KOMPAS.com - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil merelokasi 11 perwira (Pertamina Wira/pekerja) yang bekerja di Basra, Irak dan 8 orang di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Proses evakuasi dari Basra, Irak ke Jakarta membutuhkan waktu minimal 14 hari.
Relokasi memakan waktu panjang karena adanya penutupan sejumlah bandara internasional, seperti di Kuwait City, Dubai, dan Doha.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Awang Lazuardi mengatakan bahwa kondisi geopolitik yang dinamis memengaruhi operasi Pertamina di Irak.
Baca juga: Amerika Perang Lagi di Irak Lawan Musuh Lama, Memori 2003 Terulang
“Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Pertamina, serta dukungan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha menegaskan bahwa keselamatan perwira merupakan prioritas utama perusahaan.
PIEP menjalankan seluruh prosedur health, safety, security, and environment (HSSE) serta business continuity plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina holding, subholding upstream, dan otoritas terkait.
Baca juga: Peringati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Patra Budayakan HSSE
“Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” kata Syamsu.
Ia menegaskan bahwa pihaknya melakukan asesmen contingency plan rute evakuasi untuk memudahkan evakuasi jika ada penutupan airspace.
PT Pertamina Irak Eksplorasi dan Produksi (PIREP) bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Baca juga: Seberapa Siap RI Hadapi Krisis Pasokan Minyak akibat Perang Iran?
Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, Kuwait City, Riyadh, Abu Dhabi, serta Kemenlu untuk memonitor perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di Timur Tengah.
Adapun proses evakuasi perwira PIREP dimulai dengan perjalanan darat dari Basra menuju perbatasan di Safwan dan masuk ke negara Kuwait, dilanjutkan menuju Dammam, Saudi Arabia.
Selanjutnya, seluruh personel menempuh perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan dilanjutkan ke Indonesia. Sebagian personel tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026, sedangkan sisanya baru tiba 11 Maret 2026.
Baca juga: Kemenhaj-KJRI Kawal Kepulangan Jemaah Umrah di Bandara Jeddah
Proses evakuasi tim Pertamina yang cepat dan sigap mendapat apresiasi dari para diaspora yang bekerja untuk oil company lain. Pertamina dinilai sangat mengutamakan keselamatan pekerjanya.
Tak hanya memastikan keselamatan personel, PIEP juga menghubungi keluarga seluruh perwira PIREP untuk menyampaikan kondisi terkini secara langsung, sekaligus menyediakan saluran komunikasi hotline 24 jam untuk memastikan keluarga memperoleh informasi dan dukungan yang diperlukan.