Dorong Peningkatan TKDN, Kerja Sama KAI dan INKA Teken Investasi Rp 10,79 Triliun

Kompas.com - 20/03/2025, 10:15 WIB
A P Sari,
I Jalaludin S

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus berkomitmen mendukung industri dalam negeri melalui investasi strategis terhadap produk-produk yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN) tinggi.

Salah satu langkah konkret KAI Group dalam mendukung industri perkeretaapian nasional adalah melalui kerja sama dengan PT INKA (Persero) yang memiliki total investasi mencapai Rp 10,79 triliun.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, investasi itu merupakan langkah strategis jangka panjang yang bertujuan memenuhi kebutuhan layanan transportasi kereta api yang terus berkembang.

Menurutnya, investasi tersebut merupakan yang terbesar untuk pengadaan sarana perkeretaapian dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Baca juga: Tes Narkoba Acak di Stasiun Solo Balapan Jelang Lebaran, 40 Petugas KAI Dinyatakan Negatif

"Dengan meningkatnya jumlah penumpang serta kebutuhan angkutan barang, modernisasi dan penambahan sarana menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (20/3/2025).

Dia menambahkan, investasi tersebut juga sejalan dengan kebutuhan atas Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) KAI 2025-2029 yang menargetkan pertumbuhan volume penumpang dan angkutan barang.

Volume penumpang KAI Jarak Jauh diproyeksikan meningkat 10,6 persen, dengan KA Lokal meningkat 9,9 persen.

"Untuk angkutan barang, kami melihat potensi peningkatan dari proyek Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sebesar 27,8 juta ton, Tarahan II sebesar 18,0 juta ton, dan ekspansi Kertapati sebesar 7,0 juta ton," jelasnya.

Baca juga: KAI Operasikan KA Argo Anjasmoro pada Periode Lebaran 2025, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Dengan investasi itu, sebut Didiek, KAI berharap dapat memenuhi kebutuhan transportasi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sementara itu, Vice President Public Relations KAI Anne Purba pada kesempatan terpisah mengatakan, investasi tersebut merupakan wujud nyata KAI Group dalam mengutamakan produk-produk dalam negeri untuk pengadaan sarana perkeretaapian.

"Salah satu investasi besar KAI Group dengan PT INKA adalah pengadaan 612 unit Kereta SS New Generation untuk program Replacement Tahun 2023-2026," ungkapnya.

Pengadaan itu, kata Anne, bertujuan meningkatkan kualitas layanan KAI dengan menghadirkan rangkaian kereta yang lebih modern dan nyaman.

Total nilai kontrak pengadaan Kereta SS New Generation bahkan mencapai Rp 5,5 triliun.

Baca juga: Diskon 25 Persen Pengiriman Motor KAI Logistik Selama Mudik Lebaran 2025

Selain itu, KAI juga melakukan pengadaan 10 unit kereta luxury dengan kapasitas 26 kursi dan satu unit luxury tambahan sebagai cadangan perawatan. Total nilai kontrak pengadaan kereta luxury ini mencapai Rp 161,16 miliar.

Anne mengatakan, kerja sama dengan PT INKA sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan TKDN dan kemandirian industri manufaktur perkeretaapian nasional.

"Diharapkan, investasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi KAI Group tetapi juga menjadi motor penggerak bagi kemajuan industri perkeretaapian nasional ke depan,” tutup Anne.

Investasi pada kenyamanan pelanggan

Lebih lanjut, KAI Group melalui anak usahanya, KAI Commuter, juga berkontribusi dalam peningkatan TKDN melalui pengadaan sarana Commuter Line.

KAI Commuter telah menjalin kerja sama dengan PT INKA (Persero) untuk pengadaan sarana Commuter Line baru dan retrofit dengan total investasi mencapai Rp 4,07 triliun.

Investasi pengadaan sarana Commuter Line baru mencakup 16 rangkaian dengan total nilai hampir Rp 3,83 triliun.

Sementara itu, investasi pengadaan sarana Commuter Line retrofit mencakup dua rangkaian dengan total nilai lebih dari Rp 238,63 miliar.

Baca juga: Promo Diskon 20 Persen Tiket Ramadhan KAI 2025 dan Daftar Keretanya

"Langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan Commuter Line yang lebih modern dan efisien,” jelas Anne.

Tidak hanya untuk layanan penumpang, KAI juga berinvestasi dalam pengadaan sarana angkutan barang. Salah satu bentuk investasi tersebut adalah pengadaan 1.125 unit gerbong datar BM 54 ton untuk angkutan barang di Sumatera Selatan.

Investasi tersebut memiliki nilai sebesar Rp 1,05 triliun dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta kapasitas angkutan barang, terutama batu bara sebagai sumber pasokan energi listrik nasional.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kepada pelanggan, KAI juga terus melakukan modernisasi sarana.

Selain pengadaan kereta baru, Balai Yasa KAI juga aktif melakukan modifikasi dan upgrade sistem pada kereta eksisting agar lebih nyaman dan efisien.

Baca juga: KAI Berikan Customer Loyalty bagi Pengguna KMT, 2 Pemenang Terpilih Bisa Dapat Total Rp 50 Juta

Dengan berbagai inovasi tersebut, KAI berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan dan nyaman bagi para pelanggan.

Terkini Lainnya
Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Stasiun Bekasi Timur Resmi Beroperasi, KRL Bekasi–Cikarang Kembali Layani Penumpang

Kereta Api Indonesia
KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

KAI Sampaikan Duka, 7 Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Kereta Api Indonesia
Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Angkutan Barang KAI Naik 74,2 Persen, Penguatan Logistik Berbasis Rel Didorong

Kereta Api Indonesia
500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

500 Juta Perjalanan per Tahun, KAI Perkuat Sistem Keselamatan demi Jaga Kepercayaan Publik

Kereta Api Indonesia
KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi

Kereta Api Indonesia
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Hadirkan Layanan Gerbong Datar dari Banyuwangi ke Sumatera Selatan 

Kereta Api Indonesia
Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Perjalanan Kereta Terganggu akibat Longsor, KAI Kebut Pembersihan Rel Maswati–Sasaksaat

Kereta Api Indonesia
Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Tindaklanjuti Arahan Prabowo untuk Menata Kawasan Rel, Ini 3 Langkah KAI 

Kereta Api Indonesia
Dirut KAI Tinjau Layanan Lebaran di Sumatra Utara, Pastikan Perjalanan Pelanggan Tetap Lancar dan Nyaman

Dirut KAI Tinjau Layanan Lebaran di Sumatra Utara, Pastikan Perjalanan Pelanggan Tetap Lancar dan Nyaman

Kereta Api Indonesia
Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Tinggi Peminat, Kereta Ekonomi Kerakyatan Layani 7.951 Pelanggan di Awal Angkutan Lebaran

Kereta Api Indonesia
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com