Sejalan Dengan Asta Cita Pemerintah, Pertamina Dukung Pengembangan Geotermal

Kompas.com - 15/03/2025, 12:44 WIB
Aditya Mulyawan

Penulis

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk mendukung swasembada energi yang diprogramkan sesuai Asta Cita pemerintah.

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengatakan bahwa salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pengelolaan energi di area operasional Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), tepatnya di kawasan Kamojang, Bandung, yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy ( PGE) Tbk.

“Saya merasa bangga bisa melihat langsung satu tempat yang berkontribusi bagi Indonesia dalam mendukung swasembada energi. Ini bagian dari semangat Asta Cita,mewujudkan swasembada energi,” terang Iriawan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (15/3/2025).

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi Geothermal nomor dua terbesar di dunia.

Simon pun mengajak semua pihak terkait untuk sama-sama bisa mendorong pengembangan geotermal.

“Sesuai Asta Cita Pemerintah, salah satunya adalah mengembangkan aspek geotermal, “ ujar Simon.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan, sebagai motor transisi energi, Pertamina NRE berkomitmen untuk mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan.

Langkah tersebut diambil guna mendukung ketahanan energi nasional serta pencapaian target keberlanjutan sebagai bagian dari transformasi Pertamina menuju perusahaan energi berkelanjutan.

Direktur Utama PT PGE Tbk Julfi Hadi menambahkan, Pertamina mempunyai potensi geotermal yang sangat besar.

Mochamad Iriawan berbincang dengan tim operasional di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan fasilitas dalam mendukung transisi energi bersih.Dok. Pertamina Mochamad Iriawan berbincang dengan tim operasional di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan fasilitas dalam mendukung transisi energi bersih.

Area Kamojang bukan hanya sebagai ikon PGE, Pertamina, atau Indonesia semata, melainkan juga ikon dunia. Pasalnya, area ini adalah salah satu dari empat lapangan uap kering di dunia.

“Dalam aspek geotermal, Indonesia memiliki indigenous resources. Karena itu, PT PGE Tbk memiliki mimpi menjadi The Leading Geothermal Producer In The World,” harap Julfi.

Kawah Kamojang terletak pada ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut. Kawah ini merupakan salah satu Kawasan geotermal aktif yang terkenal di Indonesia, dengan suhu uap yang dapat mencapai 140 derajat Celsius.

Kawasan tersebut juga menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTP) Kamojang yang telah beroperasi sejak 1983 dan memiliki kapasitas sekitar 200 megawatt (MW).

Area sumber energi lain di Kamojang, seperti PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Unit 5 PGE Kamojang, merupakan bagian dari proyek pengembangan energi geotermal untuk menghasilkan listrik dari sumber panas bumi.

Berdiri sejak 2015 dan beroperasi menyalurkan listrik 35 MW, PLTP Kamojang sudah dikenal sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar dan tertua di Indonesia.

Tim Pertamina meninjau ruang kontrol PLTP Kamojang dalam rangka evaluasi operasional dan efektivitas pengelolaan energi panas bumi sebagai bagian dari komitmen Pertamina dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.Dok. Pertamina Tim Pertamina meninjau ruang kontrol PLTP Kamojang dalam rangka evaluasi operasional dan efektivitas pengelolaan energi panas bumi sebagai bagian dari komitmen Pertamina dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Unit 5 berfungsi untuk meningkatkan kapasitas produksi energi listrik di Kamojang, yang sebelumnya sudah memiliki beberapa unit pembangkit lainnya.

Geothermal Information Center (GIC) di Kamojang, yang dikelola oleh PT PGE Tbk, merupakan pusat informasi yang dirancang untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi dan pemanfaatan geotermal. Fasilitas ini juga berperan dalam mendukung keberlanjutan energi di Indonesia.

Gelar Safari Ramadhan

PT Pertamina (Persero) menggelar rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1446 H (Hijriah) dengan tema “Harmoni Merangkai Energi” di beberapa kota di Indonesia.

Pada kesempatan rangkaian kunjungan kerja sekaligus Safari Ramadhan di Bandung, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan bahwa Pertamina memaknai Ramadhan sebagai momen untuk menyatukan semangat dan kolaborasi.

“Kita diberi kesempatan untuk membangun keharmonisan, baik antara rekan kerja maupun dengan masyarakat sekitar. Dengan kebersamaan ini diharapkan kita dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan maupun demi bangsa dan negara,” tutur Simon.

Terkini Lainnya
Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jabar hingga Jakarta

Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jabar hingga Jakarta

Pertamina
Mengintip Pengujian Berlapis BBM Pertamina di Integrated Terminal Balongan

Mengintip Pengujian Berlapis BBM Pertamina di Integrated Terminal Balongan

Pertamina
Perkuat Hilirisasi Petrokimia Nasional, Polytama Andalkan Bahan Baku Kilang Pertamina

Perkuat Hilirisasi Petrokimia Nasional, Polytama Andalkan Bahan Baku Kilang Pertamina

Pertamina
Kenal Lebih Dekat Terminal Khusus Kilang Balongan, Penopang Distribusi Energi Indonesia

Kenal Lebih Dekat Terminal Khusus Kilang Balongan, Penopang Distribusi Energi Indonesia

Pertamina
PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Garam Perkuat Sinergi Hilirisasi Garam

PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Garam Perkuat Sinergi Hilirisasi Garam

Pertamina
Pertamina Gandeng Kementerian ESDM dan Seruni KMP Sediakan Akses Air Bersih di Kampung Tambat, Merauke

Pertamina Gandeng Kementerian ESDM dan Seruni KMP Sediakan Akses Air Bersih di Kampung Tambat, Merauke

Pertamina
Tancap Gas dari Awal 2026, Elnusa Percepat Eksplorasi Migas di Indonesia Timur lewat Teknologi Canggih

Tancap Gas dari Awal 2026, Elnusa Percepat Eksplorasi Migas di Indonesia Timur lewat Teknologi Canggih

Pertamina
Ingin UMKM Naik Kelas? Ini Program Pendampingan Pertamina

Ingin UMKM Naik Kelas? Ini Program Pendampingan Pertamina

Pertamina
Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna Rp 900 Juta untuk 100 Pelaku UMK

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna Rp 900 Juta untuk 100 Pelaku UMK

Pertamina
Inovasi Pertadex Kilang Pertamina Raih Penghargaan di IPITEX Thailand 2026

Inovasi Pertadex Kilang Pertamina Raih Penghargaan di IPITEX Thailand 2026

Pertamina
Pertamina Sukses Gelar Satgas Nataru, Siap Hadapi Ramadhan 1447 Hijriah

Pertamina Sukses Gelar Satgas Nataru, Siap Hadapi Ramadhan 1447 Hijriah

Pertamina
Mengenal RDMP Balikpapan, dari Sejarah Sumur Mathilda hingga Jadi Garda Terdepan Energi Indonesia Timur

Mengenal RDMP Balikpapan, dari Sejarah Sumur Mathilda hingga Jadi Garda Terdepan Energi Indonesia Timur

Pertamina
Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

Pertamina
Pertapreneur Aggregator 2025, Upaya Pertamina Bangun UMKM Pangan Berdaya Saing

Pertapreneur Aggregator 2025, Upaya Pertamina Bangun UMKM Pangan Berdaya Saing

Pertamina
Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan Ciptakan Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM

Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan Ciptakan Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com