Penumpang Kereta Api di Stasiun Jatinegara Meningkat 146 Persen pada Nataru 2024/2025

Kompas.com - 03/01/2025, 17:38 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Selama periode libur Natal dan Tahun Baru ( Nataru) 2024/2025, Stasiun Jatinegara mencatatkan lonjakan signifikan pada jumlah penumpang. 

Berdasarkan pantauan selama masa Nataru, sampai dengan akhir 2024 (19-31 Desember), secara kumulatif, stasiun ini melayani 67.435 penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ). 

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 146 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencatatkan 46.132 penumpang.  

Sementara itu, layanan KAI Commuter di Stasiun Jatinegara mencatatkan 127.961 penumpang naik dan 113.122 penumpang turun pada periode yang sama.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan jumlah penumpang KA JJ di Stasiun Jatinegara didukung kemudahan akses stasiun tersebut.

“Stasiun ini menjadi titik temu Commuter Line yang menghubungkan berbagai wilayah strategis di Jakarta, seperti Sudirman, Tanah Abang, Kemayoran, Bekasi, dan Cikarang,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (3/1/2025).

Baca juga: KAI Group Layani 20,9 Juta Penumpang pada Libur Nataru 2024/2025

Anne menyatakan, KAI terus mendorong penggunaan moda transportasi kereta api sebagai solusi mobilitas yang nyaman dan efisien. 

Sementara itu, untuk mengatasi potensi kepadatan lalu lintas pada momen-momen tertentu, Stasiun Jatinegara difungsikan sebagai alternatif keberangkatan KA JJ dengan penerapan rekayasa operasional, seperti yang dilakukan pada perayaan malam Tahun Baru 2025. 

Anne mengatakan, pada malam tahun baru, Stasiun Jatinegara melayani 5.105 penumpang KA JJ dan 22.079 penumpang Commuter Line. 

“Kemudahan seperti pemberhentian dan interkoneksi di Stasiun Jatinegara diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif keberangkatan,” jelasnya.

Dengan integrasi beberapa moda transportasi, termasuk KA JJ, Commuter Line, kereta bandara, Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jabodebek, hal ini akan memberikan masyarakat pilihan perjalanan yang lebih praktis.

“Pada malam Tahun Baru 2025, moda transportasi kereta api, seperti LRT Jabodebek dan KAI Commuter, berperan signifikan dalam mengurangi kemacetan di kawasan Jabodetabek,” katanya. 

Baca juga: Musim Hujan Sampai Januari, KAI Siapkan Pengering Payung bagi Penumpang

Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) mencatat 156.490 pengguna, meningkat 132 persen jika dibandingkan pada periode sebelumnya. 

Sementara itu, layanan Commuter Line mencatat 1.276.209 penumpang. 

“Tingginya antusiasme masyarakat terhadap kereta api menunjukkan bahwa moda transportasi ini tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kemacetan di ibu kota,” ujarnya. 

Anne mengatakan, KAI juga menyediakan berbagai fasilitas unggulan untuk mendukung inklusivitas, termasuk layanan bagi ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com