Pengguna Commuter Line Jabodetabek Melonjak di Stasiun Integrasi KA Jarak Jauh Selama Angkutan Lebaran 2025

Kompas.com - 31/03/2025, 18:45 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Selama masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025, Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter mencatat lonjakan jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek, khususnya di stasiun-stasiun yang terintegrasi dengan pemberangkatan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa Commuter Line menjadi moda penghubung pilihan utama yang efisien dan terjangkau bagi para pemudik yang melanjutkan perjalanan menggunakan KA Jarak Jauh.

“Pantauan di stasiun-stasiun Commuter Line yang terintegrasi dengan pemberangkatan KA Jarak Jauh menunjukkan peningkatan pengguna Commuter Line yang turun dan akan naik KA Jarak Jauh ke daerah tujuan para pemudik,” ujar Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Senin (31/3/2025).

Joni melanjutkan, lonjakan pengguna KAI Commuter sekitar 16 persen hingga 63 persen jika dibandingkan dengan rerata pengguna yang turun pada hari libur. 

Baca juga: KAI Commuter Tambah 4 Perjalanan KRL Solo-Jogja hingga 11 April 2025

Berdasarkan data periode 24–29 Maret 2025 atau selama masa work from anywhere (WFA) menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah, KAI Commuter mencatat peningkatan signifikan di beberapa stasiun tujuan pengguna Commuter Line yang terintegrasi dengan KA Jarak Jauh.

Adapun Stasiun Pasar Senen mencatat rerata volume pengguna yang turun sebanyak 10.053 orang, naik 63 persen dibanding rerata volume hari libur sebesar 6.172 orang.

Sementara, Stasiun Bekasi mencatat rerata volume pengguna yang turun sebanyak 28.297 orang dan meningkat 57 persen dibanding volume hari libur sebesar 17.996 orang.

“Stasiun Jatinegara mencatat rerata volume pengguna yang turun sebanyak 8.566 orang, naik 26 persen dibanding hari libur sebesar 6.792 orang. Stasiun Cikarang volume pengguna yang turun sebanyak 20.523 orang, dan naik 16 persen dibanding hari libur sebesar 17.692 orang,” terang Joni.

Baca juga: Cek, Commuter Line Merak Hanya sampai Cilegon pada 25-30 Maret 2025

Joni menambahkan, peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya Commuter Line sebagai moda yang terintegrasi dengan berbagai sistem transportasi.

"Jadi, efek dari integrasi ini membantu sekali bagi masyarakat, lebih gampang mengaksesnya untuk keperluan mobilitas ke manapun, terlebih di masa mudik," kata Joni. 

Selain dengan KAJJ, stasiun-stasiun Commuter Line juga telah terintegrasi dengan LRT Jabodebek, seperti di Stasiun Sudirman dan Cawang. 

Hampir semua stasiun di wilayah Jabodetabek juga terhubung dengan TransJakarta, angkot JakLingko, dan transportasi daring.

Baca juga: KAI Commuter Operasikan 41 Perjalanan Commuterline di Wilayah 6 Yogyakarta

Operasional Commuter Line saat Hari Raya

Pada Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, KAI Commuter mengoperasikan layanan Commuter Line secara normal. 

Sebanyak 1.063 perjalanan dilayani mulai pukul 04.00 WIB hingga 24.00 WIB di seluruh lintas layanan, termasuk Bogor, Bekasi, Tangerang, Rangkasbitung, dan Tanjung Priok.

Layanan normal tersebut dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin bersilaturahmi maupun berwisata di wilayah Jabodetabek saat Lebaran.

Pengguna diimbau tetap mematuhi aturan yang berlaku dan menjaga anak-anak selama perjalanan.

Baca juga: KAI Commuter Operasikan 41 Perjalanan Commuterline di Wilayah 6 Yogyakarta

“Diharapkan kemudahan konektivitas antara Commuter Line dengan moda transportasi lainnya, masyarakat yang menggunakan Commuter Line dapat mudik dengan tenang dan menyenangkan,” kata Joni.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com