KAI Resmikan Stasiun Banyuwangi Kota, Tonjolkan Desain Modern dengan Sentuhan Budaya 

Kompas.com - 03/01/2025, 20:34 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meresmikan kembali operasional Stasiun Banyuwangi Kota yang berada di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (3/1/2025). 

Peresmian tersebut dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) KAI Didiek Hartantyo bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo.

Didiek Hartantyo mengatakan bahwa penataan Stasiun Banyuwangi Kota telah dimulai sejak Maret 2024 dan diresmikan bertepatan dengan berakhirnya Posko Angkutan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Stasiun Banyuwangi Kota adalah salah satu gerbang masuk Kabupaten Banyuwangi. Untuk itu, KAI berharap ini bisa menjadi salah satu ikon baru dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Usung Budaya Lokal, The Fox, The Folks Tampil di iMapp Bucharest 2024

Stasiun Banyuwangi Kota kini hadir dengan desain yang menggabungkan elemen budaya lokal Banyuwangi dengan sentuhan modernitas.

KAI mengusung tema “Ethnic Vernakular serta Modern” dalam penataan Stasiun Banyuwangi Kota, yang mencerminkan kearifan budaya lokal.

Salah satu elemen khas yang terlihat adalah atap khas Banyuwangi, yakni Rumah Adat Osing yang menjadi inspirasi desain utama.

Sementara itu, unsur modern tercermin dalam pemilihan material terkini, seperti clay material dan homogenous tile dan aksen batik Gajah Oling yang menjadi simbol khas Banyuwangi.

Baca juga: Gelar Batik Roadshow, KAI Sambut Ratusan Ribu Wisatawan di Stasiun Yogyakarta Selama Nataru 2024/2025

Untuk diketahui, clay material adalah material alami yang memiliki tekstur halus, berbutir halus, dan menyerupai plat. Sementara itu, homogenous tile merupakan modifikasi dari bahan marmer atau granit alam yang diproses sedemikian rupa untuk menghasilkan permukaan lebih rata dan tahan lama.

Pembangunan dan penataan Stasiun Banyuwangi Kota mencakup beberapa pekerjaan penting, seperti pembangunan gedung stasiun baru, perluasan dan penataan area parkir, pembuatan plaza (ruang terbuka untuk umum), serta pengaturan ulang alur penumpang.

Melayani 842.562 penumpang selama 2024

Selama 2024, Stasiun Banyuwangi Kota telah melayani 842.562 penumpang atau mengalami kenaikan 7 persen dibandingkan pada 2023 yang hanya melayani 791.184 penumpang. 

Bahkan selama libur Nataru 2024/2025, rata-rata 3.000 penumpang menggunakan layanan kereta api setiap harinya di stasiun tersebut.

Baca juga: 600 Ribu Penumpang Padati Stasiun Daop 8 Surabaya Selama Libur Nataru

Lonjakan penumpang tersebut juga tercermin dari okupansi Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres yang melayani rute dari Ketapang ke Pasar Senen, dengan tingkat keterisian mencapai 150 persen dari kapasitas tempat duduk. 

Selama periode Angkutan Nataru 2024/2025, okupansi harian bahkan mencapai 245 persen atau 1.019 penumpang sekali jalan. 

Selain itu, kembalinya operasional KA Mutiara Timur, salah satu kereta api ikonik di wilayah Tapal Kuda, dengan rute reguler dari Stasiun Ketapang ke Stasiun Surabaya Pasar Turi, turut mendukung mobilitas wisatawan yang akan berkunjung ke Banyuwangi atau sebaliknya.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap perjalanan kereta api di jalur tersebut terlihat dari rata-rata jumlah penumpang harian mencapai 80 persen dari kapasitas 488 tempat duduk.

Baca juga: Penerbangan Perdana Jayapura-Jakarta, Super Air Jet Bawa 175 Penumpang

Pada periode angkutan Nataru 2024/2025, volume penumpang tercatat mencapai angka tertinggi, yaitu 113 persen dari kapasitas atau setara dengan 551 penumpang.

Didiek mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dan semua pihak yang telah mendukung proses penataan Stasiun Banyuwangi Kota. 

“Sarana dan prasarana di Stasiun Banyuwangi Kota sudah diperbaharui dan diperbaiki. KAI berharap partisipasi semua pihak untuk ikut merawat dan menjaga agar stasiun ini tetap menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Tanggapi Isu Penyebaran Data Pelanggan, KAI Group Tegaskan Perlindungan Data Jadi Prioritas

Kereta Api Indonesia
Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Catat Kinerja Positif, KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

KAI Group Layani 27 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026, Konektivitas Antarmoda Jadi Kunci Kelancaran

Kereta Api Indonesia
Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Simpul Emas Pulau Jawa, Cirebon Jadi Motor Penggerak WIsata dan Ekonomi di Libur Nataru 2025/2026

Kereta Api Indonesia
Integrasi Antarmoda di Stasiun Yogyakarta Perkuat Peran KRL pada Libur Nataru 2025

Integrasi Antarmoda di Stasiun Yogyakarta Perkuat Peran KRL pada Libur Nataru 2025

Kereta Api Indonesia
Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Kereta Api Indonesia
Pembangunan Stasiun Jatake Masuk Tahap Finalisasi, Progres Capai 98,56 Persen

Pembangunan Stasiun Jatake Masuk Tahap Finalisasi, Progres Capai 98,56 Persen

Kereta Api Indonesia
Seskab Teddy Dorong KAI Sulap Stasiun Gambir Lebih Modern Sesuai Dinamika Jakarta

Seskab Teddy Dorong KAI Sulap Stasiun Gambir Lebih Modern Sesuai Dinamika Jakarta

Kereta Api Indonesia
Stasiun BNI City Disulap Jadi Ruang Galeri, Kolaborasi KAI-Kemenekraf Hadirkan

Stasiun BNI City Disulap Jadi Ruang Galeri, Kolaborasi KAI-Kemenekraf Hadirkan "Scenic Art Station"

Kereta Api Indonesia
Bersama Pemerintah, KAI 5×24 Jam Nonstop Pulihkan Jalur Terdampak Bencana di Sumatra

Bersama Pemerintah, KAI 5×24 Jam Nonstop Pulihkan Jalur Terdampak Bencana di Sumatra

Kereta Api Indonesia
Dikunjungi 568.000 Lebih Wisatawan Sepanjang 2025, Museum Lawang Sewu Jadi Magnet Wisata Nataru

Dikunjungi 568.000 Lebih Wisatawan Sepanjang 2025, Museum Lawang Sewu Jadi Magnet Wisata Nataru

Kereta Api Indonesia
Sambut Nataru, KAI Percantik Kereta dan Stasiun

Sambut Nataru, KAI Percantik Kereta dan Stasiun

Kereta Api Indonesia
KAI Tutup 193 Perlintasan Sebidang, Tingkatkan Keselamatan Penumpang dan Pengguna Jalan

KAI Tutup 193 Perlintasan Sebidang, Tingkatkan Keselamatan Penumpang dan Pengguna Jalan

Kereta Api Indonesia
KAI Raih MILEA 2025, Bukti SDM Unggul dalam Pengambilan Keputusan Cepat dan Aman

KAI Raih MILEA 2025, Bukti SDM Unggul dalam Pengambilan Keputusan Cepat dan Aman

Kereta Api Indonesia
KAI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang Terdampak Banjir

KAI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang Terdampak Banjir

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com