Kinerja Ketepatan Waktu KAI Meningkat Signifikan pada 2024, Capai 99,77 Persen

Kompas.com - 09/01/2025, 20:32 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Vice President (VP) Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Anne Purba menyatakan bahwa kinerja ketepatan waktu atau on time performance (OTP) menjadi salah satu faktor utama yang membuat penumpang memilih kereta api sebagai moda transportasi.

Untuk itu, kata dia, KAI terus berupaya memastikan bahwa layanan KAI Group dapat melayani masyarakat dengan aman, cepat, tepat waktu, dan nyaman.

“KAI mencatat peningkatan on time performance untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api penumpang selama 2024. Dari Januari hingga Desember 2024, ketepatan waktu keberangkatan mencapai rata-rata 99,77 persen atau naik dari 99,54 persen pada 2023,” ucap Anne ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/1/2025).

Sementara itu, lanjut dia, ketepatan waktu kedatangan juga meningkat menjadi 96,05 persen, dibandingkan pada tahun sebelumnya, yaitu 93,98 persen.

Baca juga: Pelanggan KAI Berusia 99 Tahun di Purwokerto Dapat Hadiah Tiket Gratis

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia, KAI Group berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan melalui inovasi dan peningkatan fasilitas.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya menggunakan layanan kereta api. KAI Group akan terus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik melalui berbagai inovasi dan peningkatan fasilitas," katanya

"Kami ingin memastikan penumpang tidak hanya tiba tepat waktu, tetapi juga menikmati perjalanan yang nyaman dan berkesan,” tutur Anne.

Ia juga menambahkan bahwa ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan kereta api sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan dan efisien.

Baca juga: Menjajal Biskita Trans Depok, Moda Transportasi yang Nyaman di Kota Belimbing

Semakin banyak orang yang mulai melihat kontribusi positif kereta api terhadap keberlanjutan lingkungan, sekaligus menikmati kenyamanan dan kemudahan perjalanan.

KAI Group layani 464,14 juta penumpang selama 2024

Sepanjang 2024, KAI Group mencatat kinerja positif dengan melayani 464.146.563 penumpang.

Rinciannya adalah 51.839.503 penumpang dikelola oleh KAI, 374.599.939 oleh KAI Commuter, 5.815.913 oleh KAI Bandara, 4.350.217 oleh LRT Sumsel, 21.055.870 oleh LRT Jabodebek, 149.742 oleh KAI Wisata, 279.490 oleh KA Makassar-Parepare, dan 6.055.889 penumpang Whoosh yang dikelola KCIC.

“Jumlah penumpang KA jarak jauh dan lokal naik 6,9 persen dibandingkan 2023. KAI Commuter juga mengalami peningkatan pengguna sebesar 374.599.939 atau 12,86 persen, dan KAI Bandara mengangkut 5.815.913 56,25 penumpang atau naik 56,25 persen,” jelas Anne.

Baca juga: Bawa 35 Paket Ganja, Penumpang di Bandara Sentani Ditangkap

“KA Makassar-Parepare, sebagai kereta pertama di Sulawesi, melayani 279.490 penumpang atau naik 29,65 persen. KAI Wisata, dengan layanan luxury, menarik 149.742 penumpang atau meningkat 66,23 persen dibanding tahun sebelumnya,” sambungnya.

Anne menjelaskan bahwa pada Desember 2024, KAI juga meluncurkan fitur Carbon Footprint sebagai langkah mendukung keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, kta dia, KAI menyediakan water station di stasiun untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, menerapkan teknologi face recognition untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang, serta mengganti alat makan di atas kereta dengan bahan kayu (wooden cutlery) sebagai bagian dari komitmen pengurangan limbah plastik.

Baca juga: Bagaimana Pasar Bisa Mengurangi Limbah Plastik?

“KAI juga terus meningkatkan keandalan prasarana dengan bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti penggantian bantalan kayu dengan bantalan sintetis yang lebih tahan lama, yang juga mendukung ketepatan waktu operasional,” imbuhnya.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com