Jaga Komitmen Keselamatan, KAI Lakukan Tes Urine Acak bagi ASP di Daerah Operasi

Kompas.com - 21/03/2025, 12:15 WIB
A P Sari,
I Jalaludin S

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan para penumpang.

Salah satu upaya itu dilakukan melalui tes urine secara acak bagi awak sarana perkeretaapian ( ASP) di berbagai wilayah kerja daerah operasi dan divisi regional di Pulau Jawa dan Sumatera.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, pemeriksaan kesehatan itu bukan hanya menjadi rutinitas menjelang Lebaran, tetapi juga merupakan bagian dari prosedur berkala yang diterapkan KAI untuk menjaga standar keselamatan tertinggi di setiap perjalanan.

Setiap hari, KAI mengoperasikan 288 Kereta Api (KA) Jarak Jauh serta 172 KA Lokal, Feeder, dan Perintis.

"Angka ini mencerminkan besarnya skala operasional yang kami kelola dan betapa pentingnya menjaga konsistensi budaya keselamatan di setiap lini," ujar Anne melalui siaran persnya, Jumat (21/3/2025).

Baca juga: Raih Penghargaan Bergengsi di 2 Ajang Berbeda, KAI Catatkan Prestasi Gemilang

Anne mengatakan, selain masinis dan asisten masinis, KAI juga secara rutin memantau kesehatan petugas lainnya, seperti petugas layanan kereta, teknisi, serta pengatur perjalanan kereta api (PPKA).

Upaya tersebut, kata dia, dilakukan demi memastikan seluruh elemen operasional bekerja optimal, menciptakan perjalanan yang selamat, aman, dan nyaman bagi pelanggan.

Anne menegaskan, komitmen KAI pada keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang diwujudkan dalam setiap tindakan.

"Dengan pemeriksaan berkala dan acak seperti ini, kami memastikan bahwa semua petugas dalam kondisi prima saat bertugas," tambahnya.

Kereta api dapat antusiasme tinggi 

KAI mencatatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan kereta api menjelang Lebaran 2025.

Baca juga: KAI Pantau 3 Daerah Rawan Bencana Jelang Mudik Lebaran 2025

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, KAI menyediakan total kapasitas hingga 4.591.510 tempat duduk selama periode angkutan Lebaran 2025 yang berlangsung pada 21 Maret–11 April 2025.

Dari jumlah tersebut, 3.443.832 kursi dialokasikan untuk KA Jarak Jauh, sedangkan 1.147.678 kursi tersedia untuk KA Lokal.

Anne menjelaskan, hingga 21 Maret 2025 pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), KAI sudah berhasil menjual 2.423.609 tiket kereta api.

Rinciannya, 2.327.067 merupakan KA Jarak Jauh (JJ) atau setara 67,57 persen dari total yang tersedia, dan 96.542 tiket KA Lokal atau 8,41 persen dari kapasitas yang disediakan.

Penjualan tiket KA Lokal cenderung meningkat mendekati hari keberangkatan. Sebab, pola pembelian masyarakat cenderung lebih spontan untuk perjalanan jarak dekat.

"Dengan tren ini, kami optimistis angka penjualan KA Lokal akan terus bertumbuh seiring mendekatnya puncak arus mudik dan arus balik," jelasnya.

Baca juga: Jaga Kestabilan Pasokan Listrik Nasional, KAI Andalkan 3.163 Gerbong untuk Angkut Batu Bara

Lebih jauh, KAI mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan Lebaran mereka dengan memanfaatkan aplikasi Access by KAI atau melalui laman booking. kai.id.

Dengan berbagai pilihan kereta api yang tersedia, pelanggan dapat memastikan kenyamanan perjalanan lebih dini.

Anne menuturkan, mudik dengan kereta api adalah pilihan cerdas bagi masyarakat yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan.

Melalui layanan modern, fasilitas unggulan, serta sistem pemesanan yang praktis, KAI siap menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan.

Baca juga: Antusiasme Tinggi, KAI Catat Penjualan 2,3 Juta Tiket untuk Angkutan Lebaran 2025 

"Kami berkomitmen menjadikan momen Lebaran Anda penuh kebahagiaan dengan perjalanan yang lancar dan aman," ujarnya.

Terkini Lainnya
KAI Perkuat Kereta PSO, Buka Akses Ekonomi bagi Petani hingga Pedagang

KAI Perkuat Kereta PSO, Buka Akses Ekonomi bagi Petani hingga Pedagang

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan 39 Trainset Stainless Steel New Generation di Berbagai Relasi Kereta Api

KAI Operasikan 39 Trainset Stainless Steel New Generation di Berbagai Relasi Kereta Api

Kereta Api Indonesia
KA Cikuray Terus Tumbuh, Hubungkan Garut dan Jakarta dengan Tarif Terjangkau

KA Cikuray Terus Tumbuh, Hubungkan Garut dan Jakarta dengan Tarif Terjangkau

Kereta Api Indonesia
KAI Catat 146.399 Pergerakan Pelanggan di Stasiun Blitar, Diprediksi Naik Selama Libur Idul Adha

KAI Catat 146.399 Pergerakan Pelanggan di Stasiun Blitar, Diprediksi Naik Selama Libur Idul Adha

Kereta Api Indonesia
Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Penumpang Terus Naik, KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor untuk Kereta 12 Rangkaian

Kereta Api Indonesia
Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Kereta Api Indonesia
KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

KAI Targetkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan di 1.638 Perlintasan

Kereta Api Indonesia
KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Tanggung Pendidikan Anak dari Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

KAI Dampingi Korban Insiden Bekasi Timur, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

Kereta Api Indonesia
Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Kereta Api Indonesia
KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Kereta Api Indonesia
500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

Kereta Api Indonesia
KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

Kereta Api Indonesia
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com