KOMPAS.com - Proyek pembangunan Terowongan Jalan Sultan Alimuddin-Kakap di Kota Samarinda yang digarap oleh PT PP (Persero) Tbk ( PTPP) kini telah mencapai progres 91,7 persen.
Salah satu faktor utama di balik percepatan pengerjaan proyek tersebut adalah penerapan teknologi Parallel New Austrian Tunneling Method (NATM).
Teknologi NATM memungkinkan pekerjaan dilakukan lebih efisien tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kualitas konstruksi.
Metode Parallel NATM yang diterapkan dalam proyek tersebut memungkinkan berbagai pekerjaan konstruksi dilakukan secara bersamaan.
Proses yang biasanya dilakukan secara bertahap kini bisa berjalan paralel, seperti pekerjaan galian lower, pemasangan invert, serta pekerjaan lining. Dengan cara ini, durasi pengerjaan dapat dipersingkat secara signifikan.
Baca juga: Maruarar Minta Dukungan Danantara untuk Proyek Perumahan, Begini Tanggapan Rosan Roeslani
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menjelaskan, proyek pembangunan terowongan di Samarinda ini merupakan terowongan pertama yang sepenuhnya merupakan karya anak bangsa.
"Dengan penerapan inovasi NATM, durasi pengerjaan proyek dapat dipersingkat secara signifikan tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kualitas konstruksi," jelasnya dalam siaran pers, Kamis (3/4/2025).
Joko berharap keberadaan Terowongan Jalan Sultan Alimuddin-Kakap dapat mengurangi kemacetan di ruas jalan utama serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan di area Gunung Manggah.
Selain itu, ia menambahkan bahwa terowongan ini juga diharapkan menjadi ikon baru dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Proyek ini membuktikan bahwa infrastruktur modern dan inovatif dapat dibangun dengan sumber daya lokal dan dana daerah, sekaligus menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan," tutur Joko.
Baca juga: Sudah Buka, Begini Cara ke Jembatan Kaca Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Pakai Transportasi Umum
Terowongan Sultan Alimuddin-Kakap sepanjang 400 meter dan lebar 10 meter tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengatasi kemacetan di area Gunung Manggah.
Proyek tersebut juga menjadi terowongan jalan pertama di Kalimantan Timur serta yang pertama di Indonesia yang dibiayai oleh APBD tingkat kota senilai Rp 395,9 miliar.
Terowongan Sultan Alimuddin-Kakap direncanakan memiliki dua lajur (satu arah) dan akan mulai beroperasi pada pertengahan 2025.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, pembangunan tersebut merupakan karya anak bangsa, mulai dari tahap perencanaan hingga proses konstruksi.
Baca juga: Raih 3 Penghargaan Bergengsi, PTPP Buktikan Bisa Inovatif dan Visioner di Industri Konstruksi
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungannya pada Februari 2025 mengapresiasi pembangunan Terowongan Sultan Alimuddin-Kakap yang dinilai mampu menjadi solusi dalam mengurai kemacetan.
Ia menekankan bahwa proyek tersebut tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga perlu segera diselesaikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.
" Infrastruktur ini juga krusial dalam mendukung pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur," tegas Gibran.