Pertamina dan BGN Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Rendah Karbon

Kompas.com - 08/05/2026, 11:18 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) bersama Badan Gizi Nasional ( BGN) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) sebagai langkah strategis dalam pengembangan ekosistem energi berkelanjutan berbasis limbah domestik.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Kepala BGN Dadan Hindayana di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Melalui kerja sama tersebut, minyak jelantah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) akan diolah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau sustainable aviation fuel (SAF).

Program itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia melalui pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular.

Pada kesempatan itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program makan bergizi terbesar di dunia dengan sekitar 61,99 juta penerima manfaat.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Kilang Avtur Ramah Lingkungan dari Jelantah

“Program ini bukan hanya soal makan bergizi gratis, tetapi merupakan investasi besar untuk masa depan bangsa, membangun generasi unggul, memperkuat ekonomi rakyat, dan menciptakan Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (8/5/2026).

Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, sinergi Pertamina dan BGN bukan sekadar kerja sama, melainkan pertemuan dua mandat strategis bangsa, yakni pangan dan energi.

Dia menyebutkan, Pertamina didorong membangun kemandirian di sektor pangan dan energi sebagaimana tertuang dalam Misi Ke-2 Asta Cita.

“Hari ini, kami melihat bagaimana dua sektor tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” katanya.

Simon menambahkan, salah satu fokus pembahasan dalam kerja sama tersebut ialah pemanfaatan minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap limbah dan menjadi sumber pencemaran lingkungan.

Baca juga: Strategi Prabowo Bangun Swasembada Energi: Jelantah Jadi Avtur hingga Produksi Sedan Listrik

Menurutnya, dari puluhan ribu SPPG di seluruh Indonesia akan terbentuk ekosistem pengumpulan used cooking oil (UCO) yang dapat diolah menjadi sumber energi baru.

“Kami jadikan masalah sebagai solusi. Inilah esensi dari circular economy dan di sinilah peran Pertamina menjadi penting,” tegas Simon.

Program pengumpulan minyak jelantah itu akan dijalankan Pertamina Patra Niaga melalui mesin pengumpulan UCollect.

Baca juga: Produksi Bahan Bakar Pesawat dari Jelantah, Pertamina Targetkan Ekspor

Minyak jelantah yang terkumpul akan dimanfaatkan sebagai bahan baku (feedstock) produksi SAF, hydrotreated vegetable oil (HVO), dan biogasoline.

Perkuat bisnis rendah karbon

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pertamina untuk memperkuat bisnis rendah karbon sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah domestik.

“Kolaborasi strategis ini menjadi langkah Pertamina dalam memperkuat portofolio bisnis rendah karbon melalui pemanfaatan limbah domestik sebagai sumber energi masa depan,” ujarnya.

Agung menjelaskan, UCO atau minyak jelantah menjadi salah satu bahan baku paling efisien untuk menghasilkan SAF dan HVO karena memiliki profil emisi siklus hidup yang rendah.

Baca juga: Dari Jelantah ke Avtur, Upaya Warga Dorong Ekonomi Sirkular

“Mengapa Pertamina sangat membutuhkan UCO? Jawabannya jelas, demi keberlanjutan bisnis dan kepatuhan terhadap standar dekarbonisasi global,” katanya.

Melalui tahapan yang terukur, Pertamina menargetkan pencampuran SAF mulai dari 1 persen hingga 5 persen pada 2030 sesuai amanat pemerintah melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 113/2026.

Program tersebut mendukung tiga agenda strategis nasional, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi industri.

Selain itu, kerja sama tersebut diharapkan mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan berbasis sumber daya domestik yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam penandatanganan MoU itu Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dan Dirut Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.

Baca juga: Tingkatkan Kinerja Hulu Migas, Pertamina Perluas Kolaborasi Global

Terkini Lainnya
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Pertamina
Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina
Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Pertamina
Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Pertamina
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Pertamina
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Pertamina
Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Pertamina
Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Pertamina
Pertamina dan ERIA Jalin Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi

Pertamina dan ERIA Jalin Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi

Pertamina
Pertamina Dorong Kontribusi Perempuan di Industri Energi

Pertamina Dorong Kontribusi Perempuan di Industri Energi

Pertamina
Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 

Pertamina
Harkitnas 2026 Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Harkitnas 2026 Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Pertamina
Resmi Dibuka, Pertamina Goes to Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Resmi Dibuka, Pertamina Goes to Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Pertamina
Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi

Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi

Pertamina
Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com