KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, terutama dalam menyambut angkutan Lebaran 2025.
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah dengan memastikan keandalan sarana kereta api melalui perawatan dan modifikasi yang dilakukan di Balaiyasa Manggarai, Jakarta Selatan.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, Balaiyasa Manggarai memegang peranan vital dalam memastikan keandalan sarana kereta api jelang angkutan Lebaran 2025.
"Hal itu agar tidak terjadi gangguan selama masa Angkutan Lebaran 1446 Hijriah (H)/2025 yang berlangsung mulai 21 Maret sampai 11 April 2025," ujar Anne melalui siaran persnya, Rabu (19/3/2025).
Baca juga: Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran, KAI Pastikan Pasokan BBM Aman dan Tepat Waktu
Adapun Balaiyasa Manggarai bertugas menyelesaikan perawatan 156 kereta dan 8 kereta pembangkit untuk memastikan keandalan sarana dan mencegah terjadinya gangguan.
Untuk perawatan yang dilakukan di Balaiyasa Manggarai meliputi perawatan 2 tahunan dan 4 tahunan.
Anne menjelaskan, terdapat dua strategi yang dilakukan KAI di dalam meningkatkan pelayanan, yakni investasi 612 kereta dengan PT INKA dan modifikasi kereta-kereta lama di Balaiyasa.
"Selama 2023-2024, Balaiyasa Manggarai berhasil memodifikasi 82 kereta yang sudah melayani penumpang di operasional perkeretaapian," ungkapnya.
Pada 2025, Balaiyasa juga memodifikasi empat kereta kompartemen yang sudah selesai, dan dalam tahap finishing adalah kereta eksekutif. Target pada 2025 adalah modifikasi 52 kereta.
Baca juga: Tarif Pengiriman Sepeda Motor KAI Logistik untuk Mudik 2025
Dua strategi itu, sebut Anne, adalah upaya KAI melakukan inovasi digitalisasi dalam pelayanan sarana agar kereta api semakin nyaman dan semakin sesuai dengan kebutuhan digitalisasi saat ini.
"Ini juga sekaligus untuk meningkatkan kapasitas angkut dan kualitas pelayanan kereta api di sisi operasionalnya," kata Anne.
Dengan selesainya perawatan kereta dan pembangkit di Balaiyasa Manggarai, KAI telah mengoperasikan sebanyak 3.464 sarana yang meliputi lokomotif, kereta penumpang, LRT di Sumatera Selatan, LRT Jabodebek, dan kereta Makassar–Pare-pare.
Anne mengatakan, pihaknya memprediksi jumlah penumpang kereta api selama 22 hari masa angkutan Lebaran 2025 akan mencapai 4,6 juta penumpang.
"Oleh karena itu itu, dibutuhkan sarana yang andal untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan,” imbuhnya.
Baca juga: KAI Daop 6 Prediksi Puncak Mudik Lebaran 28 Maret, Tiket Terjual 59,5 Persen
Selain Balaiyasa Manggarai, KAI juga memiliki bengkel kereta api lainnya di Pulau Jawa, yaitu Balaiyasa Tegal dan Balaiyasa Surabaya Gubeng untuk perawatan kereta dan gerbong, serta Balaiyasa Yogyakarta untuk perawatan lokomotif.
Sementara itu, di Pulau Sumatera, terdapat Balaiyasa Lahat di Sumatera Selatan, Balaiyasa Padang di Sumatera Barat, dan Balaiyasa Pulubrayan di Sumatera Utara yang juga memiliki kemampuan untuk merawat sarana kereta api baik lokomotif, kereta penumpang, maupun gerbong barang.
KAI terus berupaya meningkatkan inovasi digitalisasi sarana untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini.
Digitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kereta api secara keseluruhan.
Baca juga: Dukung Kelancaran Lebaran, KAI Jamin Pasokan BBM Aman dan Tepat Waktu
Anne menegaskan, KAI berkomitmen untuk menyiapkan sarana yang andal demi melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya pada masa angkutan Lebaran 2025.
"Sarana yang andal diharapkan dapat semakin memanjakan penumpang dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan," ucapnya.