KOMPAS.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN membagikan dividen tunai sebesar 172,29 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 3,04 triliun kepada pemegang saham.
Nilai tersebut setara 80 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada tahun buku 2025 sebesar 215,36 juta dollar AS.
Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (26/5/2026).
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, perseroan mempertahankan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) sebesar 80 persen sebagai bentuk komitmen dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham tanpa mengabaikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
“Rasio pembayaran dividen kepada pemegang saham sebesar 80 persen juga mencerminkan keyakinan perseroan terhadap kualitas cash flow, disiplin keuangan, dan kekuatan fundamental bisnis PGN di tengah dinamika industri energi global,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.
Baca juga: PGN (PGAS) Bagi Dividen Jumbo Rp 3,04 Triliun dari Laba 2025
Meski membagikan dividen dalam jumlah besar, PGN memastikan tetap memiliki fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan bisnis dan pembangunan infrastruktur gas bumi nasional.
Langkah tersebut sejalan dengan keyakinan perseroan terhadap peluang pertumbuhan sektor gas bumi nasional dalam jangka panjang.
PGN menilai prospek bisnis gas bumi domestik masih menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan semakin besarnya peran gas bumi sebagai energi transisi menuju sistem energi yang lebih rendah emisi.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, perseroan terus menjaga keandalan pasokan dan operasional melalui pengelolaan portofolio gas berbasis pipa dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) secara adaptif.
Selain itu, optimalisasi infrastruktur serta peningkatan efisiensi operasional dan keuangan juga terus dilakukan.
Baca juga: PGN (PGAS) Bagi Dividen Jumbo Rp 3,04 Triliun dari Laba 2025
“Ke depan, PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan tetap menerapkan disiplin keuangan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” kata Fajriyah.
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST Tahun Buku 2025 juga mengesahkan sejumlah agenda perseroan lainnya, antara lain penggunaan laba bersih, perubahan anggaran dasar, penetapan auditor, serta pembahasan pengembangan bisnis dan penguatan tata kelola perusahaan.