebut memungkinkan pengurangan konsumsi air baru secara signifikan dan mendukung prinsip daur ulang air secara berkelanjutan.
Selain itu, air yang digunakan untuk pembilasan akhir pada sistem ATWP adalah demineralizing water, yaitu air murni yang bebas dari mineral dan bahan kimia.
Hal itu tidak hanya menjaga kualitas kebersihan kereta, tetapi juga memastikan dampak lingkungan yang minimal.
Dengan berbagai upaya efisiensi air yang dilakukan, KAI terus berkomitmen untuk mendukung pelestarian sumber daya air.
Melalui penerapan teknologi canggih seperti ATWP dan target pengelolaan air yang progresif, KAI berupaya menjadi pelopor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di sektor transportasi massal.
"KAI berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung upaya pelestarian sumber daya air. Melalui program efisiensi yang terus kami tingkatkan, kami ingin memastikan bahwa sumber daya air dapat terjaga dengan baik untuk generasi mendatang," tutur Anne.
Anne menyatakan bahwa KAI menyadari pentingnya peran air dalam operasional perusahaan serta kehidupan masyarakat secara luas.
“Oleh karena itu, KAI berkomitmen untuk menjaga efisiensi penggunaan air di seluruh wilayah operasionalnya,” ujarnya.
Sebagai perusahaan transportasi massal yang melayani jutaan penumpang setiap harinya, KAI mencatat penggunaan air bersih terutama untuk kebutuhan domestik seperti toilet, wudhu, dan keperluan sanitasi lainnya.
Baca juga: Pemerintah Benahi Kawasan Permukiman dan Sanitasi, Segini Dananya
Sebagian besar sumber air yang digunakan berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sementara pada situasi tertentu digunakan air tanah yang dipompa menggunakan mesin pompa air.
VP Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, KAI telah merancang sejumlah target pengelolaan air limbah.
Pada periode 2024 hingga 2025, KAI menargetkan pengelolaan air limbah di lebih dari 50 persen lokasi operasional.
“Target tersebut meningkat menjadi lebih dari 75 persen pada 2026 hingga 2028,” imbuh Anne.
Pada 2028 hingga 2060, lanjut dia, KAI berkomitmen untuk mencapai pengelolaan air limbah di 100 persen lokasi operasional.
Baca juga: Sopir Truk yang Demo Tolak Pembatasan Operasional Angkutan Lebaran Mulai Tiba di Monas
Dalam rangka mencapai target tersebut, KAI menerapkan berbagai langkah strategis, seperti pendataan dan pemasangan flow meter di seluruh wilayah operasional hingga 2028.
Flow meter itu berfungsi untuk memantau penggunaan air secara akurat sehingga efisiensi dapat diukur dengan jelas.
Selain itu, KAI menargetkan efisiensi penggunaan air lebih dari 5 persen pada periode 2024-2028. Lalu meningkat menjadi lebih dari 10 persen pada 2040-2060, dan di atas 15 persen setelah 2060.
KAI secara transparan mencatat konsumsi airnya untuk terus mengukur efektivitas program efisiensi yang diterapkan.
Pada 2022, penggunaan air KAI Group tercatat sebesar 782,74 megaliter (ML), terdiri dari 216,91 ML air permukaan, 365,43 ML air tanah, dan 200,41 ML air PDAM.
Baca juga: Diduga Ada Korupsi di PDAM Wairpuan Sikka, 8 Saksi Diperiksa
Sementara itu, pada 2023, konsumsi air KAI Group mengalami penurunan menjadi 555,76 ML. Rinciannya, yaitu 61,84 ML air permukaan, 358,03 ML air tanah, dan 135,90 ML air PDAM.