Sepanjang 2024, KAI Salurkan Dana TJSL Rp 22,8 Miliar untuk Dukung Kesejahteraan Masyarakat

Kompas.com - 17/01/2025, 17:42 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah merealisasikan penyaluran dana sebesar Rp 22,8 miliar melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sepanjang 2024.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program sosial, ekonomi, lingkungan, serta tata kelola di wilayah kerja KAI.

Vice President (VP) Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa program TJSL tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan.

"KAI konsisten menyalurkan TJSL sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Kami memastikan bahwa setiap program yang dijalankan berdampak positif dan berkelanjutan," ujar Anne.

Baca juga: Perdagangan Karbon, Upaya Pemerintah Ubah Aset Hijau Jadi Pendorong Ekonomi Berkelanjutan

Dalam pelaksanaannya, program TJSL KAI di 2024 berfokus pada empat pilar utama, sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.

Salah satu wujud nyata pada pilar sosial adalah melalui program KAI EduFriend, yang memberikan beasiswa kepada 177 siswa, pelatihan untuk 79 siswa, serta peningkatan sarana prasarana di 53 sekolah.

Di bidang lingkungan, KAI melaksanakan beberapa inisiatif seperti program KAI Pling, yang merealisasikan 54 fasilitas umum, KAI Sar-I dengan 58 tempat ibadah, dan KAI Go Green yang telah menanam pohon di 22 lokasi.

Selain itu, KAI juga aktif mendukung keselamatan melalui sosialisasi di 199 titik lokasi.

Baca juga: Bulan K3 Nasional, Bukit Asam Tegaskan Komitmen pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Dalam pengembangan usaha mikro kecil (UMK), KAI juga menjalankan berbagai program, termasuk MiKA Hasanah yang menjangkau 22 UMK, MiKA Go Global dengan 31 UMK, dan MiKA Next Class yang mendukung 136 UMK.

Tidak ketinggalan, MiKA Creative Space dan MiKA Exhibition turut membantu UMK dengan menyediakan ruang pameran dan dukungan lainnya.

Sepanjang 2024, KAI bersinergi dengan berbagai mitra strategis, termasuk BUMN lain, pemerintah daerah (pemda), dan komunitas lokal.

"KAI terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui TJSL yang terintegrasi. Kami berkomitmen mendukung keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berdampak luas," tutur Anne.

Baca juga: Pimpinan DPR: Jangan Sampai Kekecewaan Dosen soal Tukin Berdampak pada Kegiatan Pendidikan

Komitmen KAI dalam menjalankan TJSL juga mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan, termasuk Indonesia Best TJSL in Transportation Sector 2024 dan The Best CSR Award VII 2024 dari Economic Review.

Anne mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi KAI untuk terus berinovasi dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Melalui implementasi TJSL yang terukur dan terarah, sebut dia, KAI berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

 “KAI percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan,” tutur Anne.

Baca juga: KAI Bakal Rilis Gapeka 2025, Waktu Perjalanan Kereta Makin Singkat

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com