Mudik Murah, KAI Tawarkan Diskon 25 Persen untuk KA Cakrabuana dan Gunung Jati 

Kompas.com - 27/03/2025, 20:45 WIB
DWN,
I Jalaludin S

Tim Redaksi

KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memberikan diskon tarif hingga 25 persen bagi pelanggan Kereta Api (KA) Cakrabuana dan KA Gunung Jati yang melakukan perjalanan pada 28 Maret sampai 31 Maret 2025, selama periode Angkutan Lebaran 2025.

Manajer Humas Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, promo tersebut bertujuan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. 

KAI memberikan penawaran menarik melalui penjualan tiket dengan tarif yang sangat terjangkau. Pembelian tiket promo ini dapat dilakukan melalui seluruh kanal penjualan resmi KAI.

Adapun tarif kereta yang mendapatkan diskon, yaitu tarif eksekutif yang semula Rp 250.000 kini menjadi Rp 180.000. Sementara itu, tarif ekonomi yang semula Rp 180.000 menjadi Rp 130.000.

“Kami ingin memberikan pilihan terbaik bagi pelanggan yang ingin mudik lebih hemat, terutama pada masa puncak arus mudik Lebaran 2025," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (27/3/2025).

Baca juga: Polda Catat Ada 10 Titik Rawan di Jatim Saat Arus Mudik, Berikut Rinciannya

Dengan promo tersebut, lanjut dia, masyarakat bisa menikmati perjalanan dengan tarif yang lebih murah tanpa mengurangi kualitas layanan dari KAI. 

Muhibbuddin mengungkapkan, rangkaian KA Gunung Jati dan KA Cakrabuana masing-masing terdiri dari empat kereta kelas eksekutif dan empat kereta kelas ekonomi New Generation.

KA Gunung Jati melayani relasi perjalanan Gambir–Cirebon–Semarang Tawang (PP). Sementara itu, KA Cakrabuana melayani relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto (PP). 

Kedua kereta api tersebut masing-masing memiliki empat jadwal perjalanan setiap harinya. 

Rinciannya, dua perjalanan melayani rute Gambir–Cirebon (PP) dan dua perjalanan melayani rute Gambir–Semarang Tawang serta Gambir–Purwokerto (PP).

Baca juga: Rezeki Lebaran, Porter Stasiun Semarang Tawang Raih Penghasilan Lebih

Syarat dan Ketentuan Promo:

  • Pembelian tiket dengan tarif diskon dapat dilakukan pada 27 Maret hingga 31 Maret 2025 melalui seluruh kanal resmi KAI.
  • Diskon berlaku untuk keberangkatan pada 28 Maret hingga 31 Maret 2025.
  • Diskon tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau promo lain.
  • Tiket dengan tarif diskon dapat dibatalkan atau diubah jadwal sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Promo berlaku selama kuota tiket diskon masih tersedia.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum kehabisan. Dengan menggunakan KA Gunung Jati dan KA Cakrabuana, perjalanan mudik Lebaran akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan,” tutur Muhibbuddin.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com