KAI Group Layani 78,5 Juta Penumpang Selama 2 Bulan Pertama 2025

Kompas.com - 10/03/2025, 18:57 WIB
A P Sari,
I Jalaludin S

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia ( KAI) Group terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal, berkelanjutan, dan berkontribusi bagi lingkungan serta masyarakat.

Sepanjang Januari–Februari 2025, KAI Group melayani sebanyak 78.542.459 penumpang atau meningkat 10,34 persen, jika dibandingkan periode yang sama pada 2024, yakni 71.181.357 penumpang.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan, pertumbuhan itu merupakan refleksi dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api (KA) sebagai pilihan utama perjalanan yang efisien, nyaman, dan ramah lingkungan.

Dia menjelaskan, rincian 78.542.459 penumpang tersebut, yakni 8.412.733 penumpang yang dikelola KAI, 62.917.018 penumpang yang menggunakan layanan KAI Commuter, dan 1.127.340 penumpang KAI Bandara.

Baca juga: Alternatif Mudik Awal, PT KAI Sumut Diskon Tiket 25 Persen Sampai 17 Maret, Ini Rute dan Caranya

"Kemudian, 1.007.553 penumpang Whoosh yang dikelola Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), 720.784 penumpang Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan, 4.294.524 penumpang LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek), 35.878 penumpang KA Makassar-Parepare, serta 26.629 penumpang yang menikmati layanan KAI Wisata,” ujarnya melalui siaran persnya, Senin (10/3/2025).

Lebih lanjut, peningkatan signifikan terjadi di beberapa layanan KAI Group. LRT Jabodebek mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan 74,47 persen, jika dibandingkan periode Januari–Februari 2024.

Peningkatan itu disusul oleh KAI Bandara yang mencapai 30,07 persen, Whoosh dengan kenaikan 23,34 persen, LRT Sumsel yang tumbuh 16,44 persen, dan kereta luxury yang dikelola KAI Wisata meningkat 9,31 persen.

"KAI Commuter dan KA yang dikelola KAI Induk juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan 7,62 persen dan 6,65 persen secara berturut-turut," ujarnya.

Baca juga: Daftar Tiket Kereta Mudik Murah KAI Mulai Rp 10.000

Anne berujar, KAI memiliki visi, yakni menggerakkan transportasi berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan meningkatkan jumlah penumpang.

"Itu semua tidak hanya mencerminkan kinerja bisnis yang solid, tetapi juga mempertegas peran KAI Group dalam mendukung transisi menuju moda transportasi yang lebih ramah lingkungan," ucapnya.

Dengan semakin banyak masyarakat yang beralih ke KA, sebut dia, dampak positif terhadap pengurangan emisi karbon juga menjadi lebih nyata.

Anne menjelaskan, KAI terus melangkah maju dengan inovasi berbasis keberlanjutan. Pada Desember 2024, KAI meluncurkan fitur Carbon Footprint di aplikasi Access by KAI, yang memungkinkan pelanggan menghitung jejak karbon perjalanan mereka.

"Selain itu, KAI juga menyediakan water station di berbagai stasiun untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai serta mengganti alat makan di atas kereta dengan wooden cutlery yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca juga: KAI Operasikan 13 Kereta Ekonomi Subsidi Lebaran 2025, Harga Tiket Mulai Rp 10.000

Dalam aspek infrastruktur, KAI turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Hal ini dilakukan dengan mengganti 15.864 bantalan kayu pada jembatan baja dengan bantalan sintetis yang lebih kuat, tahan lama, serta mengurangi ketergantungan terhadap kayu alami.

Anne menegaskan, KAI meyakini keberlanjutan bukan hanya tentang pengurangan limbah dan emisi, tetapi juga tentang menghadirkan infrastruktur yang lebih baik dan tahan lama.

"Dengan inovasi ini, KAI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga turut menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Selain inovasi berbasis lingkungan, KAI juga terus mengutamakan ketepatan waktu dalam kegiatan operasionalnya.

Baca juga: Tambah Frekuensi Perjalanan, KAI Sumbar Datangkan 12 Kereta dari Jawa

Sepanjang Januari–Februari 2025, on time performance (OTP) keberangkatan KA penumpang mencapai 99,05 persen, sedangkan OTP kedatangan menjadi 94,92 persen.

“KAI senantiasa berupaya memastikan setiap perjalanan kereta api berjalan tepat waktu, aman, dan nyaman bagi pelanggan. Hal ini menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kami,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia, KAI Group berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dengan menghadirkan berbagai inovasi dan peningkatan fasilitas.

Anne pun berterima kasih kepada seluruh pelanggan KAI yang telah memberikan kepercayaannya. KAI berjanji akan terus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik.

“Tidak hanya dari aspek ketepatan waktu, tetapi juga kenyamanan dan keberlanjutan. Dengan memilih kereta api, pelanggan tidak hanya sampai di tujuan dengan aman, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Baca juga: PT KAI Daop 1 Beri Diskon Tiket Kereta Api hingga 25 Persen

Berikut sejumlah layanan KAI Group yang mengalami peningkatan periode Januari– Februari 2025:

  • LRT Jabodetabek: dari 2.461.509 penumpang pada 2024 menjadi 4.294.524 penumpang pada 2025.
  • KA Bandara: dari 866.711 penumpang pada 2024 menjadi 1.127.340 penumpang pada 2025.
  • Whoosh: dari 816.878 penumpang pada 2024 menjadi 1.007.553 penumpang pada 2025.
  • LRT Sumsel: dari 619.022 penumpang pada 2024 menjadi 720.784 penumpang pada 2025.
  • KAI Wisata: dari 24.361 penumpang pada 2024 menjadi 26.629 penumpang pada 2025.
  • KAI Commuter: dari 58.426.550 penumpang pada 2024 menjadi 62.917.018 penumpang pada 2025.
  • KA JJ dan Lokal yang dikelola KAI: dari 7.888.233 penumpang pada 2024 menjadi 8.412.733 pada 2025.

Baca juga: KAI Diskon Tiket Kereta dari Jakarta hingga 25 Persen, Apa Saja Rutenya?

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com