Ratusan Konverter Kit Dibagikan Gratis di Lampung

Kompas.com - 18/08/2017, 11:48 WIB
Kurniasih Budi

Penulis


KOMPAS.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) membagikan konverter kit untuk angkutan kota (angkot) dan taksi serta mobil dinas Pemerintah Provinsi Lampung. Sebanyak 116 konverter kit dibagikan secara gratis.
 
Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan, pembagian dan pemasangan konverter kit di Lampung adalah bagian dari peran aktif perusahaan untuk mendukung Pemerintah dalam konversi bahan bakar minyak ke gas bumi di berbagai sektor perekonomian, salah satunya sektor transportasi.

“PGN sebagai BUMN Gas Bumi terus berupaya untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi secara nasional, termasuk salah satunya di wilayah operasional PGN di Provinsi Lampung dengan membagikan dan memasang konverter kit secara gratis untuk kendaraan dinas pemerintah dan kendaraan umum di Lampung,” ujar Jobi di Bandar Lampung, Rabu (16/8/2017) dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Jobi mengatakan, sosialisasi pembagian konverter kit oleh PGN selan dengan sejumlah aturan pemerintah antara lain Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No.8103.K/12MEM/2016 tanggal 30 Desember 2016 tentang Penugasan kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dalam Penyediaan, Pendistribusian, dan Pemasangan Paket Konverter Kit untuk Kendaraan Dinas dan Kendaraan Bermotor Angkutan Penumpang Umum Tahun 2017.

 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk berkomitmen mendukung penggunaan gas bumi yang bersih dan hemat. PGN membagikan konverter kit untuk kendaraan umum dan mobil dinas Pemerintah Lampung, Rabu (16/8/2017). PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk berkomitmen mendukung penggunaan gas bumi yang bersih dan hemat. PGN membagikan konverter kit untuk kendaraan umum dan mobil dinas Pemerintah Lampung, Rabu (16/8/2017).

“Kami berharap pembagian dan pemasangan konverter kit di Lampung dapat menjadikan gas bumi sebagai energi pilihan bagi masyarakat, terutama di Lampung. Dengan ini, masyarakat telah berperan serta dalam menggunakan energi baik yang lebih ramah lingkungan, aman, dan efisien,” ujarnya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Lampung Prihantono G Zain menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung mendukung program konversi bahan bakar minyak ( BBM) ke bahan bakar gas (BBG) yang digagas Kementerian ESDM. Program ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan energi di Provinsi Lampung.

Setelah sebelumnya empat pembangkit listrik di Lampung menggunakan gas bumi dari PGN, kali ini Kementerian ESDM membagikan konverter kit ke kendaraan dinas dan kendaraan umum di Lampung.

"Harapan kami, program ini dapat menjadi pendorong masyarakat di Lampung beralih menggunakan BBG yang lebih hemat, bersih dan aman, sehingga makin meningkatkan ketahanan energi di Lampung,” kata Prihantono.

Dalam keputusan Menteri ESDM, PGN menjalankan dua kontrak pembagian konverter kit dengan pendanaan APBN yang bersifat single year pada 2017. Pembagian dan pemasangan konverter kit di Lampung termasuk dalam Paket III yang juga dibagikan di wilayah lainnya antara lain DKI Jakarta I (termasuk Bekasi), Batam, dan Bogor.

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk membagikan dan memasang konverter kit pada mobil dinas Pemerintah Lampung serta kendaraan umum di Bandar Lampung, Rabu (16/8/2017) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk membagikan dan memasang konverter kit pada mobil dinas Pemerintah Lampung serta kendaraan umum di Bandar Lampung, Rabu (16/8/2017)

Adapun Paket IV dibagikan ke wilayah DKI Jakarta II (termasuk Bekasi), Bandung, Sukabumi, Purwakarta, Surabaya, dan Gresik. PGN juga sedang mengusulkan penambahan wilayah ke Cilegon dan Serang.

Konverter kit yang dibagikan merupakan jenis Type 4 asal Italia dengan Volume Tube Skid 5-66WLC berasal dari Norwegia yang bisa menampung gas bumi hingga sekitar 15 liter setara premium (LSP).

Pada tahun ini, PGN menyerahkan sebanyak 2.021 konverter kit di 12 lokasi SPBG dan MRU di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk Lampung sendiri sebanyak 116 konverter kit.

Sementara pembagian konverter kit di lokasi lainnya adalah SPBG Klender sebanyak 302 unit, SPBG Bogor 89 unit, SPBG Batam 307 unit, SPBG Pondok Ungu 280 unit, MRU IRTI Monas 195 unit, MRU Grogol 105 unit, SPBG Sukabumi 63 unit, SPBG Purwakarta 116 unit, MRU Bandung 155 unit, SPBG Ngagel 284 unit, dan 9 unit di MRU Gresik.

Terkini Lainnya
Ubah

Ubah "Stranded Gas" Jadi Energi Bernilai, PGN Amankan Pasokan Baru dari Lapangan Sengeti

PGN
PGN Gandeng Kementerian ESDM Perluas Akses Gas Bumi di Yogyakarta lewat Inovasi CNG Clustering

PGN Gandeng Kementerian ESDM Perluas Akses Gas Bumi di Yogyakarta lewat Inovasi CNG Clustering

PGN
PGN Targetkan 3.008 Sambungan GasKita di Cirebon pada 2026

PGN Targetkan 3.008 Sambungan GasKita di Cirebon pada 2026

PGN
PGN Gelar Bedah Dapur GasKita 2026, Pelanggan Baru Berkesempatan Dapat Renovasi

PGN Gelar Bedah Dapur GasKita 2026, Pelanggan Baru Berkesempatan Dapat Renovasi

PGN
Sabet HR Asia Awards 2026, PGN Ungkap Strategi Jaga Loyalitas 2.700 Karyawan

Sabet HR Asia Awards 2026, PGN Ungkap Strategi Jaga Loyalitas 2.700 Karyawan

PGN
SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Produksi Diproyeksikan Capai 5.126 BOPD

SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Produksi Diproyeksikan Capai 5.126 BOPD

PGN
PGN Gandeng Pertagas Resmikan CISEM II, Perkuat Fondasi Bisnis dan Infrastruktur Energi

PGN Gandeng Pertagas Resmikan CISEM II, Perkuat Fondasi Bisnis dan Infrastruktur Energi

PGN
PGN Kuasai 91 Persen Pasar Gas Nasional, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

PGN Kuasai 91 Persen Pasar Gas Nasional, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

PGN
PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen

PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen

PGN
Gebrakan PGN di IPA Convex 2026, Siap Garap Studi Transportasi CO2 untuk Pengembangan Blue Ammonia 

Gebrakan PGN di IPA Convex 2026, Siap Garap Studi Transportasi CO2 untuk Pengembangan Blue Ammonia 

PGN
Optimalkan Pemanfaatan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi Blok Masela

Optimalkan Pemanfaatan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi Blok Masela

PGN
Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

PGN
PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN
PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN
SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

PGN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com