KAI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang Terdampak Banjir

Kompas.com - 10/12/2025, 18:38 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 349.999.284 atau hampir Rp 350 juta untuk korban bencana ekologis di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Bantuan yang disalurkan melalui program KAI Quick Response itu difokuskan untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir parah di ketiga wilayah tersebut. 

Executive Vice President (EVP) of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji menegaskan, perusahaan terus mengedepankan empati dan kecepatan dalam merespons kondisi darurat.

Dia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan aktual di lapangan. 

“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat,” ujar Agus dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/12/2025).

Baca juga: KAI Kebut Perbaikan Jalur Medan - Binjai Yang Terdampak Banjir Sumatera

Dia mengatakan, seluruh bantuan tersebut merupakan komitmen KAI untuk terus hadir sebagai bagian dari masyarakat.

“Kami berharap rangkaian bantuan ini dapat memperkuat solidaritas serta membantu percepatan pemulihan di seluruh wilayah terdampak banjir,” ucap Agus.

Bantuan di Sumut dan Aceh

Adapun penyaluran bantuan di Sumut dilakukan di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Gedung Dharma Wanita Kota Medan pada 28 November 2025. 

Bantuan senilai Rp 50 juta berupa makanan siap saji, beras, mi instan, air minum, biskuit, selimut, sarung, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya diterima langsung oleh Wali Kota Medan dan Kepala BPBD Kota Medan.

Sementara itu, bantuan untuk Aceh disalurkan melalui beberapa tahap dan mencakup sejumlah kota. 

Baca juga: KAI Logistik Gratiskan Pengiriman Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Pada 29 November 2025, KAI menyerahkan bantuan senilai Rp 50 juta untuk masyarakat Langsa berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari.

Penyaluran berikutnya dilakukan pada 9 Desember 2025 di Banda Aceh dengan pemberian sembako dan kebutuhan pokok senilai Rp 50 juta.

Di Lhokseumawe, KAI menyiapkan bantuan tahap ketiga berupa paket sembako senilai Rp 50 juta berdasarkan pemetaan kebutuhan terbaru di daerah yang masih terdampak.

Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan untuk Medan dan Aceh mencapai Rp 200 juta.

Empat tahap bantuan untuk Sumbar

Sementara itu, dukungan untuk Sumbar mencapai Rp 149 juta yang disalurkan melalui empat tahap.

Tahap pertama dilakukan pada 27 November 2025 berupa sembako, sarung, selimut, dan terpal.

Baca juga: PT KAI Lakukan Pemetaan Wilayah Rawan untuk Waspadai Cuaca Ekstrem

Tahap kedua meliputi pemberian sembako, selimut, terpal, air mineral, family kits, dan tikar yang diserahkan ke BPBD Provinsi Sunbar bersama anggota DPRD setempat.

Tahap ketiga berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta penyediaan kantong jenazah sebagai dukungan pascabencana.

Tahap keempat memperkuat bantuan melalui penyerahan sembako kepada BPBD Sumatera Barat.

Selain menyasar masyarakat luas, KAI juga memberikan perhatian khusus kepada 155 pegawai KAI beserta keluarga yang terdampak banjir.

Paket kebutuhan pokok disalurkan untuk membantu pemulihan para pegawai di berbagai wilayah.

Baca juga: KAI Percepat Normalisasi Jalur Sumatera Pasca Banjir Demi Keselamatan Penumpang

Terkini Lainnya
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

Kereta Api Indonesia
Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com