KOMPAS.com - Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem transportasi publik di wilayah Jabodebek.
Digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), LRT Jabodebek merupakan moda transportasi massal berbasis rel pertama di Indonesia yang beroperasi tanpa masinis (driverless).
ADHI Dalam siaran persnya, Jumat (22/8/2025), ADHI menjelaskan LRT Jabodebek menghubungkan kawasan strategis, seperti Jakarta, Bekasi, Cibubur, dan Bogor, serta menghadirkan solusi mobilitas perkotaan yang cepat, aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Sejak beroperasi, LRT Jabodebek telah melayani jutaan penumpang, dengan rata-rata tren jumlah
penumpang yang meningkat hingga 2,3 juta penumpang setiap bulannya.
Baca juga: HUT ke-80 RI: LRT Jabodebek Layani 158.888 Pengguna Tarif Spesial Rp 80
Terintegrasi dengan moda lain, seperti KRL, MRT, dan BRT Transjakarta menjadikan proyek ini sebagai ikon sinergi sistem transportasi terintegrasi. LRT Jabodebek berada di jalur khusus tanpa hambatan sehingga dapat memangkas waktu tempuh dan tepat waktu.
Lebih jauh, LRT Jabodebek ikut berkontribusi pada pengurangan polusi udara dan emisi karbon dari kendaraan pribadi serta mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih berkelanjutan.
Dengan menggunakan transportasi publik seperti LRT juga, masyarkat ikut mendorong gaya hidup lebih aktif karena ada perpindahan moda transportasi dan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau bersepeda ringan.
Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, kehadiran proyek ini turut menciptakan lapangan kerja dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di wilayah penyangga ibu kota.
Sebagai kontraktor utama, ADHI Karya membuktikan komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur
modern yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat sehari-hari.
Baca juga: Siap Wujudkan LRT Semarang, Wali Kota Agustina: Kalau Lihat Drakor-drakor Kan Enak Sekali
Sejak awal proses konstruksi, proyek ini juga telah membuka ribuan lapangan pekerjaan baru, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan sekitar stasiun melalui pengembangan Transit Oriented Development (TOD).
Kedepannya ADHI akan terus melanjutkan komitmen untuk menghadirkan solusi infrastruktur untuk
Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan