KAI Raih Peringkat Emas Ajang "SNI Award 2024"

Kompas.com - 23/11/2024, 15:43 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - KAI kembali mencetak prestasi dengan meraih Peringkat Emas pada SNI Award 2024 dalam kategori Organisasi Besar Jasa yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis, 21 November 2024.

Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen KAI dalam menerapkan standar terbaik di industri transportasi.

Mengusung tema “Standardisasi untuk Transformasi Ekonomi yang Berkelanjutan,” SNI Award 2024 diikuti oleh 251 organisasi dari berbagai sektor. Setelah proses seleksi dan penilaian ketat, hanya 69 organisasi yang dinyatakan layak menerima penghargaan.

Tahun ini, penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, yang turut mengapresiasi upaya BSN dalam mendukung revitalisasi industri dan pengembangan sektor prioritas.

Ketua Dewan Juri SNI Award 2024, Hariyadi B. Sukamdani menjelaskan, penilaian menitikberatkan pada kontribusi organisasi dalam standardisasi, aspek keberlanjutan (sustainability), digitalisasi, ekonomi sirkular, dan tata kelola ESG (Environmental, Social, and Governance).

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengatakan KAI berhasil meraih penghargaan ini karena KAI telah menerapkan manajemen organisasi yang baik serta terus bertransformasi menyesuaikan perubahan.

Transformasi dilakukan antara lain melalui pengelolaan Sistem Manajemen ISO yang dikelola Unit Quality Assurance and Good Corporate Governance serta komitmen menerapkan tata kelola perusahaan dan menekankan aspek keberlanjutan yang menjadi bagian penilaian SNI Award 2024.

“Kami terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa KAI konsisten mengimplementasikan best practices di bidang standardisasi dan keberlanjutan,” tegas Didiek.

KAI yang termasuk ke dalam kategori Organisasi Besar Jasa mendapatkan penghargaan ini karena dinilai telah memenuhi kriteria pada kontribusi organisasi dalam standardisasi dan penilaian kesesuaian serta aspek keberlanjutan (sustainability), digitalisasi, ekonomi sirkular, juga tata kelola ESG (Environmental, Social, and Governance).

“Dengan berbagai inovasi yang telah terstandardisasi dan mempertimbangkan aspek keberlanjutan, KAI terus bertransformasi sebagai pionir transportasi untuk masa depan di Indonesia,” kata Didiek.

Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan, KAI terus menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Salah satu langkah signifikan adalah penyediaan water station di 23 kereta api jarak jauh.

Fasilitas ini dirancang untuk mendorong pelanggan menggunakan tumbler, sehingga mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai yang sulit terurai.

KAI juga memanfaatkan energi terbarukan dengan mengimplementasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah stasiun dan perkantoran. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memanfaatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, KAI mengadopsi sistem face recognition untuk menggantikan tiket fisik berbahan kertas pada proses boarding. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pelanggan, tetapi juga membantu mengurangi limbah kertas.

Baca juga: Berikan Pelayanan Publik Terbaik, KAI Raih Penghargaan Indonesia Most Reputable Companies 2024

“Kami ingin membangun ekosistem transportasi yang tidak hanya aman dan nyaman dalam layanan, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ini adalah visi kami untuk menjadikan KAI sebagai pilihan utama masyarakat, selaras dengan prinsip Safety and Sustainability,” tutup Didiek.

Terkini Lainnya
Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Berbagi Kehangatan Selama Ramadhan, LRT Jabodebek Siapkan 3.150 Paket Takjil untuk Pengguna

Kereta Api Indonesia
Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Jalur Rel Jadi Andalan Distribusi, KAI Angkut 42.405 Ton Barang pada Awal 2026

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com