KOMPAS.com - Fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas ( SPBG) Ngagel milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) menjadi salah satu pusat layanan bahan bakar gas ( BBG) di Surabaya.
Melalui layanan beyond pipeline berupa compressed natural gas ( CNG), SPBG Ngagel menyediakan dua produk utama, yakni BBG GasKu untuk transportasi dan GasLink untuk kebutuhan ritel.
SPBG yang dioperasikan anak usaha PGN, PT Gagas Energi Indonesia, ini memiliki kapasitas 4.000–4.500 liter setara premium (lsp).
Setiap harinya, sebanyak 400–450 kendaraan melakukan pengisian di SPBG Ngagel, mulai dari kendaraan pribadi hingga taksi konvensional dan taksi online.
Salah satu pengguna, Ahmad Yanto, mengaku merasakan manfaat setelah lima bulan memakai BBG untuk mobil pribadinya.
Baca juga: PGN Andalkan Offtake Tandes untuk Penyaluran Gas Bumi di Wilayah Surabaya
Ia awalnya tertarik menggunakan BBG atas rekomendasi Ketua Komunitas Mobil Gas (Komagas) Surabaya Raya dan kini telah bergabung dalam komunitas tersebut.
“Manfaatnya sangat terasa karena lebih hemat dan kualitasnya bagus. Satu tabung BBG seharga Rp 45.000 bisa dipakai menempuh jarak 100–120 kilometer (km). Semoga pengisian BBG di Surabaya semakin banyak,” ujar Ahmad dalam siaran persnya, Jumat (28/11/2025).
Saat ini, harga GasKu dibanderol Rp 4.500 per 1 lsp. Selain lebih ekonomis, penggunaan BBG juga menghasilkan emisi karbon 25–35 persen lebih rendah dibandingkan bahan bakar konvensional sehingga lebih ramah lingkungan.
Sales Area Head Surabaya PGN Gagas Dedy Adhariadi mengatakan, GasKu merupakan bagian dari layanan energi bersih yang dikembangkan PGN di wilayah Sales and Operation Region (SOR) III.
Baca juga: Saksi Sebut Sebab PGN Terpaksa Beri Advance Payment 15 Juta Dolar ke IAE
“Kami terus mengoptimalkan layanan di SPBG Ngagel agar pelanggan setia maupun pelanggan baru semakin nyaman selama menggunakan GasKu,” tuturnya.