KAI dan BI Tandatangani Perjanjian Distribusi BBMN Aman dan Ramah Lingkungan

Kompas.com - 04/12/2024, 21:37 WIB
Novyana,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan Bank Indonesia ( BI) menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan efisiensi distribusi Barang Berharga Milik Negara (BBMN) ke berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Kerja sama tersebut ditandai dalam penandatanganan Perjanjian Jasa Pengangkutan BBMN di Ballroom Jakarta Railway Center, Rabu (4/12/2024).

Direktur Utama (Dirut) KAI Didiek Hartantyo menyampaikan dukungan KAI untuk kebutuhan logistik BI dengan memanfaatkan pengalaman panjang di bidang transportasi dan logistik.

“Kerja sama ini juga sejalan dengan upaya kami dalam mendukung efisiensi angkutan logistik dengan transportasi kereta api dan pengurangan emisi karbon,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu.

Baca juga: 710.694 Tiket Tiket Terjual Jelang Nataru, KAI: Rencanakan Liburan dengan Matang, Tiket Masih banyak

Adapun kerja sama tersebut juga melanjutkan kemitraan strategis yang telah terjalin selama lebih dari sepuluh tahun, sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran sistem pembayaran dan pengelolaan rupiah di Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan, BI memandang penggunaan moda transportasi kereta api sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan keamanan distribusi BBMN.

“Kami percaya kerja sama dengan KAI dapat mempercepat distribusi BBMN ke seluruh kantor perwakilan BI dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” jelasnya.

Dalam keterangan terpisah, Vice President (VP) Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup berbagai layanan pengangkutan barang milik negara dengan standar keamanan dan efisiensi tinggi.

“Kami menyediakan kereta bagasi dengan spesifikasi khusus, seperti kapasitas maksimal 20 ton, pendingin udara, CCTV dengan pemantauan jarak jauh, serta perlengkapan keamanan yang maksimal,” sebutnya.

Baca juga: Sambut Nataru 2024/2025, KAI Lakukan Aneka Peningkatan Layanan

KAI, lanjut dia, memberikan prioritas kemudahan akses bongkar muat angkutan barang di stasiun asal dan tujuan.

"Kami memastikan bahwa Tim Pengawalan Uang Bank Indonesia (TPU-BI) mendapatkan kenyamanan selama perjalanan dengan salah satu tambahan layanan yang diberikan oleh KAI penyediaan makanan higienis” paparnya.

Penggunaan moda transportasi kereta api memberikan keunggulan terutama terkait dengan keselamatan perjalanan angkutan BBMN.

“Kereta api merupakan pilihan transportasi yang andal, aman dan ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen kami terhadap keberlanjutan dan upaya menghadirkan solusi transportasi terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Nataru 2025, KAI Siapkan 44,7 Juta Kursi Kereta

Anna turut menyampaikan bahwa kerja sama tersebut juga menjadi wujud sinergi antar-BUMN dalam memberikan kontribusi terbaik untuk negara.

“Kami optimistos, sinergi ini akan memberikan dampak positif bagi Bank Indonesia, KAI, dan masyarakat luas,” ucapnya.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com