KOMPAS.com – PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk atau PTPP menyambut kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau progres pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), Kamis (30/4/2026).
Perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia itu mengerjakan Proyek Pembangunan Bendungan Bagong Paket III.
Nilai kontrak pembangunan proyek tersebut sebesar Rp 402,31 miliar dengan masa pelaksanaan selama 1.473 hari kalender, terhitung sejak 20 Desember 2024.
Kunjungan itu menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna memperkuat ketahanan air, ketahanan pangan, serta pengendalian banjir di wilayah selatan Jatim.
Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Gibran menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek agar manfaat Bendungan Bagong dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya petani dan warga Trenggalek.
Baca juga: Didampingi Raffi Ahmad, Gibran Tinjau Progres Bendungan Bagong di Trenggalek
Gibran juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran pembangunan.
Dia juga mengapresiasi tim proyek serta menyampaikan pesan penyemangat kepada seluruh pekerja di lapangan.
Gibran berharap, dukungan tersebut semakin memotivasi percepatan penyelesaian proyek secara optimal.
Sementara itu, Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan, progres positif proyek Bendungan Bagong merupakan hasil dari perencanaan matang, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi yang solid antar seluruh pemangku kepentingan.
“PTPP berkomitmen untuk menyelesaikan proyek Bendungan Bagong tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Baca juga: Tinjau Bendungan Bagong, Gibran Dicurhati Kades, Ini yang Diminta
Joko berharap, proyek dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan air dan peningkatan produktivitas pertanian.
Hingga saat ini, progres proyek Bendungan Bagong telah mencapai 59,49 persen, dari target sebesar 56,56 persen. Hal ini mencerminkan kinerja proyek yang berjalan lebih cepat dari rencana.
Adapun Bendungan Bagong memiliki kapasitas tampung sebesar 17,4 juta meter kubik yang diproyeksikan mampu menyuplai air irigasi bagi 977 hektar (ha) lahan pertanian di Daerah Irigasi Bagong.
Selain itu, bendungan tersebut juga akan menyediakan air baku sebesar 153 liter per detik serta berperan dalam pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Dalam pelaksanaannya, proyek Bendungan Bagong menghadapi tantangan teknis yang cukup kompleks.
Baca juga: Kejar Target Rp 22 Triliun pada 2026, PTPP Andalkan Proyek Pemerintah dan BUMN
Salah satunya karena konstruksi bendungan bertumpu pada lapisan koluvial yang memerlukan rekayasa engineering khusus untuk memastikan stabilitas dan keamanan struktur.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, PTPP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi guna meningkatkan efektivitas pekerjaan serta menjaga standar keselamatan kerja.
Penerapan inovasi itu turut berkontribusi terhadap capaian proyek yang membanggakan, di antaranya diraihnya Penghargaan Indonesia Construction Safety Award 2023 kategori Safety Innovation – Proyek BUMN dengan judul makalah “Tunnel Dust Buster Bendungan Bagong – Divisi Infrastruktur 2”.
Ada pula Penghargaan Konstruksi Indonesia 2024 kategori Penyedia Jasa dengan Implementasi Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Terbaik Bidang Sumber Daya Air dari Kementerian Pekerjaan Umum.
PTPP berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.
Baca juga: PTPP Catatkan Perolehan Kontrak Baru Rp2,76 Triliun pada Januari 2026
Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Muhammad Noor, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bagong Riwin Andono, beserta General Manager PTPP Apri Setiawan.