Holding Migas, Upaya Kedaulatan Energi Nasional

Kompas.com - 12/11/2018, 19:00 WIB
Hotria Mariana,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya gas buminya. Semakin ke sini, sumber daya alam yang satu ini pun semakin banyak dicari, sehingga memiliki prospek yang cerah dari segi bisnis.

Meski demikian, pemanfaatan gas bumi di Indonesia masih belum terlalu optimal dikarenakan manajemen rantai pasok yang masih lemah. Terutama pada entitas usaha milik negara yang di dalamnya justru terdapat beberapa korporasi pelat merah yang juga bermain di sektor yang sama.

Keadaan ini, tentu mengakibatkan pengelolaan dan pelayanan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) menjadi tidak maksimal, sehingga menimbulkan tidak meratanya infrastruktur dan harga, terutama bagi segmen industri yang masih membutuhkan penyangga dari sisi pasokan bahan bakar.

Problematika tersebut menurut Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. ( PGN) Gigih Prakoso menjadi salah satu kendala bagi visi membangun kedaulatan energi nasional.

“Lebih maju dari sekadar sinergi BUMN, untuk sektor energi, pemerintah menyusun langkah maju untuk pembentukan Holding Migas,” ungkap Gigih Prakoso di hadapan Pekerja dalam kegiatan Sharing Session di Kantor PGN Area Batam, Kamis, (8/11/2018).

Sharing Session ini merupakan bentuk program pengenalan bagi direksi dan menjadi aktivitas pertama Gigih di Batam sejak menjadi Direktur Utama PGN per September lalu. Sharing Session ini merupakan bentuk program pengenalan bagi direksi dan menjadi aktivitas pertama Gigih di Batam sejak menjadi Direktur Utama PGN per September lalu.

Sharing Session yang juga dihadiri oleh Direktur Keuangan Said Reza Pahlevi, Direktur Komersial Danny Praditya, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo dan Direktur SDM dan Umum Desima E. Siahaan ini menjadi aktivitas pertama Gigih di Batam sejak menjadi Direktur Utama PGN per September lalu.

Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Senin (12/11/2018), saat sharing session tersebut, Gigih mengungkapkan bahwa upaya memperkuat sektor energi nasional perlahan bisa diwujudkan dengan dibentuknya Holding Migas. 

Pada Holding Migas ini PT Pertamina (Persero) bertindak sebagai induk perusahaan sektor Migas, termasuk PGN.

“Dengan adanya induk Pertamina, entitas usaha milik negara di sektor energi bisa diharmonisasi,” ungkap Gigih.

Gigih juga menambahkan dengan bergabungnya PGN dengan PT Pertamina Gas ( Pertagas) akan meningkatkan utilisasi infrastruktur dan memperkuat rantai pasok.

“Infrastruktur PGN dan Pertagas jadi satu, seperti pipa transmisinya atau distribusinya, itu bisa lebih meningkatkan utilitas serta efisiensi bagi operasional keduanya,” tambah Gigih.

Gigih Prakoso saat bercengkrama singkat dengan seorang pengendar supir taksi di sela kunjungannya di Kantor PGN Area Batam, Kamis, (8/11/2018). Gigih Prakoso saat bercengkrama singkat dengan seorang pengendar supir taksi di sela kunjungannya di Kantor PGN Area Batam, Kamis, (8/11/2018).

Ditambahkannya lagi, dengan bergabungnya infrastruktur PGN dan Pertagas, secara langsung subholding gas menguasai lebih dari 96 persen portofolio hilir gas.

Tentu hal ini diharapkan dapat menyukseskan ketercapaian target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) hingga 2025. Rincian targetnya meliputi 4,7 juta sambungan rumah tangga baru, 6.302 kilometer pipa hilir, dan 5.437 kilometer pipa hulu.

Dengan kekuatan tersebut, kata Gigih, pelayanan gas bumi untuk semua segmen bisa dinikmati rakyat dari Aceh hingga Papua.

“Pada akhirnya, visi masa depan adalah menjadikan PGN sebagai pemain bisnis gas yang berskala global, dengan terlebih dulu memperkuat bisnis gas di dalam negeri,” tutup Gigih.

Selain melakukan sharing session dengan para pekerja di area Batam, manajemen PGN juga mengunjungi beberapa fasilitas PGN di area yang sama, di antaranya SPBG, Kawasan Bisnis Terintegrasi Panbil yang menggunakan gas bumi dan pelanggan jargas.

Terkini Lainnya
Ubah

Ubah "Stranded Gas" Jadi Energi Bernilai, PGN Amankan Pasokan Baru dari Lapangan Sengeti

PGN
PGN Gandeng Kementerian ESDM Perluas Akses Gas Bumi di Yogyakarta lewat Inovasi CNG Clustering

PGN Gandeng Kementerian ESDM Perluas Akses Gas Bumi di Yogyakarta lewat Inovasi CNG Clustering

PGN
PGN Targetkan 3.008 Sambungan GasKita di Cirebon pada 2026

PGN Targetkan 3.008 Sambungan GasKita di Cirebon pada 2026

PGN
PGN Gelar Bedah Dapur GasKita 2026, Pelanggan Baru Berkesempatan Dapat Renovasi

PGN Gelar Bedah Dapur GasKita 2026, Pelanggan Baru Berkesempatan Dapat Renovasi

PGN
Sabet HR Asia Awards 2026, PGN Ungkap Strategi Jaga Loyalitas 2.700 Karyawan

Sabet HR Asia Awards 2026, PGN Ungkap Strategi Jaga Loyalitas 2.700 Karyawan

PGN
SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Produksi Diproyeksikan Capai 5.126 BOPD

SAKA Kantongi Restu Pengembangan Lapangan Ronggolawe, Produksi Diproyeksikan Capai 5.126 BOPD

PGN
PGN Gandeng Pertagas Resmikan CISEM II, Perkuat Fondasi Bisnis dan Infrastruktur Energi

PGN Gandeng Pertagas Resmikan CISEM II, Perkuat Fondasi Bisnis dan Infrastruktur Energi

PGN
PGN Kuasai 91 Persen Pasar Gas Nasional, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

PGN Kuasai 91 Persen Pasar Gas Nasional, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang

PGN
PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen

PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen

PGN
Gebrakan PGN di IPA Convex 2026, Siap Garap Studi Transportasi CO2 untuk Pengembangan Blue Ammonia 

Gebrakan PGN di IPA Convex 2026, Siap Garap Studi Transportasi CO2 untuk Pengembangan Blue Ammonia 

PGN
Optimalkan Pemanfaatan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi Blok Masela

Optimalkan Pemanfaatan Gas Domestik, PGN Siap Serap Pasokan LNG dari Proyek Abadi Blok Masela

PGN
Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

Siasat PGN di IPA Convex 2026, Perkuat Pasokan Gas Nasional lewat Jalur Pipa dan LNG

PGN
PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN Perkuat Infrastruktur dan Kolaborasi, Hadapi Tantangan Bisnis 2026

PGN
PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Penggunaan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

PGN
SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

SPBG Ngagel Layani Kebutuhan Bahan Bakar Gas Masyarakat Surabaya

PGN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com