KA Perintis Makassar–Parepare Makin Diminati, KAI Proyeksikan Ada 342.000 Penumpang pada 2025

Kompas.com - 02/01/2025, 12:33 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kereta Api Indonesia ( KAI melakukan inspeksi perjalanan menggunakan KA Perintis yang menempuh rute Depo–Stasiun Maros–Stasiun Mandai-Stasiun Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

 Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, KAI memproyeksikan jumlah penumpang KA Makassar–Parepare pada 2025 mencapai lebih dari 342.000 orang.

“Peningkatan jumlah penumpang diprediksi terjadi pada periode angkutan Lebaran sekitar Maret hingga April, liburan semester genap sekolah, dan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ujarnya.

Dia mengatakan itu dalam acara pemantauan ketersediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang digunakan untuk mendukung perjalanan KA Perintis Makassar–Parepare Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi ( BPH Migas), Kamis (2/1/2024).

Anne mengatakan, KA Perintis Makassar–Parepare terus mencatatkan peningkatan volume. Pada 2022, jumlah penumpang tercatat sebanyak 12.160 orang, kemudian melonjak menjadi 215.570 orang pada 2023.

“Selama 2024, volume penumpang KA Perintis Makassar-Parepare bahkan sudah mencapai 279.381 orang,” ujarnya dalam siaran pers. 

Baca juga: KAI Antar 2,5 Juta Penumpang Selama Nataru, Ini 10 Stasiun Keberangkatan Tertinggi 

Sebagai informasi, KA tersebut menempuh jarak 82 kilometer (km) untuk Mandai–Garongkong dan 58 km untuk Mangilu–Garongkong dengan frekuensi 6 perjalanan per hari.

Terkait kegiatan dengan BPH Migas, Anne mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan dengan baik. 

Ia berharap, dengan kerja sama tersebut, KA Perintis Makassar-Parepare tidak hanya dapat menjadi sarana transportasi, tetapi juga pendorong perekonomian dan pariwisata di Sulsel.

“Kami berharap, sinergi ini dapat terus berlanjut demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya. 

Anne berharap, melalui dukungan BPH Migas dalam penyediaan BBM subsidi tepat sasaran, KAI dapat terus meningkatkan layanan transportasi kereta api. 

“Kami berharap dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi baik untuk mobilitas masyarakat maupun untuk perkembangan ekonomi lokal dan sektor pariwisata di Sulsel,” jelasnya.

Baca juga: Tahun Baru 2025, KAI Tebar Diskon Tiket 10 Persen untuk 50 Kereta Ini

Dia juga menegaskan, pemanfaatkan BBM subsidi yang diamanahkan akan KAI kelola dengan prinsip good corporate governance (GCG).

“Sebagai bagian dari komitmen KAI untuk menjaga prinsip GCG, KAI berkomitmen untuk memastikan penggunaan BBM subsidi dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan efisien,” ujarnya. 

Anne mengatakan, hal itu dilakukan guna mendukung kelancaran operasional dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendukung perekonomian daerah.

Pemantauan BBM subsidi

Kegiatan pemantauan BBM itu dihadiri Direktur SDM dan Umum KAI Rosma Handayani beserta jajaran, Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas dan Iwan Prasetya Adhi, beserta jajaran serta stakeholder KAI lainnya.

Pada kesempatan itu, Rosma mengapresiasi BPH Migas atas kerja sama yang telah terjalin.

Baca juga: Mulai Hari Ini, KAI Umumkan Pemesanan Tiket KA Februari 2025 Dibuka Bertahap

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan BPH Migas, terutama terkait dengan pengoperasian KA Perintis Makassar–Parepare, yang kini semakin menjadi pilihan utama masyarakat Sulsel untuk berwisata dan menjadi kereta api pertama di Pulau Sulawesi," ujarnya.

Sementara itu, Wahyudi berharap, pemanfaatan BBM subsidi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya selama periode Nataru.

Dia juga berharap, manfaat KA Perintis Makassar-Parepare akan dirasakan masyarakat pada dua bulan mendatang saat Lebaran. 

“Harapannya, penyesuaian kuota distribusi dapat dilakukan secara tepat, sesuai dengan kebutuhan yang ada, untuk memastikan kelancaran dan keberlanjutan pengoperasian kereta api,” katanya.

Anggota Komite BPH Migas lainnya, Iwan Prasetya Adhi menyampaikan harapannya agar frekuensi KA Makassar–Parepare dapat ditingkatkan. 

Sebab, KA lebih hemat biaya dan memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan moda transportasi lainnya.

Baca juga: KAI Tekankan Keselamatan, OTP Keberangkatan Kereta Tembus 99,5 Persen Selama Nataru

Kegiatan tersebut dimulai dengan rapat koordinasi, kemudian dilakukan inspeksi lokasi pengisian BBM di beberapa titik strategis yang melayani kebutuhan operasional kereta api. 

Setelah itu, dilaksanakan tinjauan langsung ke sarana kereta api untuk memastikan kelancaran pengisian BBM.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com