Terapkan Teknologi Geothermal Dry House, Pertamina Bawa Kopi Kamojang Tembus Pasar Asia dan Eropa

Kompas.com - 22/07/2025, 15:06 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bersama para petani kopi Kamojang mengadakan kegiatan bertajuk “Panen Bersama dan Ekspor Perdana Kopi Geotermal Kamojang” pada Jumat (18/7/2025).

Acara tersebut digelar di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, yang berada di sekitar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang.

Biji kopi yang dipanen berasal dari dua varietas arabika unggulan, yakni Andungsari dan USDA.

Kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari hasil penerapan teknologi geothermal dry house yang dikembangkan PGE bersama petani sejak 2018.

Sebagai informasi, geothermal dry house adalah rumah pengeringan biji kopi yang memanfaatkan panas dari fluida panas bumi.

Baca juga: PGE Ukir Prestasi Berkat Komitmen ESG, Bukan Cuma Urus Listrik

Melalui serangkaian pengamatan, riset, dan uji coba, teknologi tersebut lahir sebagai solusi atas tantangan geografis wilayah Kamojang.

Dengan memanfaatkan uap buangan dari steam trap panas bumi sebagai sumber panas alternatif, geothermal dry house mampu mempercepat proses pengeringan kopi secara efisien dan ramah lingkungan.

Inovasi itu telah memperoleh hak paten dan menjadi teknologi pertama di dunia yang secara langsung memanfaatkan energi panas bumi dalam pengolahan kopi.

Acara panen bersama tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal (Ditjen) EBTKE Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo, dan Pemerhati Lingkungan Valerina Daniel.

Selain itu, hadir pula Direktur Utama PGE Julfi Hadi, Direktur Operasi PGE Ahmad Yani, Vice President (VP) CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto, perwakilan Bidang Keuangan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta tamu undangan lainnya.

Baca juga: Energi Panas Bumi PGE Bantu Petani Naik Kelas Lewat Teknologi Hijau

Dalam sambutannya, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengucapkan selamat kepada para petani kopi binaan PGE atas ekspor perdananya.

“Agar perusahaan bisa terus bergerak maju, pasti perlu inovasi. Saya melihat PGE dari dulu rohnya luar biasa. Semangat untuk berinovasi itu sudah lama tumbuh di PGE,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (22/7/2025).

Eniya juga menegaskan bahwa pemerintah mendorong penuh optimalisasi pemanfaatan panas bumi di Indonesia.

“Untuk pemanfaatan direct use seperti ini sedang kami godok di Peraturan Menteri. Kami mendorong penuh agar (program) ini bisa terlaksana (seiring) dengan tumbuhnya masyarakat yang semakin tahu dan terlibat (dalam pemanfaatan) panas bumi,” ungkapnya.

Baca juga: Proyek Panas Bumi PGE Dapat Suntikan Investasi Rp 1,94 Triliun dari Danantara

Menurut Eniya, pemerintah daerah juga akan mendapat keuntungan yang lebih baik melalui program tersebut.

Pasalnya, geothermal dry house mampu mempercepat proses pengeringan hingga tiga kali lipat, sehingga biaya operasional lebih hemat dan kapasitas produksi meningkat.

Proses tersebut juga membuat biji kopi memiliki cita rasa yang lebih kaya dan aroma lebih kuat dibandingkan metode konvensional.

Baca juga: Cara Terbaik Menyimpan Biji Kopi agar Tetap Segar, Menurut Ahli Kopi

Produk hijau bernilai tinggi

Melalui pendekatan ramah lingkungan berbasis energi bersih, kopi Kamojang hadir sebagai produk hijau bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar global.

Direktur Utama PGE Julfi Hadi mengatakan, kegiatan panen bersama ini menjadi wujud nyata bahwa panas bumi tak hanya dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Semangat para petani kopi di Kamojang menjadi inspirasi bagi PGE untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Julfi mengungkapkan, PGE meyakini bahwa pengembangan energi hijau dari panas bumi seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan energi nasional, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Baca juga: Energi Geotermal, Panas Bumi Ramah Lingkungan yang Terbarukan

Oleh karena itu, PGE berkomitmen membangun ekosistem berkelanjutan yang mendorong terciptanya ekonomi sirkular berbasis energi panas bumi, agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh semua pihak,

Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, inovasi pemanfaatan teknologi untuk memberdayakan petani kopi hingga tingkat global dari PGE Pertamina Group sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo, yakni memperkuat pembangunan teknologi.

“Inovasi bagi petani kopi juga bagian dari upaya Pertamina untuk meningkatkan produk lokal ke tingkat global,” jelasnya.

Baca juga: Menteri UMKM Evaluasi Belanja Produk Lokal Pemerintah, Ini Sebabnya

Saat ini, PGE bermitra dengan 18 kelompok tani dan memberdayakan 312 petani kopi lokal dengan luas lahan mencapai 80 hektar (ha) yang terletak di sekitar WKP PGE Kamojang melalui program Geothermal Coffee Process (GCP).

Sepanjang 2024, total penjualan telah mencapai 4,9 ton green beans, 640 kilogram (kg) roasted beans, dan 17.500 bungkus ground coffee, dengan omzet sebesar Rp 863,9 juta.

Panen bersama yang dilakukan PGE dan petani kopi Kamojang sekaligus menandai ekspor perdana kopi panas bumi dengan total volume ekspor mencapai 15 ton ke Asia dan Eropa.

Langkah itu menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap kualitas kopi Kamojang, serta implementasi penerapan ekonomi sirkular berbasis energi bersih.

Baca juga: Inovasi Geothermal Dry House, Pengering Kopi Ramah Lingkungan dari Kamojang

Terkini Lainnya
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Pertamina
Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Pertamina
Perluas Pemanfaatan PLTS di Kapal Pengangkut Minyak, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

Perluas Pemanfaatan PLTS di Kapal Pengangkut Minyak, Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun

Pertamina
Perkuat Sinergi Maritim, Kilang Pertamina Balikpapan dan Pertamina Trans Kontinental Jalin Kerja Sama Pengelolaan Infrastruktur

Perkuat Sinergi Maritim, Kilang Pertamina Balikpapan dan Pertamina Trans Kontinental Jalin Kerja Sama Pengelolaan Infrastruktur

Pertamina
PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal dan Terus Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

Pertamina
Perkuat Ketahanan Energi, Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis

Perkuat Ketahanan Energi, Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis

Pertamina
Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Pertamina
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

Pertamina
Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi lewat Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina
Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Pertamina
Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali

Pertamina
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Pertamina
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Pertamina
Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Maknai Idul Adha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban

Pertamina
Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Berkelanjutan di Sektor Darat, Laut, dan Udara

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com