PGN Fokus Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi Domestik Jangka Panjang

Kompas.com - Kamis, 31 Oktober 2019
PGN Fokus Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi Domestik Jangka PanjangDok. Humas PGNPGN terus mendukung keandalan sistem pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian Selatan dengan mengalirkan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Talangduku, Palembang dan Lampung

KOMPAS.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk. ( PGN) tetap berkomitmen terhadap pengembangan infrastruktur gas dan utilisasi domestik di tengah tantangan bisnis hilir gas bumi.

Terkait dengan surat Menteri ESDM mengenai penundaan penyesuaian harga gas PGN untuk pelanggan Komersial Industri, PGN meyakini gas bumi masih menjadi salah satu sumber energi yang paling efisien di Indonesia.

Harga gas yang disalurkan PGN juga masih sangat kompetitif di kawasan Asia.

Harga tersebut pun mengacu pada regulasi yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM No 58 Tahun 2017 yang telah disesuaikan melalui Peraturan Menteri ESDM No 14 Tahun 2019.

Baca juga: Kenaikan Harga Gas Ditunda, PGN Lakukan Sosialisasi kepada Pelanggan

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, mengatakan PGN memutuskan tidak menaikkan harga gas bumi selama 7 tahun terakhir.

Langkah itu diambil, imbuh dia, untuk mendukung daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“PGN memutuskan tidak melakukan penyesuaian dalam rentang waktu tersebut untuk mendukung penuh kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah dan peningkatan pemanfaatan gas bumi nasional,” kata Rachmat dalam pernyataan tertulis, Kamis (31/10/2019).

Subsidi terbatas

Namun demikian, PGN menyadari insentif untuk konsumen di seluruh sektor itu tidak dapat dipertahankan terus menerus.

Pasalnya, PGN mempunyai tanggung jawab untuk memperluas pemanfaatan gas bumi yang membutuhkan pembangunan infrastruktur yang massif.

PGN juga berupaya keras untuk membangun infrastruktur-infrastruktur gas bumi yang menjangkau wilayah-wilayah ekonomi baru.

“Sejalan juga dengan potensi cadangan minyak dan gas ke depan yang didominasi oleh cadangan gas bumi. Untuk itu, perlu pembangunan infrastruktur jaringan pipa dan infrastruktur non pipa agar utilisasi gas domestik dapat terjadi dan dapat menekan secara signifikan defisit neraca migas,” katanya.

Jaringan gas bumi

PGN pun berfungsi sebagai agen pembangunan dalam meningkatkan akses gas bumi, melalui jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas).

Adapun target jargas tumbuh sampai angka 4,7 juta sambungan rumah tangga dari kondisi eksisting.

Pembangunan itu, ujar dia, tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Ia menjelaskan, PGN tidak pernah menaikkan harga gas kepada pelanggan industri sejak 2013.

PGN mulai menyalurkan gas bumi (gas in) ke pabrik infus milik PT Emjebe Pharma di Pasuruan, Jawa Timur, sejak Kamis (3/5/2018).Dok. Humas PGN PGN mulai menyalurkan gas bumi (gas in) ke pabrik infus milik PT Emjebe Pharma di Pasuruan, Jawa Timur, sejak Kamis (3/5/2018).

Sementara itu, biaya pengadaan gas yang merupakan harga pokok pembelian, biaya operasional, dan nilai tukar terus meningkat.

Selain itu, inflasi dan Upah Minimum Regional (UMR) ikut berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“PGN juga berkomitmen untuk tidak membebani keuangan negara yang terwujud dengan kegiatan bisnis hilir yang dilakoni PGN adalah kegiatan bisnis migas bebas subsidi,” ujar Rachmat.

Dengan beban biaya yang terus meningkat, tentunya ruang bagi PGN untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi menjadi makin terbatas.

Pasalnya, ujar dia, sebagian besar pembangunannya adalah menggunakan dana internal korporasi.

Sementara itu, sentra-sentra industri baru seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur banyak yang belum terjamah gas bumi.

Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk, (PGN) sedang mengecek gas meter pelanggan jaringan gas rumah tangga.DOK. Humas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk, (PGN) sedang mengecek gas meter pelanggan jaringan gas rumah tangga.

Hingga kini, PGN telah membangun jaringan gas hingga lebih dari 10 ribu kilometer (km).

Panjang pipa gas PGN itu hampir dua sampai empat kali lipat dibandingkan jaringan gas di wilayah Asia Tenggara.

Menurut Rachmat, semakin panjang jaringan pipa yang dikelola oleh suatu badan usaha, maka biaya pengelolaan dan perawatannya menjadi besar.

“Setiap tahun, biaya komponen itu juga terus naik. Rencana penyesuaian harga gas yang akan dilakukan oleh PGN, lanjutnya, juga sudah dikaji secara matang dengan memperhitungkan banyak aspek, termasuk dari sisi kemampuan konsumen industri sendiri,” ujarnya.

Sebagai pionir pemanfaatan gas dan pembangunan infrastruktur gas bumi, PGN selama ini telah mengambil banyak risiko, seperti pasokan maupun pasar yang cenderung fluktuatif dan tidak pasti.

Meteran Jargas di komplek pesantren Assalafiyah Kota Pasuruan Jawa TimurKOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Meteran Jargas di komplek pesantren Assalafiyah Kota Pasuruan Jawa Timur

Untuk memitigasinya, PGN telah membangun terminal LNG di beberapa lokasi untuk meregasifikasi LNG yang berasal dari berbagai sumber.

Selain itu, pengembangan infrastruktur gas bumi akan diarahkan untuk mendukung program pemerintah, khususnya di bidang industri untuk menunjang pengembangan kawasan-kawasan industri sesuai dengan road map nasional.

Pengembangan industri hilir ke depan, lanjut dia, diprioritaskan pada keberlangsungan investasi hilir gas bumi serta mempertimbangkan daya beli industri nasional.

“Hal itu sejalan dengan paradigma pemerintah yang menempatkan gas bumi dapat menjadi driver pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Sambut
Sambut "New Normal", PGN Siapkan Skenario "Back to Office"
PGN
Sediakan Listrik untuk Industri, PGN dan Pertamina EP Sepakati Penyesuaian Harga Gas Bumi
Sediakan Listrik untuk Industri, PGN dan Pertamina EP Sepakati Penyesuaian Harga Gas Bumi
PGN
Pastikan Layanan Gas Aman Selama Idul Fitri, PGN Bentuk Tim yang Standby 24 Jam
Pastikan Layanan Gas Aman Selama Idul Fitri, PGN Bentuk Tim yang Standby 24 Jam
PGN
Dirut PGN Siap Jalankan Ketetapan Harga Gas Industri
Dirut PGN Siap Jalankan Ketetapan Harga Gas Industri
PGN
Dalam RUPST, PGN Pastikan Bagikan Deviden Rp 1,007 Triliun Lebih
Dalam RUPST, PGN Pastikan Bagikan Deviden Rp 1,007 Triliun Lebih
PGN
Konsumsi Gas Semarang Meningkat di Tengah Pandemi, PGN Pastikan Pasokan Gas Aman
Konsumsi Gas Semarang Meningkat di Tengah Pandemi, PGN Pastikan Pasokan Gas Aman
PGN
Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring
Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring
PGN
Potensi Industri Tinggi, PGN Alirkan Gas ke Pelanggan Baru di Dumai
Potensi Industri Tinggi, PGN Alirkan Gas ke Pelanggan Baru di Dumai
PGN
Sejalan dengan PLN, Ini Upaya PGN Dukung Aktivitas Masyarakat di Rumah
Sejalan dengan PLN, Ini Upaya PGN Dukung Aktivitas Masyarakat di Rumah
PGN
PGN Anggarkan Bantuan Rp 1,3 Miliar untuk Penanganan Pandemi Covid-19
PGN Anggarkan Bantuan Rp 1,3 Miliar untuk Penanganan Pandemi Covid-19
PGN
Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona
Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona
PGN
Di Tengah Pandemi Covid-19, PGN Tetap Jaga Kestabilan Aliran Gas dan Kualitas Layanan
Di Tengah Pandemi Covid-19, PGN Tetap Jaga Kestabilan Aliran Gas dan Kualitas Layanan
PGN
Selama 3 Bulan, PGN akan Salurkan Gas ke RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran
Selama 3 Bulan, PGN akan Salurkan Gas ke RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran
PGN
Di Tengah Wabah Corona, PGN Tetap Berupaya Selesaikan Proyek Strategis
Di Tengah Wabah Corona, PGN Tetap Berupaya Selesaikan Proyek Strategis
PGN
Dukung Industri Nasional, PGN akan Perluas Jaringan Infrastruktur Gas ke Daerah
Dukung Industri Nasional, PGN akan Perluas Jaringan Infrastruktur Gas ke Daerah
PGN