Optimasikan Integrasi Infrastruktur, PGN Berupaya Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi hingga 70 BBTUD di Jateng

Kompas.com - 19/07/2024, 15:21 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku subholding gas PT Pertamina (Persero), terus meningkatkan penggunaan gas bumi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) melalui integrasi infrastruktur gas di daerah tersebut. 

Integrasi tersebut telah berhasil meningkatkan penyaluran gas dari 48 miliar billion british thermal unit per day (BBTUD) menjadi 60-70 BBTUD.

Salah satu dukungan utama bagi integrasi infrastruktur di Jateng adalah fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) Tambak Rejo, yang didanai melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), serta jaringan distribusi yang dikelola oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), afiliasi subholding gas PGN.

Gas bumi dialirkan dari PT Pertamina EP (PEP) Jambaran Tiung Biru melalui Pipa Gresik-Semarang (Gresem), yang dikelola secara teknis untuk memastikan tekanan dan distribusi yang optimal di ORF Tambak Rejo. Gas ini kemudian digunakan untuk pembangkit listrik IP Tambak Lorok, industri komersial, dan rumah tangga di Semarang-Demak. 

Baca juga: Hari Ketiga, Penyidik KPK Geledah 6 Dinas Kota Semarang

Selain itu, gas juga dialirkan ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal melalui Pipa Cirebon Semarang Tahap I (Pipa Cisem I), termasuk pelayanan ke Kawasan Industri Tambak Aji dan KI Wijaya Kusuma.

Secara keseluruhan, gas bumi tersebut melayani satu pembangkit listrik, 31 industri dan komersial, serta 29 pelanggan kecil. Volume penyerapan gas di pelanggan industri meningkat dari 0,5 BBTUD menjadi 3,5 BBTUD.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Harry Budi Sidharta mengatakan bahwa integrasi infrastruktur Pipa Gresem, Pipa Cisem I, dan jaringan distribusi subholding gas telah meningkatkan layanan gas bumi secara optimal.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan demand gas yang besar di masa mendatang.

Baca juga: Salah Satu Korban Tabung Gas Meledak di Bogor Meninggal Dunia

Berkat integrasi infrastruktur gas bumi ini, volume penyerapan gas pipa di Jateng semakin meningkat. Sebelumnya, PGN telah memulai inisiasi infrastruktur gas bumi 10 tahun lalu menggunakan moda transportasi compressed natural gas (CNG).

"Integrasi infrastruktur ini menunjukkan komitmen PGN dalam memenuhi kebutuhan di wilayah baru dan menyalurkan manfaat gas bumi dari sumber domestik untuk pengguna domestik, yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi baru," ujar Harry.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur tersebut sangat penting dalam mendukung komersialisasi gas bumi di antara pelanggan. PGN juga memprioritaskan aspek keselamatan dalam pengoperasian seluruh infrastruktur gas bumi yang dimilikinya.

"Kami mendukung pengembangan Cisem Tahap II oleh pemerintah melalui APBN untuk menyatukan pasokan dan demand gas di Pulau Jawa, dari timur ke barat atau sebaliknya. Hal ini akan memungkinkan fleksibilitas operasi yang lebih baik, memastikan ketahanan pasok dan pemenuhan demand di seluruh Jawa," tutur Harry.

Baca juga: Sudaryono Jadi Wamentan, Prabowo Segera Putuskan Kandidat Gerindra di Jawa Tengah

Sebagai subholding gas Pertamina, PGN terus berusaha menjaga portofolio infrastruktur dalam kondisi optimal serta mengembangkan layanan gas bumi yang terintegrasi untuk menghubungkan jaringan gas di Pulau Jawa.

"Kami berkomitmen untuk menyediakan pasokan gas bumi yang andal dan terdistribusi dengan baik melalui infrastruktur pipeline dan di luar pipeline. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan kontribusi positif bagi negara," tutur Harry.

Terkini Lainnya
PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN
PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN
SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

PGN
PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Penyaluran Gas Bumi Berjalan Optimal

PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Penyaluran Gas Bumi Berjalan Optimal

PGN
PGN Andalkan Offtake Tandes untuk Penyaluran Gas Bumi di Wilayah Surabaya

PGN Andalkan Offtake Tandes untuk Penyaluran Gas Bumi di Wilayah Surabaya

PGN
FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Bukti PGN Perkuat Layanan Gas Bumi 

FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Bukti PGN Perkuat Layanan Gas Bumi 

PGN
Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Siap Beroperasi Akhir 2025

Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Siap Beroperasi Akhir 2025

PGN
Pertagas Raih Penghargaan Tertinggi dan 6 Penghargaan Lain di CSR PDB Award 2025

Pertagas Raih Penghargaan Tertinggi dan 6 Penghargaan Lain di CSR PDB Award 2025

PGN
PGN Komitmen Jaga Keandalan Infrastruktur Stasiun Gas Bojonegara di Cilegon

PGN Komitmen Jaga Keandalan Infrastruktur Stasiun Gas Bojonegara di Cilegon

PGN
Kontribusi Aktif PGN Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan

Kontribusi Aktif PGN Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan

PGN
PGN Perkuat Infrastruktur Jaringan Gas Bumi, Dorong Swasembada dan Transisi Energi Bersih

PGN Perkuat Infrastruktur Jaringan Gas Bumi, Dorong Swasembada dan Transisi Energi Bersih

PGN
Tingkatkan Layanan Gas Bumi Sumut, PGN Gagas Bangun

Tingkatkan Layanan Gas Bumi Sumut, PGN Gagas Bangun "Mother Station CNG" di Medan

PGN
PGN Ajak Jurnalis Naik Taksi BBG dalam Roadshow AJP 2025 Teritori Jatimbalinus

PGN Ajak Jurnalis Naik Taksi BBG dalam Roadshow AJP 2025 Teritori Jatimbalinus

PGN
City Gas Tour 2025 Sambangi Dumai dan Pekanbaru, PGN Sosialisasikan Keunggulan Gas Bumi

City Gas Tour 2025 Sambangi Dumai dan Pekanbaru, PGN Sosialisasikan Keunggulan Gas Bumi

PGN
PGN Masuk Daftar Top 50 BigCap PLCs, Bukti Konsistensi Tata Kelola Berintegritas

PGN Masuk Daftar Top 50 BigCap PLCs, Bukti Konsistensi Tata Kelola Berintegritas

PGN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com