Program Electrifying Agriculture PLN: Bantu Petani Hemat Biaya dan Tingkatkan Produksi

Kompas.com - 16/01/2025, 21:51 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ( PLN) menunjukkan kontribusi signifikan dalam modernisasi sektor pertanian di Indonesia.

Dengan menyediakan akses listrik untuk kegiatan pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan, PLN membantu para petani meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional.

Pada 2024, program EA telah berhasil menarik lebih dari 300.000 pelanggan atau meningkat 53.539 pelanggan dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 246.996 pelanggan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa program EA dirancang untuk mendorong adopsi teknologi berbasis listrik di sektor agrikultur.

Baca juga: PWC: Pendanaan untuk Perusahaan Rintisan Teknologi Iklim Berkurang

Program tersebut memungkinkan petani untuk menghemat biaya. Hal ini seperti yang dialami kelompok tani di Ponorogo yang berhasil menurunkan biaya operasional hingga 300 persen dengan menggunakan pompa air listrik.

Inisiatif tersebut selaras dengan komitmen PLN untuk menciptakan creating shared value (CSV), yang menggabungkan keuntungan ekonomi dengan manfaat sosial.

“Dengan pemanfaatan teknologi agrikultur berbasis listrik, ekosistem pertanian menjadi lebih modern, yang kemudian berdampak pada peningkatan produktivitas petani,” ujar Darmawan ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/1/2025).

Pertumbuhan penjualan dan pelanggan

Petugas PLN sedang melakukan pengecekan listrik untuk pompa pengairan sawah di Kampung Telaga Sari, Merauke, Papua Selatan. Melalui program Electrifying Agriculture, kini produktivitas para petani di kampung tersebut semakin meningkat.
DOK. Humas PLN Petugas PLN sedang melakukan pengecekan listrik untuk pompa pengairan sawah di Kampung Telaga Sari, Merauke, Papua Selatan. Melalui program Electrifying Agriculture, kini produktivitas para petani di kampung tersebut semakin meningkat.

Tidak hanya itu, program EA juga berdampak langsung pada peningkatan penjualan listrik PLN. Sepanjang 2024, daya tersambung dalam program ini mencapai 4.203,36 mega volt ampere (MVA) dengan konsumsi listrik sebesar 6,17 terawatt hour (TWh).

Penjualan listrik dari sektor agrikultur tumbuh sebesar 10,15 persen, disertai peningkatan pendapatan PLN sebesar 9,35 persen secara tahunan (YoY).

Lewat program EA, Darmawan mengatakan bahwa PLN berdedikasi untuk menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua.

“Kami juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan di Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat, serta memastikan ketahanan pangan dengan gizi yang sehat, sesuai dengan visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto,” imbuhnya.

Baca juga: GP Ansor Luncurkan Asta Cita Center untuk Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Menghemat biaya operasional 

Komandan Satuan Tugas Pertahanan Pangan (Dansatgas Hanpangan) Kementerian Pertanian (Kementan) Mayor Jenderal TNI, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa penggunaan pompa air listrik, salah satu teknologi yang diterapkan melalui Program EA, terbukti dapat mengurangi pengeluaran operasional secara signifikan dibandingkan pompa berbahan bakar solar.

"Targetnya, dengan adanya EA, produktivitas petani dapat meningkat. Menggunakan pompa listrik akan lebih hemat biayanya dibandingkan dengan pompa air berbahan bakar solar," ujarnya.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Kelompok Tani (Poktan) Mekar Sari di Desa Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur.

Baca juga: Pemerintah dan PLN Berhasil Listrik 99,92 Persen Desa di Seluruh Indonesia

Ketua Kelompok Tani Mekar Sari, Gatot menyampaikan bahwa dengan kehadiran listrik, pengeluaran untuk operasional pompa pertanian berkurang hingga 300 persen.

“Dengan menggunakan pompa listrik, kami dapat menghemat pengeluaran yang sebelumnya mencapai Rp 1.500.000 jika menggunakan pompa diesel, kini hanya Rp 500.000. Ini membantu kami meningkatkan produksi pertanian,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudi Prasetya menambahkan bahwa program tersebut juga mendukung sistem pengairan sumur yang berdampak pada peningkatan indeks pertanaman (IP) Padi di Ponorogo hingga mencapai IP 400.

“Ponorogo kini menjadi objek panen raya dengan IP 200, IP 300, hingga IP 400 berkat listrik masuk ke sawah yang digunakan untuk kebutuhan pengairan,” ucapnya.

Terkini Lainnya
PLN Gandeng Kader Posyandu di Tangerang Jadi Agen Edukasi Keselamatan Listrik

PLN Gandeng Kader Posyandu di Tangerang Jadi Agen Edukasi Keselamatan Listrik

PLN
Percepat Pemerataan Akses Listrik, PLN Genjot Program Lisdes dan BPBL

Percepat Pemerataan Akses Listrik, PLN Genjot Program Lisdes dan BPBL

PLN
Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Pulih, PLN Sebut Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Pulih, PLN Sebut Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

PLN
RUPS PLN Resmi Rombak Kursi Direksi, Ini Daftar Lengkapnya

RUPS PLN Resmi Rombak Kursi Direksi, Ini Daftar Lengkapnya

PLN
Mengenal Tim ERS PLN, Pasukan Tanggap Darurat Pemulihan Sistem Kelistrikan

Mengenal Tim ERS PLN, Pasukan Tanggap Darurat Pemulihan Sistem Kelistrikan

PLN
PLN Gelar Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Rp 50.000 Bisa Dapat Voucher Listrik Rp 10.000

PLN Gelar Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Rp 50.000 Bisa Dapat Voucher Listrik Rp 10.000

PLN
Listrik Sumatera Kembali Normal, Dirut PLN Turun Langsung Kawal Pemulihan Sistem

Listrik Sumatera Kembali Normal, Dirut PLN Turun Langsung Kawal Pemulihan Sistem

PLN
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal

PLN
Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik

PLN
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

Sinergi PLN dan Kementerian ESDM Hadirkan Listrik bagi 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu

PLN
Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN

PLN
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

PLN
PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem

PLN
ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

ICONNET Beri Diskon hingga 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana di Sumatera

PLN
Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama

PLN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com