KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) mendorong usaha mikro kecil menengah ( UMKM) untuk meningkatkan pemasaran produknya melalui partisipasi aktif di berbagai pameran strategis selama Ramadhan 1447 Hijriah (H)/2026 Masehi (M).
Upaya itu diwujudkan dengan melibatkan puluhan UMKM binaan Pertamina di Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi (Jabotabek) melalui tiga kegiatan besar.
Partisipasi dan kepedulian Pertamina dalam pengembangan UMKM agar semakin berdaya dan kompetitif juga membuat perusahaan meraih berbagai penghargaan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan, Ramadhan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Pada periode tersebut, konsumsi masyarakat biasanya meningkat, mulai dari pembelian lauk-pauk untuk berbuka puasa, busana, alat ibadah, hingga hampers atau bingkisan Lebaran.
Baca juga: Penjelasan Pertamina Soal Stok BBM 20 Hari: Bisa Penuhi Lonjakan Konsumsi 20 Kali Lipat
Dengan mengikuti pameran selama Ramadhan, kata Baron, produk-produk UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan diterima masyarakat.
“Dengan demikian, partisipasi UMKM membuka akses pasar yang lebih luas agar produk lokal semakin dikenal dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (6/3/2026).
Pada 2–6 Maret 2026, sebanyak 20 UMKM binaan serta enam UMKM lainnya mengikuti Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) Ramadan di Grha Pertamina, Jakarta.
Ribuan pekerja Pertamina meminati produk UMKM yang bergerak di bidang kuliner, fesyen, dan perhiasan.
Baron mengatakan, pameran di gedung perkantoran tersebut memanfaatkan peluang untuk menawarkan makanan dan minuman kepada pekerja yang tidak sempat menyiapkan hidangan di rumah.
Baca juga: Pertamina Luruskan Miskonsepsi Stok 20 Hari: Itu Standar Nasional, Bukan Sisa Pasokan
“Produk fesyen dan perhiasan juga laris manis untuk persiapan Lebaran atau pun berlibur," jelasnya.
Partisipasi pameran UMKM juga berlanjut pada Pameran Dhawafest di Kementerian Keuangan dengan melibatkan 12 UMKM dari sektor kerajinan, makanan dan minuman, serta fesyen Muslim pada 4–6 Maret 2026.
Pameran yang diselenggarakan di lingkungan kementerian itu tidak hanya dikunjungi para pekerja di lingkungan kementerian, tetapi juga tamu-tamu yang datang ke gedung tersebut.
Pada pembukaan Dhawafest, Rabu (4/3/2026), Pertamina juga menerima penghargaan atas partisipasi dan kepeduliannya terhadap pengembangan UMKM.
Penghargaan tersebut diserahkan Ida Yulidina Purbaya kepada Ketua Umum Persatuan Wanita Patra Pertamina Priscilia Simon Mantiri.
Baca juga: Pesan Berantai Picu Panic Buying BBM di Aceh, Pertamina Pastikan Stok Aman
Pada 5–8 Maret 2026, Pertamina juga berpartisipasi dalam Indonesia International Furniture Expo (IFEX) di ICE BSD City, Tangerang.
Sebanyak enam UMKM dari sektor furnitur dan kerajinan berorientasi ekspor ikut memasarkan produknya, termasuk untuk peluang pemasaran dalam jumlah besar maupun ekspor ke mancanegara.
Pertamina juga akan terlibat dalam Bazaar Ramadan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berlangsung pada 10–12 Maret 2026 menjelang libur Lebaran.
Pameran tersebut akan menghadirkan enam UMKM dari sektor makanan dan minuman serta fesyen busana Muslim.
Berbagai partisipasi Pertamina dalam memberdayakan UMKM diharapkan dapat memperkuat sinergi antara badan usaha milik negara (BUMN) dan kementerian dalam mendukung ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan peluang penjualan selama Ramadhan.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Sebut Stok BBM Aman Sampai 13 Hari, Warga Jember Diminta Tenang
Baron mengatakan, melalui rangkaian pameran tersebut Pertamina berharap UMKM binaannya memperoleh manfaat nyata, seperti peningkatan omzet, perluasan jejaring bisnis, serta peningkatan kapasitas dalam memenuhi standar pasar yang lebih luas.
“Program pemberdayaan UMKM ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat langsung adalah Kartini, pemilik UMKM Pempek Syamil asal Palembang.
Kartini mengatakan, dengan berpartisipasi dalam SMEXPO Ramadan di Grha Pertamina, dia mempunyai peluang besar untuk memperkenalkan produk khas daerah kepada pasar yang lebih luas.
“Keikutsertaan kami dalam SMEXPO Ramadan sangat membantu memperluas jangkauan pelanggan dan meningkatkan penjualan,” ungkapnya.
Baca juga: Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying BBM, Stok Aman dan Distribusi Lancar
Kartini menilai dukungan Pertamina tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM untuk terus berkembang dan bersaing.
Dengan semangat “Ramadan Berkah, Lokal Berdaya”, Pertamina optimistis UMKM Indonesia dapat terus tumbuh menjadi pilar penting perekonomian nasional sekaligus membawa produk lokal semakin dikenal di tingkat global.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina juga berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Selain itu, Pertamina terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola perusahaan, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan kelestarian lingkungan dengan menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasinya, berkoordinasi dengan danantaraindonesia.co.id.
Baca juga: Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes