Perkuat Keselamatan dan Perjalanan KA, Direksi KAI Inspeksi Jalur Lintas Jawa

Kompas.com - 26/08/2025, 21:34 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api. 

Sebagai langkah nyata, jajaran Direksi dan Komisaris baru KAI melakukan inspeksi lintas Jawa menggunakan Kereta Inspeksi (KAIS) pada Selasa–Kamis, 26–28 Agustus 2025. 

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan, keselamatan pelanggan adalah prioritas utama. 

“Melalui inspeksi ini, KAI ingin memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari sarana, prasarana, hingga kesiapan petugas, berjalan optimal sehingga masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat bepergian dengan kereta api,” jelasnya dalam siaran pers, Selasa (26/8/2025).

Jajaran direksi juga melakukan pembinaan kepada petugas di lintas perjalanan kereta api dengan menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan, profesionalisme, dan keramahan dalam melayani masyarakat. 

Baca juga: KAI Siapkan Kereta Khusus Petani-Pedagang, Kapan Beroperasi dan Bagaimana Cara Memanfaatkannya?

Bobby menyebutkan, langkah itu bertujuan memastikan infrastruktur prima dan mendengar langsung masukan pelanggan, sekaligus memotivasi para petugas di lapangan demi pelayanan yang lebih baik.

“Semua ini bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan layanan yang semakin baik,” tegasnya.

Kegiatan itu juga bertujuan memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta mengevaluasi kualitas pelayanan di seluruh jalur Jawa, terutama dalam mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi kelancaran operasional.

Pada hari pertama, rombongan inspeksi menempuh lintas selatan Jawa dengan rute Bandung–Kroya–Purwokerto–Yogyakarta–Madiun–Surabaya Gubeng. 

Hari kedua dilanjutkan melalui lintas utara Jawa dengan rute Jember–Surabaya Pasarturi–Semarang Tawang–Cirebon–Cikampek–Jakarta Gambir. 

Baca juga: Ada Demo di DPR, KAI: Pelayanan Commuter Line Tetap Normal

Sepanjang perjalanan, tim melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan jalur, sistem persinyalan, fasilitas stasiun, kesiapan petugas di lapangan, serta mendengar masukan dari pelanggan yang ditemui di perjalanan.

Sejalan dengan kegiatan inspeksi tersebut, kinerja angkutan KAI Group hingga Juli 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. 

Angkutan penumpang mencapai 286.571.681 pelanggan, naik 9,04 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebanyak 262.811.404 pelanggan. 

Rinciannya terdiri dari KA Jarak Jauh dan Lokal (KAI Induk) 32.758.315 pelanggan, KAI Commuter 227.521.318 pelanggan, LRT Jabodebek 15.772.638 pelanggan, KAI Wisata 127.094 pelanggan, KAI Bandara 4.065.417 pelanggan, LRT Sumsel 2.628.095 pelanggan, KCIC (Whoosh) 3.516.906 pelanggan, dan KA Makassar–Parepare 181.898 pelanggan. 

Baca juga: PT KAI Temukan Tumpukan Sampah di Jalur Rel Cilacap, Berpotensi Timbulkan Banjir

On Time Performance (OTP) atau ketepatan waktu angkutan penumpang mencatat keberangkatan 99,56 persen dan kedatangan 96,44 persen.

Untuk angkutan barang, KAI berhasil mengangkut 39.231.134 ton pada Januari–Juli 2025. OTP keberangkatan tercatat 96,90 persen dan kedatangan 90,59 persen.

Dengan capaian tersebut, KAI optimistis langkah inspeksi lintas Jawa yang dilakukan jajaran Direksi dan Komisaris akan semakin memperkuat upaya menjaga keselamatan, meningkatkan layanan, dan menjamin keandalan operasional, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. 

KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: Manfaatkan PLTS, KAI Hemat hingga Rp 2,5 Miliar dan Kurangi 1.400 Ton Emisi Karbondioksida Per Tahun

 

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com