Mudik Tenang dan Menyenangkan, KAI Dukung Pasokan BBM Stabil Sepanjang Musim Lebaran

Kompas.com - 31/03/2025, 18:06 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis


KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025, salah satunya bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dalam rangka memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak ( BBM) tetap stabil.

Hal ini dilakukan guna menciptakan suasana Lebaran yang tenang dan menyenangkan bagi masyarakat.

" KAI menyadari pentingnya ketersediaan BBM yang stabil selama masa mudik Lebaran. Oleh karena itu, selain fokus pada penyelenggaraan angkutan lebaran dengan kereta api, KAI juga memastikan kereta api pengangkut BBM tetap beroperasi untuk menjamin distribusi BBM yang aman dan tepat waktu," ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.

Setiap harinya, sebanyak 16 perjalanan kereta api BBM beroperasi yang menghubungkan depo-depo BBM di Pulau Jawa dan Sumatera. Pada periode Maret 2025, rata-rata per hari KAI mengangkut 6.868 ton BBM.

Beberapa relasi perjalanan kereta api BBM antara lain:

  • Dari Stasiun Labuan menuju Stasiun Kisaran dan Stasiun Siantar di Sumatera Utara
  • Dari Stasiun Kertapati menuju Stasiun Lubuk Linggau, Stasiun Lahat, dan Stasiun Baturaja di Sumatera Selatan
  • Dari Stasiun Benteng di Surabaya menuju Stasiun Madiun dan Stasiun Malang Kota Lama
  • Dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rewulu di Kabupaten Bantul
  • Dari Stasiun Rewulu menuju Stasiun Madiun
  • Dari Stasiun Maos di Kabupaten Cilacap menuju Stasiun Tegal

Mulai dari 1-29 Maret 2025, total BBM yang diangkut KAI mencapai 199.166 ton. BBM yang diangkut tidak hanya jenis Pertalite dan Pertamax, tetapi juga Avtur untuk bahan bakar pesawat yang dibawa dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rewulu di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Selain memastikan pasokan BBM, KAI juga mencatat peningkatan jumlah penumpang selama masa angkutan Lebaran 2025.

Sejak 21 Maret hingga 30 Maret 2025, KAI telah melayani 1.832.784 penumpang, tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang melayani 1.700.109 penumpang.

Untuk keberangkatan H-1 Lebaran 2025 yang jatuh pada Minggu (30/3), sampai dengan pukul 15.00 WIB, KAI telah melayani 172.746 penumpang.

Angka tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat masih ada sejumlah perjalanan yang akan berangkat pada sore hingga malam hari.

"Komitmen KAI adalah mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2025 dengan memastikan kereta pengangkut BBM tetap beroperasi selama periode angkutan Lebaran. Dengan pasokan BBM yang terjamin, KAI berharap masyarakat dapat merayakan Lebaran 2025 dengan lebih tenang dan menyenangkan," pungkas Anne.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com