Gelar "Batik Roadshow", KAI Sambut Ratusan Ribu Wisatawan di Stasiun Yogyakarta Selama Nataru 2024/2025

Kompas.com - 23/12/2024, 14:47 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia ( KAI) menggelar “ Batik Roadshow” sebagai bagian dari perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. 

Dengan tema “Menelisik Batik, Merawat Riwayat,” pameran tersebut berlangsung di Stasiun Yogyakarta dari 21-31 Desember 2024. 

Acara tersebut menyoroti harmoni antara budaya nusantara, khususnya batik dengan sejarah panjang transportasi kereta api di Indonesia.

Executive Vice President KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo mengatakan, pihaknya bangga menyambut ratusan ribuan wisatawan yang menjadikan Yogyakarta sebagai pilihan utama selama Nataru. 

“Kota ini menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakatnya,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (23/12/2024).  

Adapun pameran “Menelisik Batik, Merawat Riwayat” menampilkan 30 koleksi batik Vorstenlanden yang menggambarkan filosofi mendalam dari seni tradisional. 

Baca juga: KAI Luncurkan Fitur Carbon Footprint sebagai Solusi Transportasi Efisien dan Ramah Lingkungan

Berkolaborasi dengan Lawasan Batik dan Esca Design Studio, pameran itu mengintegrasikan seni instalasi dalam desain interior dengan narasi sejarah kereta api.

Bambang menyebutkan, Stasiun Yogyakarta sebagai salah satu stasiun tertua di Indonesia menjadi lokasi strategis untuk menyampaikan pesan pelestarian budaya kepada generasi muda. 

Kereta api bukan hanya alat transportasi, tetapi juga penghubung antartradisi. Melalui pameran ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mencintai sejarah dan warisan budaya Indonesia yaitu batik,” katanya.

Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan musik klasik, akustik, dan harmonika, hingga sesi Nyanting dan Healing yang mengajak pengunjung merasakan proses membatik secara langsung. 

Beragam acara itu dirancang untuk mempererat hubungan generasi muda dengan seni dan budaya Nusantara.

Baca juga: KAI Service Perluas Area Parkir Motor di Stasiun Pasar Senen Untuk Penampungan 428 Motor

Bambang mengatakan, sebagai salah satu kota wisata, Yogyakarta tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga warisan budaya, seperti seni batik, gamelan, dan tarian tradisional. 

“Pameran ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia yang hadir di Stasiun Yogyakarta,” tuturnya.

Dikunjungi ratusan ribu wisatawan

Yogyakarta terus menjadi magnet wisata selama masa liburan Nataru. Dari 19-23 Desember pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), tercatat sebanyak 87.710 wisatawan yang menggunakan kereta api jarak jauh telah tiba di dua stasiun besar Kota Yogyakarta. 

Rinciannya adalah 58.459 penumpang tiba di Stasiun Yogyakarta dan 29.251 penumpang di Stasiun Lempuyangan.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba memaparkan, secara keseluruhan, penumpang yang tiba di seluruh stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta, termasuk Stasiun Solo Balapan, Wates, Purwosari, dan lainnya sejak 19-23 Desember pukul 08.00 sudah mencapai 140.586 penumpang. 

Baca juga: Tingkatkan Keselamatan, KAI Kembangkan Inovasi Track-Mod dan Smart Rail

“Angka tersebut belum termasuk layanan Commuter Line di Area VI Yogyakarta pada periode 19-22 Desember yang menghantarkan 117.891 pengguna, serta KA Bandara di wilayah Yogyakarta yang menghantarkan 39.926 penumpang,” katanya.

Sebagai stasiun integrasi, selain kedatangan penumpang kereta jarak jauh, Stasiun Yogyakarta mencatatkan 29.956 pengguna Commuter Line dan 39.926 pengguna KA Bandara dari 19-22 Desember 2024. 

Hal itu menjadikan Stasiun Yogyakarta sebagai salah satu stasiun integrasi yang banyak disinggahi penumpang kereta api.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com