Integrasi Antarmoda di Stasiun Yogyakarta Perkuat Peran KRL pada Libur Nataru 2025

Kompas.com - 03/01/2026, 20:31 WIB
ADW,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui KAI Commuter mencatat kinerja positif untuk layanan Kereta Rel Listrik ( KRL) Yogyakarta selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ( Nataru).

Pada periode Kamis (18/12/2025) hingga Rabu (31/12/2025), Commuter Line Yogyakarta melayani 439.971 penumpang. Angka ini meningkat 107 persen jika dibandingkan realisasi Nataru 2024 dengan rata-rata harian 31.427 penumpang.

Pada periode yang sama, Commuter Line Prameks relasi Yogyakarta–Kutoarjo juga mencatat kinerja solid dengan melayani 56.663 penumpang. Angka ini meningkat 107 persen jika dibandingkan realisasi Nataru 2024 dengan rata-rata harian 4.047 penumpang.

Capaian tersebut menegaskan peran KRL sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada periode libur akhir tahun ketika intensitas perjalanan meningkat.

KAIBaca juga: Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan volume penumpang selama Nataru dapat dilayani dengan baik berkat keandalan operasional KRL Yogyakarta.

Anne menuturkan, selama periode Nataru, KRL Yogyakarta mampu menjaga on time performance (OTP) konsisten di atas 99 persen.

“Keandalan ini memberikan kepastian perjalanan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas liburan, silaturahmi ataupun perjalanan harian,” ujar Anne dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (3/1/2026). 

Keandalan layanan Commuter Line Yogyakarta selama Nataru didukung oleh operasional 41 perjalanan per hari. Jumlah ini terdiri atas 31 perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur dan 10 perjalanan Commuter Line Prameks Yogyakarta–Kutoarjo.

Layanan tersebut menjangkau 17 stasiun di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Tarifnya juga tetap terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, yakni Rp 8.000 untuk Commuter Line Yogyakarta–Palur dan Rp 8.000 untuk Commuter Line Prameks.

Selama periode 18?31 Desember 2025, Commuter Line Yogyakarta mampu menjaga OTP di atas 99 persendok. KAI Selama periode 18?31 Desember 2025, Commuter Line Yogyakarta mampu menjaga OTP di atas 99 persen

Dari sisi aksesibilitas, Stasiun Yogyakarta berperan sebagai simpul integrasi antarmoda. Stasiun ini menghubungkan layanan KRL dengan kereta api jarak jauh, kereta bandara, serta moda transportasi lanjutan perkotaan.

Integrasi tersebut memudahkan pergerakan penumpang dari dan menuju pusat kota, kawasan pendidikan, hingga destinasi wisata. Pada periode lonjakan mobilitas seperti Nataru, integrasi antarmoda juga membantu meningkatkan efisiensi perjalanan.

Anne menambahkan bahwa kinerja positif selama Nataru turut mencerminkan kontribusi layanan KRL Yogyakarta dan Prameks sepanjang 2025.

Berdasarkan data operasional KAI Commuter Wilayah 6 di Daop 6, Commuter Line Yogyakarta melayani lebih dari 9 juta pelanggan. Sementara itu, Commuter Line Prameks melayani lebih dari 1,1 juta pelanggan.

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Catat Kenaikan Penumpang 8,5 Persen di 2025, Layani 11,8 Juta Orang

“Integrasi antarmoda dan konsistensi layanan sepanjang tahun menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas wilayah. KRL tidak hanya menghubungkan perjalanan, tetapi juga mendukung pergerakan ekonomi dan pariwisata daerah,” tutur Anne.

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang andal dan berkelanjutan, KAI melalui KAI Commuter mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan KRL sebagai pilihan utama mobilitas harian.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait jadwal perjalanan, tarif, serta pembaruan layanan KAI, Anda dapat mengaksesnya melalui Contact Center KAI 121, aplikasi Access by KAI, serta akun resmi media sosial KAI dan KAI Commuter.

Terkini Lainnya
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

Kereta Api Indonesia
Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com