Tinjau Bendungan Way Apu Maluku, Wapres Gibran Harap Bendungan Rampung Tepat Waktu

Kompas.com - 17/10/2025, 19:57 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT PP (Persero) Tbk ( PTPP) terus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Salah satu proyek strategis PTPP yang menjadi bagian dari pemerataan pembangunan adalah Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Maluku, yang ditargetkan selesai pada September 2026.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka berharap, Bendungan Way Apu dapat selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Manfaat bendungan ini terutama untuk meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, serta mendukung ketahanan pangan dan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (17/10/2025). 

Hal tersebut dikatakan Wapres Gibran saat meninjau langsung progres konstruksi bendungan multifungsi itu dalam rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Maluku, Selasa (14/10/2025).

Baca juga: Disebut Menteri Koboi, Menkeu Purbaya Mengaku Dapat Dukungan dari Gibran

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menambahkan, Bendungan Way Apu menjadi proyek multifungsi penting bagi pemerintah dan masyarakat. 

Selain mendukung jaringan irigasi seluas 10.562 hektar (ha), bendungan tersebut akan menyuplai air baku sebesar 550 liter per detik untuk kebutuhan masyarakat Pulau Buru. 

Di samping itu, bendungan juga didesain dengan potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) 8 megawatt (MW) dan kemungkinan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 41 MW di sekitarnya. 

Lebih jauh, bendungan itu akan mereduksi risiko banjir hingga 60 persen, dari 1.963 ha area terdampak menjadi 786 ha. 

Kawasan sekitarnya juga disiapkan menjadi area konservasi dan wisata air sehingga dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal. 

Baca juga: Wapres Gibran Minta Proyek Bendungan Way Apu Maluku Selesai Tepat Waktu

Adapun proyek perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp 1,11 triliun dan dikerjakan sejak Desember 2017. 

Lebih lanjut, Joko menyebutkan, PTPP menerapkan strategi pembangunan yang beradaptasi dengan kondisi lahan yang menantang. 

“PTPP menjaga stabilitas konstruksi dan kualitas pekerjaan meskipun dalam kondisi  alam yang sulit,” ungkapnya. 

Dengan kondisi geografis Pulau Buru yang menantang, yakni batuan malihan dan material lempung getas, PTPP menerapkan sejumlah inovasi teknis, antara lain: 

  • Blok beton inovatif (1×1×0,3 m) sebagai pengganti rip-rap 
  • Geosynthetic Clay Liner (GCL) untuk mencegah rembesan 
  • Peninggian pondasi hingga 3 meter 
  • Diafragma wall di sisi hilir 
  • Pumping well di hulu 
  • Rumah kaca pengering material lempung

Baca juga: Strategi PTPP Bawa Kontrak Baru Rp 15,28 Triliun hingga Agustus 2025

Pemerataan pembangunan

Kehadiran Bendungan Way Apu menjadi simbol nyata kehadiran pemerataan infrastruktur di wilayah kepulauan timur Indonesia dengan manfaat besar bagi ketahanan air, energi, hingga sektor ekonomi rakyat. 

Joko menegaskan, proyek Bendungan Way Apu Maluku menjadi wujud kontribusi nyata PTPP dalam mendukung pemerataan pembangunan dan ketahanan sumber daya air nasional sesuai dengan program Asta Cita Pemerintah. 

Menurutnya, pembangunan Bendungan Way Apu menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia membangun infrastruktur kompleks di daerah terpencil. 

"Ini bukan hanya proyek konstruksi, tetapi simbol pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Maluku,” tutur Joko. 

Baca juga: PTPP Garap Proyek PLTGU Batam, Raih Kontrak Baru Rp 3,35 Triliun

Melalui proyek Bendungan Way Apu Paket 1 di Kabupaten Buru, Maluku, PTPP mencatatkan progres konstruksi sebesar 89,8 persen per 12  Oktober 2025. 

Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku, Fery Moun Hepy menambahkan, Wapres Giban berkomitmen terus memantau progres pembangunan bendungan yang ditargetkan rampung pada September 2026 agar manfaatnya segera dapat dirasakan masyarakat. 

“Jadi, harapan beliau ini agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucapnya yang turut mendampingi Gibran dalam peninjauan. 

Dalam kunjungan tersebut, hadir pula sejumlah pejabat dari pusat dan daerah, antara lain Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Irjen Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Putranto Gatot Sri Handoyo, dan Bupati Buru Ikram Umasugi.

Hadir pula Dandim Kabupaten Buru Letkol Heribertus Purwanto, Kapolres Buru Sulastri Sukidjang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru Adri Notanubun, Kepala Satuan kerja (Satker) Bendungan Way Apu Budi Prasetyo, serta General Manager Operasional PTPP Apri Setiawan. 

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, PTPP Pastikan Penyelesaian Bendungan Manikin di Kupang, NTT

Terkini Lainnya
Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Aceh dan Sumut, PT PP Fokus Tangani Akses Vital

Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Aceh dan Sumut, PT PP Fokus Tangani Akses Vital

PT PP (Persero) Tbk
Dorong Pemerataan Layanan Pendidikan, PT PP Garap Proyek Sekolah Rakyat Bengkulu Rp 501,99 Miliar

Dorong Pemerataan Layanan Pendidikan, PT PP Garap Proyek Sekolah Rakyat Bengkulu Rp 501,99 Miliar

PT PP (Persero) Tbk
PT PP Rampungkan Proyek BTN Ecopark Gandul Tahap 1 Senilai Rp 322,9 Miliar

PT PP Rampungkan Proyek BTN Ecopark Gandul Tahap 1 Senilai Rp 322,9 Miliar

PT PP (Persero) Tbk
PT PP Borong 3 Proyek Triliunan Rupiah, Fondasi Kelembagaan Negara di IKN Resmi Dibangun

PT PP Borong 3 Proyek Triliunan Rupiah, Fondasi Kelembagaan Negara di IKN Resmi Dibangun

PT PP (Persero) Tbk
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, PT PP Tingkatkan Fungsi PPID

Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, PT PP Tingkatkan Fungsi PPID

PT PP (Persero) Tbk
PT PP: Revitalisasi Teriminal 1C Bandara Soekarno-Hatta Masuki Tahap Akhir

PT PP: Revitalisasi Teriminal 1C Bandara Soekarno-Hatta Masuki Tahap Akhir

PT PP (Persero) Tbk
Perkuat Keberlanjutan hingga Gunakan Teknologi AI, PT PP Raih Tiga Penghargaan Nasional

Perkuat Keberlanjutan hingga Gunakan Teknologi AI, PT PP Raih Tiga Penghargaan Nasional

PT PP (Persero) Tbk
PT PP Targetkan Pembangunan Pelabuhan Patimban Senilai Rp 5,48 Triliun Rampung Lebih Cepat

PT PP Targetkan Pembangunan Pelabuhan Patimban Senilai Rp 5,48 Triliun Rampung Lebih Cepat

PT PP (Persero) Tbk
Diresmikan Presiden Prabowo, PT PP Hadirkan Wajah Baru Stasiun Tanah Abang

Diresmikan Presiden Prabowo, PT PP Hadirkan Wajah Baru Stasiun Tanah Abang

PT PP (Persero) Tbk
Perkuat Peran di IKN, PT PP Teken Kontrak Pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif Senilai Rp 1,97 Triliun

Perkuat Peran di IKN, PT PP Teken Kontrak Pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif Senilai Rp 1,97 Triliun

PT PP (Persero) Tbk
PT PP Wujudkan Pembangunan Hijau lewat Inovasi dan Efisiensi Energi

PT PP Wujudkan Pembangunan Hijau lewat Inovasi dan Efisiensi Energi

PT PP (Persero) Tbk
Pecahkan Rekor Muri, PT PP Bangun Masjid dengan Menara Jam Analog Terbesar di Indonesia

Pecahkan Rekor Muri, PT PP Bangun Masjid dengan Menara Jam Analog Terbesar di Indonesia

PT PP (Persero) Tbk
Perluas Akses Air Bersih, PT PP Teken Kontrak Proyek Pengaliran Air Baku Senilai Rp 822,3 Miliar

Perluas Akses Air Bersih, PT PP Teken Kontrak Proyek Pengaliran Air Baku Senilai Rp 822,3 Miliar

PT PP (Persero) Tbk
PTPP Perkuat Tata Kelola dan Transparansi untuk Jaga Kepercayaan Investor dan Mitra Bisnis

PTPP Perkuat Tata Kelola dan Transparansi untuk Jaga Kepercayaan Investor dan Mitra Bisnis

PT PP (Persero) Tbk
Tinjau Bendungan Way Apu Maluku, Wapres Gibran Harap Bendungan Rampung Tepat Waktu

Tinjau Bendungan Way Apu Maluku, Wapres Gibran Harap Bendungan Rampung Tepat Waktu

PT PP (Persero) Tbk
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com