KAI Catat Penjualan Tiket KA Selama Nataru Tembus 3,67 Juta Penumpang

Kompas.com - 05/01/2025, 17:36 WIB
ADW,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia ( KAI) mencatat lonjakan arus balik penumpang pada periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) pada Minggu (5/1/2025).

Berdasarkan data sejak Kamis (19/12/2024) hingga Minggu pukul 06.00 WIB, total penjualan tiket kereta api jarak jauh dan lokal mencapai 3.672.144 penumpang.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, pada Minggu, Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta diperkirakan kedatangan 44.875 penumpang. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi selama masa Nataru 2025 dan masih berpotensi bertambah karena proses penjualan tiket masih berlangsung.

"Di tengah lonjakan arus balik yang diperkirakan akan memadati stasiun-stasiun di seluruh Indonesia hari ini, KAI kembali mengingatkan para penumpang untuk memperhatikan ketentuan bagasi guna menjaga kenyamanan dan kelancaran perjalanan," ujar Anne dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu.

Baca juga: Butuh Kajian Lebih Lanjut, KAI Commuter: Stasiun Karet Tidak Langsung Ditutup

Adapun ketentuan bagasi yang diperbolehkan tanpa dikenai biaya tambahan adalah maksimum 20 kg dengan volume maksimum 100 dm3 serta dimensi maksimal 70 x 48 x 30 cm. Bagasi ini terdiri dari maksimal 4 koli atau item bagasi.

Jika bagasi melebihi ketentuan, penumpang akan dikenakan biaya tambahan yang berbeda untuk setiap kelas. Biaya tersebut sebesar Rp 10.000 per kg untuk kelas eksekutif, Rp 6.000 per kg untuk kelas bisnis, dan Rp 2.000 per kg untuk kelas ekonomi.

Selama periode Nataru hingga Minggu pagi, KAI telah memberangkatkan 3.501.774 penumpang di Pulau Jawa dan Sumatera. Dari total 3.672.144 tiket yang terjual, sebanyak 2.975.025 merupakan tiket kereta api jarak jauh atau 107 persen dari total tempat duduk yang tersedia yakni 2.770.864 tiket.

Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 697.119 tiket atau 87 persen dari total tempat duduk yang disediakan sebanyak 801.724 tiket. Untuk kereta api jarak menengah dan jauh, pemesanan tiket dapat dilakukan 45 hari sebelum keberangkatan.

Baca juga: Penjelasan KAI soal Nama KA Argo Parahyangan Berganti Menjadi KA Parahyangan

Sedangkan untuk kereta api lokal, pemesanan dapat dilakukan 30 hari sebelum keberangkatan. Beberapa kereta api lokal juga baru dapat dipesan 7 hari sebelum jadwal keberangkatan.

Berdasarkan pantauan pada Minggu (5/1/2025) pukul 06.00 WIB, berikut adalah rincian data penjualan tiket kereta api selama masa Nataru.

Periode H-6 atau Kamis (19/12/2024), tercatat 163.674 penumpang. Jumlah tersebut meningkat pada H-5, Jumat (20/12/2024), menjadi 200.897 penumpang, lalu pada H-4, Sabtu (21/12/2024), sebanyak 212.570 penumpang.

Selanjutnya pada H-3, Minggu (22/12/2024), mencapai 223.186 penumpang, H-2 pada Senin (23/12/2024) sebanyak 206.077 penumpang, dan H-1 pada Selasa (24/12/2024) tercatat 223.443 penumpang.

Baca juga: KAI Group Layani 20,9 Juta Penumpang pada Libur Nataru 2024/2025

Pada hari H Natal, yakni Rabu (25/12/2024), tercatat 207.324 penumpang. Jumlah tersebut kemudian naik pada H+1 atau Kamis (26/12/2024) menjadi 210.826 penumpang, lalu H+2 atau Jumat (27/12/2024) sebanyak 206.865 penumpang.

Lonjakan terus terjadi pada H+3 atau Sabtu (28/12/2024) dengan 214.032 penumpang, H+4 atau Minggu (29/12/2024) sebanyak 234.584 penumpang, H+5 atau Senin (30/12/2024) tercatat 200.758 penumpang, dan H+6 atau Selasa (31/12/2024) sebanyak 182.912 penumpang.

Pada hari H Tahun Baru atau Rabu (1/1/2025) tercatat 210.106 penumpang. Jumlah tersebut menurun pada H+1 atau Kamis (2/1/2025) menjadi 202.283 penumpang, H+2 atau Jumat (3/1/2025) sebanyak 196.577 penumpang, dan H+3 atau Sabtu (4/1/2025) tercatat 205.660 penumpang.

Baca juga: KAI Resmikan Stasiun Banyuwangi Kota, Tonjolkan Desain Modern dengan Sentuhan Budaya 

Adapun pada H+4 atau Minggu (5/1/2025) tercatat 170.370 penumpang dengan status penjualan tiket yang masih dinamis atau berpotensi bertambah.

Anne menjelaskan, beberapa kereta api yang menjadi primadona telah mencapai okupansi lebih dari 100 persen. Kereta api tersebut di antaranya adalah KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sritanjung, KA Blambangan Ekspres, KA Pariaman Ekspres, KA Rajabasa, KA Putri Deli, KA Matarmaja, KA Logawa, dan KA Bangunkarta.

"Arus balik liburan Nataru hingga saat ini sudah terpantau padat bahkan beberapa kereta yang menjadi primadona okupansinya sudah melebihi dari 100 persen," tutur Anne.

sebagai informasi, tingkat okupansi yang melebihi 100 persen tersebut disebabkan adanya penumpang dinamis, yaitu penumpang yang turun-naik antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com