KAI Bagikan 3.440 Takjil Gratis Setiap Hari, Catat Daftar Stasiun dan Jamnya

Kompas.com - 24/03/2025, 18:49 WIB
A P Sari,
I Jalaludin S

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, khususnya selama Ramadhan dan masa angkutan Lebaran 2025.

Untuk mewujudkan hal itu, KAI membagikan 3.440 paket takjil gratis setiap hari di 21 stasiun yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, langkah itu merupakan bentuk kepedulian KAI kepada penumpang kereta api dan ingin berbuka puasa di stasiun.

"Pembagian takjil gratis ini akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari 21 Maret (H-10 Lebaran) hingga 30 Maret (H-1 Lebaran). Total takjil yang akan dibagikan mencapai 34.400 paket," ujar Anne melalui siaran persnya, Senin (24/3/2025).

Jumlah takjil yang dibagikan di tiap stasiun banyaknya bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing stasiun.

Baca juga: KAI Pastikan Aplikasi Pemesanan Tiket untuk Mudik Sudah Lancar

Masing-masing takjil yang dibagikan berisi roti, kurma, dan air mineral, yang dapat digunakan pelanggan untuk berbuka puasa.

Adapun sasaran pembagian takjil gratis itu adalah penumpang KA Jarak Jauh (JJ) yang melakukan boarding mulai pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) atau 1 jam sebelum waktu berbuka.

"KAI berharap, pembagian takjil gratis ini dapat memberikan manfaat bagi pelanggan yang sedang menjalankan ibadah puasa dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan," tambah Anne.

Hingga 24 Maret 2025 pukul 15.00 WIB, total penjualan tiket mencapai 2.810.355 tiket atau 76 persen dari total kapasitas yang disediakan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.612.616 tiket atau tingkat okupansi 76 persen merupakan KA JJ, dan 197.739 tiket dengan okupansi 17 persen merupakan KA Lokal.

Baca juga: Dari 72 Titik Jalur KA Rawan, 2 Ini Yang paling Diawasi KAI Daop 2 Bandung

Anne menjelaskan, dengan semangat melayani, KAI berkomitmen menyediakan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tak terlupakan selama masa angkutan Lebaran 2025.

"KAI juga akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga ketepatan waktu, serta memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan. Mari bersama-sama kita ciptakan momen mudik Lebaran yang tenang dan menyenangkan bersama KAI," ajak Anne.

Adapun berikut 21 stasiun lokasi pembagian takjil gratis KAI:

  1. Daop 1 Jakarta: Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen
  2. Daop 2 Bandung: Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong
  3. Daop 3 Cirebon: Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan
  4. Daop 4 Semarang: Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dan Stasiun Semarang Poncol
  5. Daop 5 Purwokerto: Stasiun Purwokerto dan Stasiun Kutoarjo
  6. Daop 6 Yogyakarta: Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Purwosari
  7. Daop 7 Madiun: Stasiun Madiun
  8. Daop 8 Surabaya: Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi dan Stasiun Malang
  9. Daop 9 Jember: Stasiun Jember
  10. Divre I Sumatera Utara: Stasiun Medan
  11. Divre III Palembang: Stasiun Kertapati

Baca juga: Cerita Pemudik War Tiket Kereta Api, Susah Akses Aplikasi KAI

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com