KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat peran kereta api public service obligation (PSO) sebagai transportasi publik yang aman, terjangkau, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Penguatan tersebut dilakukan melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan pada layanan Pasar Senen–Lempuyangan pulang pergi (PP) dan KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen PP.
Selain itu, KAI juga menghadirkan Kereta Petani-Pedagang pada lintas Rangkasbitung–Merak dan KA Cikuray.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang dihadirkan agar layanan kereta api semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan harian.
Layanan tersebut menyasar petani, pedagang, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), pekerja, pelajar, keluarga, serta masyarakat yang membutuhkan akses produktif dengan biaya terjangkau.
“Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi. Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan,” ujar Anne dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Rel Kereta Api Lampung, Tulang Punggung Logistik Sumatera yang Usianya Lebih dari Seabad
Kereta Ekonomi Kerakyatan mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen PP pada masa Angkutan Lebaran 2026, yakni periode 11 Maret hingga 5 April 2026.
Pada periode tersebut, layanan itu mencatat 24.398 pelanggan. Rinciannya, sebanyak 12.262 pelanggan menggunakan relasi Lempuyangan–Pasar Senen dan 12.136 pelanggan menggunakan relasi Pasar Senen–Lempuyangan.
Setelah itu, Kereta Ekonomi Kerakyatan juga diterapkan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen PP. KA Cikuray sendiri pertama kali beroperasi pada 25 Maret 2022.
Sejak 11 Juni 2026, KA Cikuray dilayani dengan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang. Layanan tersebut diluncurkan di Stasiun Garut bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Kabupaten Garut.
Pada periode 11–17 Juni 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang di KA Cikuray mencatat 10.448 pelanggan. Jumlah itu terdiri atas 10.426 pelanggan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan 22 pelanggan Kereta Petani-Pedagang.
Secara rinci, KA 299A relasi Garut–Pasar Senen melayani 5.700 pelanggan, sedangkan KA 300A relasi Pasar Senen–Garut melayani 4.726 pelanggan.
Baca juga: Siswi Garut Gagal Kuliah, Data Pendidikan Diduga Dimanipulasi hingga Hilang dari Sistem
Adapun KA 299PP relasi Garut–Pasar Senen melayani 10 pelanggan petani-pedagang dan KA 300PP relasi Pasar Senen–Garut melayani 12 pelanggan petani-pedagang.
Dengan penerapan pada KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen PP dan KA Cikuray, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 34.824 pelanggan berdasarkan data periode 11 Maret–5 April 2026 dan 11–17 Juni 2026.
“Angka ini menunjukkan masyarakat merespons positif Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak awal diperkenalkan. Polanya memperlihatkan bahwa layanan dengan kapasitas tempat duduk lebih besar dan tarif terjangkau dibutuhkan pelanggan pada masa puncak perjalanan maupun lintas harian produktif,” kata Anne.
Kinerja KA Cikuray terus tumbuh sejak pertama beroperasi. Pada 2022, KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan. Jumlah itu meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada 2023, lalu 591.089 pelanggan pada 2024, dan mencapai 615.723 pelanggan pada 2025.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan. Secara kumulatif, KA Cikuray telah melayani 2.281.837 pelanggan sejak pertama beroperasi.
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian, yakni Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.
Baca juga: KA Cikuray Punya Kereta Petani-Pedagang, Tarif Garut-Pasar Senen Rp 45.000
Lintas tersebut menghubungkan sentra pertanian dan hortikultura di Garut, pusat pendidikan serta perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Purwakarta, Karawang, dan Cikarang, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional di Jakarta.
Sementara itu, layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen PP menghubungkan Yogyakarta, sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Cirebon, hingga Jakarta.
Lintas tersebut memiliki bangkitan pelanggan dari sektor pendidikan, pariwisata, perdagangan, pekerja, keluarga, serta perjalanan masyarakat pada masa libur Lebaran.
Menurut KAI, profil wilayah tersebut menunjukkan bahwa Kereta Ekonomi Kerakyatan relevan diterapkan pada lintas dengan permintaan perjalanan tinggi.
Garut memiliki potensi pertanian, hortikultura, UMKM, dan pariwisata. Bandung Raya menjadi pusat pendidikan, jasa, perdagangan, dan ekonomi kreatif.
Adapun Purwakarta, Karawang, serta Cikarang memiliki basis industri dan pekerja yang besar, sementara Bekasi dan Jakarta menjadi tujuan utama perjalanan kerja, pendidikan, perdagangan, serta layanan publik.
Baca juga: Resmikan RSUD, Prabowo Tegaskan Layanan Publik Tak Boleh Dikorupsi
Melalui formasi baru, KA Cikuray menggunakan enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang. Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil inovasi pengaturan tempat duduk oleh Balai Yasa Manggarai, dengan kapasitas 93 tempat duduk per kereta.
Dengan komposisi tersebut, satu rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dapat menyediakan 558 tempat duduk.
Balai Yasa Manggarai berperan dalam penyiapan sarana Kereta Ekonomi Kerakyatan. Inovasi dilakukan melalui penataan tempat duduk agar kapasitas layanan lebih optimal, perjalanan tetap tertib, serta tarif PSO dapat mendukung akses masyarakat terhadap transportasi publik yang terjangkau.
“Balai Yasa Manggarai menjadi bagian penting dari peningkatan layanan sarana penumpang. Melalui inovasi pengaturan tempat duduk pada Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI dapat mengoptimalkan kapasitas layanan dengan tetap menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keterjangkauan bagi pelanggan,” ujar Anne.
Sementara itu, Kereta Petani-Pedagang merupakan hasil inovasi sarana dari Balai Yasa Surabaya Gubeng. Kereta ini disiapkan dengan kapasitas 73 tempat duduk, ruang barang yang lebih tertata, kursi menyamping, serta pengaturan interior yang menyesuaikan kebutuhan petani, pedagang pasar, dan pelaku usaha kecil.
Balai Yasa Surabaya Gubeng berperan dalam penyiapan Kereta Petani-Pedagang, mulai dari penataan interior, ruang barang, pengaturan akses naik-turun, hingga aspek keselamatan perjalanan.
Baca juga: Mentan Sebut Dampak Positif Perang AS vs Iran: Ekspor Pertanian RI Naik
Sarana ini dirancang agar hasil pertanian, produk olahan, kerajinan, dan barang dagangan kecil dapat dibawa secara lebih tertib selama perjalanan.
Kereta Petani-Pedagang pertama kali melayani lintas Rangkasbitung–Merak sejak 1 Desember 2025.
Berdasarkan data terbaru periode 1 Desember 2025 hingga 17 Juni 2026, layanan ini telah digunakan 27.824 pelanggan.
Secara bulanan, Kereta Petani-Pedagang Rangkasbitung–Merak melayani 4.115 pelanggan pada Desember 2025, 4.535 pelanggan pada Januari 2026, 3.558 pelanggan pada Februari 2026, 3.249 pelanggan pada Maret 2026, 4.622 pelanggan pada April 2026, 4.937 pelanggan pada Mei 2026, dan 2.808 pelanggan pada 1–17 Juni 2026.
Pada lintas Rangkasbitung–Merak, Kereta Petani-Pedagang dirangkaikan dalam 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari. Jumlah tersebut terdiri atas tujuh perjalanan Merak–Rangkasbitung dan tujuh perjalanan Rangkasbitung–Merak.
Layanan tersebut melayani 11 stasiun, yakni Rangkasbitung, Jambu Baru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon, Krenceng, dan Merak.
Baca juga: ASDP Siapkan Armada Jelang Libur Sekolah, Tiket Merak-Bakauheni Didiskon
Bangkitan pelanggan Kereta Petani-Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak berasal dari wilayah permukiman, sentra pertanian, pasar tradisional, perdagangan lokal, kawasan industri, serta akses menuju Pelabuhan Merak.
Aktivitas pelanggan banyak terlihat di Cikeusal, Rangkasbitung, Serang, Cilegon, dan Merak yang selama ini menjadi simpul mobilitas masyarakat Banten.
“Di lintas Rangkasbitung–Merak, Kereta Petani-Pedagang membantu masyarakat membawa hasil tani, olahan makanan, kerajinan, dan barang dagangan kecil dengan lebih tertib. Manfaatnya dirasakan oleh pelanggan yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada perjalanan harian berbasis rel,” kata Anne.
Respons positif terhadap Kereta Petani-Pedagang terlihat sejak perjalanan perdana lintas Rangkasbitung–Merak. Sumarni, salah satu pedagang yang mengikuti perjalanan perdana, menyampaikan bahwa layanan tersebut memberi manfaat terhadap aktivitas usahanya.
“Ini sangat berpengaruh pada pendapatan harian kami,” ujar Sumarni.
Menurut Anne, suara pelanggan seperti Sumarni menunjukkan bahwa kebutuhan petani dan pedagang perlu diperhatikan dalam perencanaan layanan publik.
Baca juga: Resmikan RSUD, Prabowo Tegaskan Layanan Publik Tak Boleh Dikorupsi
“Bagi petani dan pedagang, perjalanan kereta api berkaitan langsung dengan kelancaran usaha mereka. Karena itu, layanan ini kami tata agar lebih tertib, aman, terjangkau, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Anne.
Untuk menggunakan Kereta Petani-Pedagang, pelanggan yang berprofesi sebagai petani atau pedagang dapat melakukan registrasi di loket stasiun yang melayani pendaftaran.
Pelanggan perlu membawa identitas diri, mengisi data, lalu diverifikasi oleh petugas. Setelah terdaftar, pelanggan dapat membeli tiket sesuai ketentuan, kuota, aturan barang bawaan, dan prosedur keselamatan yang berlaku.
Barang yang dapat dibawa meliputi hasil pertanian, produk olahan, kerajinan, serta barang dagangan kecil sesuai ketentuan. Pengaturan barang dilakukan agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tidak mengganggu pelanggan lain.
Dukungan pemerintah melalui skema PSO menjadi bagian penting dari keberlanjutan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang.
Pada KA Cikuray, dukungan PSO dari DJKA Kemenhub menjaga tarif relasi terjauh Garut–Pasar Senen tetap Rp 45.000.
Baca juga: Bupati Nonaktif Pati Sudewo Ajukan Eksepsi Usai Didakwa Korupsi DJKA dan Peras Calon Perangkat Desa
Sementara pada Kereta Petani-Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak, dukungan PSO membuat tarif tetap Rp 3.000 sehingga dapat diakses petani dan pedagang kecil.
“PSO memberi ruang bagi masyarakat untuk memiliki akses transportasi publik yang terjangkau. Ketika biaya perjalanan dapat ditekan, pelanggan memiliki ruang lebih besar untuk kebutuhan keluarga, pendidikan, usaha, dan aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Anne.
Ke depan, KAI akan melakukan evaluasi bertahap terhadap pengembangan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang.
Penentuan lintas berikutnya akan mempertimbangkan kesiapan sarana di Balai Yasa Manggarai dan Balai Yasa Surabaya Gubeng, pola operasi, keselamatan, kebutuhan pelanggan, potensi bangkitan wilayah, serta koordinasi dengan DJKA Kemenhub.
KAI memprioritaskan lintas yang memiliki potensi petani, pedagang pasar, UMKM, kawasan pendidikan, pekerja, pelanggan harian, serta konektivitas menuju pasar dan pusat aktivitas ekonomi. Relasi berikutnya akan ditetapkan setelah kajian operasional, kesiapan sarana, dan koordinasi dengan regulator selesai.
“Rel menghubungkan orang dengan peluang. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, pedagang memiliki pilihan perjalanan, pekerja dapat mengakses pusat aktivitas, dan keluarga memperoleh transportasi terjangkau, maka kereta api hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” tutur Anne.