HUT Ke-80 KAI: Dari Rel Pertama hingga Menyatukan Negeri dan Transformasi Digital yang Melayani

Kompas.com - 23/09/2025, 15:21 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Sejarah perkeretaapian Indonesia dimulai pada 17 Juni 1864 di Semarang dan menemukan momentum penting pada 28 September 1945, ketika para pejuang kereta api mengambil alih Kantor Pusat Kereta Api di Bandung.

Peristiwa bersejarah itu menandai lahirnya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) sekaligus ditetapkannya Hari Kereta Api Nasional.

Dari rel pertama yang dibangun di masa kolonial, kereta api kini menjelma menjadi urat nadi transportasi bangsa yang menyatukan negeri.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, sejak 28 September 1945, saat para pejuang kereta api mengibarkan bendera merah putih di kantor pusat Bandung, semangat itu terus hidup hingga kini.

"Dari semangat perjuangan itulah KAI menapaki jalan transformasi menuju layanan yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan,” ujar Anne Purba seperti dalam siaran persnya, Selasa (23/9/2025).

Baca juga: Ada Diskon 30 Persen, Ini Daftar Lengkap Promo Tiket Kereta dari KAI

Delapan dekade kemudian, PT Kereta Api Indonesia atau KAI bertransformasi menjadi perusahaan transportasi modern dengan layanan yang semakin digital, efisien, dan inklusif.

Pemesanan tiket kini didominasi kanal digital melalui aplikasi Access by KAI, dengan 17,2 juta transaksi sepanjang Januari–Agustus 2025, atau 71,73 persej dari total penjualan tiket.

Ekosistem layanan digital juga diperkuat dengan hadirnya fitur carbon footprint, integrasi moda seperti KA Bandara, Commuter Line, KA Lokal, LRT, hingga kereta cepat Whoosh, serta penggunaan face recognition boarding gate di 22 stasiun besar.

Transformasi ini berjalan seiring dengan capaian kinerja yang solid. Sepanjang Januari–Agustus 2025, KAI Group melayani 328,05 juta pelanggan, tumbuh 8,51 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Sementara itu, di sektor logistik, angkutan barang mencapai 45,26 juta ton, naik dari 45,07 juta ton pada periode yang sama tahun 2024.

Angkutan batu bara masih menjadi andalan dengan volume 37,47 juta ton atau 82,8 persen dari total muatan, sebagai penopang utama energi nasional.

 

Bagian depan Gedung Pendopo yang dulunya dikenal dengan Gedong Karet atau Villa Maria, Kantor Pusat PT KAI, Bandung, Jawa Barat. DOK. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bagian depan Gedung Pendopo yang dulunya dikenal dengan Gedong Karet atau Villa Maria, Kantor Pusat PT KAI, Bandung, Jawa Barat.

Efisiensi juga terus ditingkatkan. Di Jawa, satu rangkaian KA barang mampu menarik hingga 30 gerbong berkapasitas 42 ton, sedangkan di Sumatera Selatan dapat mencapai 61 gerbong dalam sekali jalan.

Keandalan layanan juga menjadi fondasi utama. Rata-rata ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) KA penumpang Januari–Agustus 2025 tercatat 99,50 persen untuk keberangkatan dan 96,32 persen untuk kedatangan, menjadikan kereta api sebagai moda transportasi publik yang bisa diandalkan masyarakat.

Perjalanan 80 tahun KAI telah membawa kereta api dari instrumen kolonial menjadi simbol perjuangan, pemersatu bangsa, sekaligus penggerak pembangunan.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Seragam KAI Rancangan Anne Avantie, Namanya Cinta Indonesia

Kini, KAI melangkah ke masa depan dengan strategi berkelanjutan, digitalisasi layanan, modernisasi sarana, serta komitmen memperkuat peran sebagai mitra transportasi publik dan logistik yang aman, ramah lingkungan, dan inklusif.

“Dengan mengusung tema Semangat Melayani, HUT ke-80 KAI pada 28 September 2025 menjadi momentum untuk meneguhkan warisan sejarah sekaligus menyalakan optimisme baru. Inovasi digital, layanan ramah pelanggan, hingga penguatan logistik adalah komitmen KAI membawa bangsa ini melaju semakin jauh,” ujar Anne.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com