PGN dan PTBA Gagas Proyek Gasifikasi Batu Bara Jadi SNG

Kompas.com - 21/04/2025, 13:06 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) menjalin kerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk ( PTBA) untuk mengembangkan proyek synthetic natural gas (SNG) dari batu bara.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi nasional serta penguatan ketahanan energi Indonesia.

Proyek SNG akan memanfaatkan cadangan low-rank coal milik PTBA di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), yang selama ini belum dimonetisasi secara optimal.

Lokasinya yang berdekatan dengan jaringan pipa transmisi PGN di Pagardewa, Sumsel, memberikan potensi efisiensi dalam pengembangan infrastruktur.

Baca juga: Menteri PU Cabut Keputusan Pembentukan Satgas Infrastruktur IKN

Sepanjang 2025, PGN dan PTBA akan fokus melakukan studi kelayakan. Kajian ini mencakup potensi pembangunan fasilitas produksi SNG, pembangunan jaringan pipa, serta penyusunan skema bisnis yang tepat.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari mengatakan, inisiatif tersebut sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan kemandirian energi. 

“Jika berhasil direalisasikan, proyek ini berpotensi memperkuat pasokan gas dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (21/4/2025).

SNG adalah gas hasil olahan batu bara yang memiliki karakteristik serupa dengan gas bumi. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun bahan baku industri. 

Baca juga: Hidrogen Butuh Waktu, Gaikindo Minta Pemerintah Fokus Bahan Bakar Nabati

Ke depan, SNG diproyeksikan untuk menjangkau pelanggan eksisting PGN, terutama industri di wilayah Jawa bagian barat yang tengah menghadapi tantangan pasokan gas.

“Kami berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, holding migas Pertamina, serta para pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya agar studi ini berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik,” tambah Rosa.

Sebelumnya, PGN juga telah menginisiasi diversifikasi pasokan melalui proyek biomethane. Proyek ini memanfaatkan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) untuk menghasilkan biogas. 

Setelah melalui proses lanjutan, biogas diolah menjadi biomethane dan dikompresi menjadi compressed natural gas (CNG). Produk ini kemudian didistribusikan kepada pelanggan seperti industri, rumah sakit, hotel, hingga pusat perbelanjaan.

Baca juga: Tarif Impor 47 Persen, Industri Tekstil RI Terancam Akibat Kebijakan AS

Proyek biomethane tersebut dijalankan PGN bersama konsorsium asal Jepang. Saat ini, PGN sedang mempersiapkan front-end engineering design (FEED) untuk pembangunan kilang biomethane di wilayah Sumatera. 

Adapun target commissioning ditetapkan pada triwulan II-2027, dengan kapasitas 1,2 billion British thermal unit per day (BBTUD).

“Proyek biomethane juga merupakan wujud komitmen PGN dalam mewujudkan pasokan gas bumi rendah karbon,” tutur Rosa.

Inisiatif tersebut, lanjut dia, diharapkan mampu menekan emisi karbon dan mendukung target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.

Terkini Lainnya
PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN
PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN
SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

PGN
PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Penyaluran Gas Bumi Berjalan Optimal

PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Penyaluran Gas Bumi Berjalan Optimal

PGN
PGN Andalkan Offtake Tandes untuk Penyaluran Gas Bumi di Wilayah Surabaya

PGN Andalkan Offtake Tandes untuk Penyaluran Gas Bumi di Wilayah Surabaya

PGN
FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Bukti PGN Perkuat Layanan Gas Bumi 

FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Bukti PGN Perkuat Layanan Gas Bumi 

PGN
Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Siap Beroperasi Akhir 2025

Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Siap Beroperasi Akhir 2025

PGN
Pertagas Raih Penghargaan Tertinggi dan 6 Penghargaan Lain di CSR PDB Award 2025

Pertagas Raih Penghargaan Tertinggi dan 6 Penghargaan Lain di CSR PDB Award 2025

PGN
PGN Komitmen Jaga Keandalan Infrastruktur Stasiun Gas Bojonegara di Cilegon

PGN Komitmen Jaga Keandalan Infrastruktur Stasiun Gas Bojonegara di Cilegon

PGN
Kontribusi Aktif PGN Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan

Kontribusi Aktif PGN Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan

PGN
PGN Perkuat Infrastruktur Jaringan Gas Bumi, Dorong Swasembada dan Transisi Energi Bersih

PGN Perkuat Infrastruktur Jaringan Gas Bumi, Dorong Swasembada dan Transisi Energi Bersih

PGN
Tingkatkan Layanan Gas Bumi Sumut, PGN Gagas Bangun

Tingkatkan Layanan Gas Bumi Sumut, PGN Gagas Bangun "Mother Station CNG" di Medan

PGN
PGN Ajak Jurnalis Naik Taksi BBG dalam Roadshow AJP 2025 Teritori Jatimbalinus

PGN Ajak Jurnalis Naik Taksi BBG dalam Roadshow AJP 2025 Teritori Jatimbalinus

PGN
City Gas Tour 2025 Sambangi Dumai dan Pekanbaru, PGN Sosialisasikan Keunggulan Gas Bumi

City Gas Tour 2025 Sambangi Dumai dan Pekanbaru, PGN Sosialisasikan Keunggulan Gas Bumi

PGN
PGN Masuk Daftar Top 50 BigCap PLCs, Bukti Konsistensi Tata Kelola Berintegritas

PGN Masuk Daftar Top 50 BigCap PLCs, Bukti Konsistensi Tata Kelola Berintegritas

PGN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com