Pulihkan Ekonomi, PGN Berkomitmen Terapkan Harga Gas 6 Dollar AS Per MMBTU

Kompas.com - 09/09/2020, 19:20 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) menyatakan berkomitmen untuk melaksanakan Keputusan Menteri ( Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Nomor 89.K/2020.

Hal itu sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan dan pemerataan akses gas bumi dengan harga yang kompetitif.

“Kami bersama stakeholder terkait, baik regulator dan produsen hulu atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama(KKKS) berkomitmen penuh terhadap kebijakan penetapan harga gas industri tertentu sebesar 6 dollar per million british thermal units (MMBTU),” ujar Direktur Komersial PGN Faris Aziz, Rabu (09/09/2020).

Langkah itu dinilai dapat memberikan stimulus dalam produktivitas serta upaya pemulihan ekonomi setelah sempat terguncang akibat Covid-19

Melalui Kepmen ESDM 89.K/2020, Faris berharap konsumsi dan pemanfaatan gas bumi akan semakin optimal dan kondisi industri setelah transisi pandemi dapat kembali pulih.

Baca juga: Salurkan Gas Bumi ke 400.000 Lebih Pelanggan, PGN Ucapkan Terima Kasih

Atas dasar Kepmen ESDM tersebut, PGN terus berusaha menyelesaikan realisasi harga gas 6 dollar kepada seluruh pelanggan termasuk ketujuh sektor industri tertentu.

“Implementasi harga gas 6 dollar AS per MMBTU sudah menunjukkan dampak positif pada sektor industri sebagai konsumen. Ini karena hampir semua pelanggan di sektor industri pada Semester II 2020 mulai rebound,” kata dia.

Dari data volume gas yang telah disalurkan terdapat tujuh industri yang sudah menerima. Diantaranya adalah industri baja sebanyak 9,2 persen, kaca 15,4 persen, keramik 25,4 persen, oleokimia 9,8 persen, petrokimia 20,8 persen, pupuk 18,9 persen, dan sarung tangan karet 0,5 persen.

Sektor industri kaca, oleokimia, dan sarung tangan karet pada semester I tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan realisasi, dibandingkan dengan periode 2019.

Baca juga: PGN Bukukan Pendapatan Rp 21,49 Triliun di Semester I 2020

“Bahkan di bulan Agustus 2020 industri keramik dan kaca memperlihatkan pertumbuhan penyerapan volume gas yang cukup signifikan” jelas Faris.

Adapun untuk alokasi penyaluran gas PGN pun telah menyalurkannya secara proporsional.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2020), PGN menyatakan, dari 189 pelanggan wilayah Jawa Bagian Barat (JBB), Jawa Bagian Timur (JBT), Medan, Batam, dan Dumai sudah 173 telah menerima alokasi.

Besarannya mencapai sebesar 270 miliar british thermal unit per day (BBTUD). Sementara itu, jumlah total gas yang harus disalurkan ke 189 pelanggan mencapai 380 BBTUD.

Bagi pelanggan yang belum mendapatkan alokasi gas, PGN akan segera menindaklanjuti sesuai ketentuan Kepmen ESDM 89.K/2020, lewat proses penyelesaian Letter of Agreement (LoA) dengan produsen hulu atau KKKS.

Baca juga: Implementasikan Kepmen ESDM, PGN Tanda Tangani PJBG dengan PT ELB

Faris menyatakan agar implementasi harga gas 6 dollar AS kepada pelanggan hilir harus benar-benar diperhatikan.

“Hal ini pun akan dilaksanakan setelah penyelesaian penandatanganan seluruh LoA dengan produsen hulu atau KKKS,” kata Faris.

Sebagai informasi, saat ini LoA dengan pemasok hulu dan Triangle Pase Inc (TPI) sedang dalam tahap penyelesaian dalam memenuhi pasokan gas sebanyak kurang lebih 2 BBTUD untuk wilayah Medan.

Sesuai lampiran Kepmen ESDM 89.K/2020, PGN akan terjun langsung menyalurkan gas dengan harga tertentu kepada pelanggan, apabila pasokan gas sudah berlaku secara efektif.

 

Terkini Lainnya
Sabet HR Asia Awards 2026, PGN Ungkap Strategi Jaga Loyalitas 2.700 Karyawan

Sabet HR Asia Awards 2026, PGN Ungkap Strategi Jaga Loyalitas 2.700 Karyawan

PGN
SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Produksi Diproyeksikan Capai 5.126 BOPD

SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Produksi Diproyeksikan Capai 5.126 BOPD

PGN
PGN Gandeng Pertagas Resmikan CISEM II, Perkuat Fondasi Bisnis dan Infrastruktur Energi

PGN Gandeng Pertagas Resmikan CISEM II, Perkuat Fondasi Bisnis dan Infrastruktur Energi

PGN
PGN Kuasai 91 Persen Pasar Gas Nasional, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

PGN Kuasai 91 Persen Pasar Gas Nasional, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

PGN
PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen

PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen

PGN
Gebrakan PGN di IPA Convex 2026, Siap Garap Studi Transportasi CO2 untuk Pengembangan Blue Ammonia 

Gebrakan PGN di IPA Convex 2026, Siap Garap Studi Transportasi CO2 untuk Pengembangan Blue Ammonia 

PGN
Optimalkan Pemanfaatan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi Blok Masela

Optimalkan Pemanfaatan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi Blok Masela

PGN
Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

PGN
PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN
PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN
SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

PGN
PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Penyaluran Gas Bumi Berjalan Optimal

PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Penyaluran Gas Bumi Berjalan Optimal

PGN
PGN Andalkan Offtake Tandes untuk Penyaluran Gas Bumi di Wilayah Surabaya

PGN Andalkan Offtake Tandes untuk Penyaluran Gas Bumi di Wilayah Surabaya

PGN
FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Bukti PGN Perkuat Layanan Gas Bumi 

FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Bukti PGN Perkuat Layanan Gas Bumi 

PGN
Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Siap Beroperasi Akhir 2025

Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Siap Beroperasi Akhir 2025

PGN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com