Pertamina Resmikan PLTS Berkapasitas 2,5 MWp, Terbesar di Pertamina Group

Kompas.com - 21/05/2025, 12:03 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Pertamina mendukung transisi energi melalui sinergi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina New and Renewable Energy (NRE). 

Kedua entitas tersebut meresmikan pembangkit listrik tenaga surya ( PLTS) atap terbesar di lingkungan operasional Pertamina Group.

PLTS atap dengan kapasitas 2,5 megawatt peak (MWp) resmi beroperasi di area Workshop dan Gedung New Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) KPI Kilang Balikpapan (19/5/2025).

Direktur Operasi KPI Didik Bahagia menyampaikan, PLTS atap tersebut merupakan bukti nyata sinergi dan kolaborasi yang memberikan kontribusi nyata dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Alhamdulillah, PLTS atap ini telah kami resmikan. Kami harus terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ketika semua pihak saling melakukan hal ini, kontribusi nyata dari setiap langkah akan semakin terasa," katanya dalam siaran pers, Rabu (21/5/2025).

PLTS tersebut dipasang di atap tiga bangunan utama di KPI Kilang Balikpapan, yaitu warehouse 1.635 kilowatt peak (kWp), workshop 744 kWp, dan Gedung New HSSE 138 kWp. 

Baca juga: Implementasikan ESG, Pertamina NRE Luncurkan Green Movement

Total kapasitas listrik yang terpasang mencapai 2,5 MWp. Ini menjadikannya instalasi PLTS atap terbesar yang pernah dibangun di lingkungan Kilang Pertamina dan mampu menurunkan emisi sebesar 3.798 ton karbondioksida ekuivalen (Co2e) per tahun.

Lebih lanjut, Didik menekankan, efisiensi energi adalah kunci dalam pengelolaan operasional kilang yang berkelanjutan. 

Biaya energi di kilang saat ini menjadi pengeluaran kedua terbesar, yakni mencapai sekitar 4 hingga 5 persen dari total biaya operasional.

"Melalui langkah-langkah efisiensi dan pemanfaatan energi yang lebih efektif, kita tidak hanya menurunkan emisi karbon, tetapi juga secara bertahap mengurangi beban biaya energi," terangnya.

Selain KPI Kilang Balikpapan, Pertamina juga telah mengoperasikan PLTS di kilang-kilang lainnya, yakni Kilang Dumai 3,77 MWp, Kilang Plaju 2,25 MWp, Kilang Cilacap 2,34 MWp, dan Kilang Balongan 1,51 MWp. 

Baca juga: Menteri Kehutanan dan Pertamina NRE Dorong Program Aren Nasional untuk Kembangkan Bioetanol Indonesia

Dengan beroperasinya PLTS atap KPI di Kilang Balikpapan, total kapasitas PLTS yang dioperasikan Pertamina NRE di area Kilang KPI kini mencapai 12,37 MWp. 

PLTS tersebut juga telah menggunakan teknologi terbaru memanfaatkan kecerdasan buatan dan berbasis internet of thing (IoT) sehingga mampu menerapkan remote monitoring and control dalam kegiatan operasional.

Strategi pertumbuhan ganda

Pada kesempatan yang sama, Direktur Proyek and Operasi Pertamina NRE Norman Ginting menyampaikan, sinergi KPI dan Pertamina NRE berjalan sangat baik. 

Dalam hal ini, kedua perusahaan telah berkolaborasi dalam penyediaan PLTS hampir di semua kilang yang dioperasikan KPI.

Baca juga: Pertama di Indonesia! Pertamina NRE Manfaatkan AI untuk Pastikan Keandalan PLTS

Dia menegaskan, sinergi KPI dan Pertamina NRE mencerminkan strategi pertumbuhan ganda Pertamina.

Pasalnya, KPI berperan strategis dalam mengoptimalkan bisnis utama Pertamina saat ini, yaitu minyak dan gas bumi.

“Di sisi lain, Pertamina NRE membantu upaya penurunan emisi dari aktivitas operasional Pertamina melalui penyediaan energi hijau,” jelas Norman.

Tak hanya pada PLTS, kolaborasi antara KPI dan Pertamina NRE juga berjalan dalam proyek pemanfaatan flare gas to power

Inisiatif itu mendukung efisiensi dan pengurangan emisi yang selaras dengan aspirasi Net Zero Emission (NZE) dengan mengubah gas buang dari aktivitas kilang menjadi sumber listrik bagi operasional kilang.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, pengembangan energi hijau rendah karbon, seperti solar panel, menjadi salah satu strategi bisnis Pertamina. 

Baca juga: Pertamina NRE Ingin Kembangkan Energi Nuklir, tapi Belum Tentukan Mitra

Untuk itu, Pertamina memperdalam berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Fadjar menyebutkan, pemanfaatan energi hijau diharapkan semakin meningkat atau tidak hanya untuk mendorong tercapainya dekarbonisasi dari kegiatan Pertamina sendiri (scope 1).

“Namun, pemanfaatan energi hijau diharapkan secara konkrit memberikan dampak yang baik bagi lingkungan dan mendukung target NZE Pemerintah Indonesia pada 2060," jelasnya.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi berkomitmen dalam mendukung target NZE 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). 

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Baca juga: Selain Biodiesel, Pertamina NRE Dorong Bioetanol Jadi BBM

 

Terkini Lainnya
Pertamina NRE Resmi Catat Kepemilikan 20 Persen Saham CREC di Bursa Efek Filipina

Pertamina NRE Resmi Catat Kepemilikan 20 Persen Saham CREC di Bursa Efek Filipina

Pertamina
Jakarta Pertamina Enduro Sapu Bersih 2 Laga pada Pekan Keempat Proliga 2026

Jakarta Pertamina Enduro Sapu Bersih 2 Laga pada Pekan Keempat Proliga 2026

Pertamina
Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jabar hingga Jakarta

Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jabar hingga Jakarta

Pertamina
Mengintip Pengujian Berlapis BBM Pertamina di Integrated Terminal Balongan

Mengintip Pengujian Berlapis BBM Pertamina di Integrated Terminal Balongan

Pertamina
Perkuat Hilirisasi Petrokimia Nasional, Polytama Andalkan Bahan Baku Kilang Pertamina

Perkuat Hilirisasi Petrokimia Nasional, Polytama Andalkan Bahan Baku Kilang Pertamina

Pertamina
Kenal Lebih Dekat Terminal Khusus Kilang Balongan, Penopang Distribusi Energi Indonesia

Kenal Lebih Dekat Terminal Khusus Kilang Balongan, Penopang Distribusi Energi Indonesia

Pertamina
PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Garam Perkuat Sinergi Hilirisasi Garam

PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Garam Perkuat Sinergi Hilirisasi Garam

Pertamina
Pertamina Gandeng Kementerian ESDM dan Seruni KMP Sediakan Akses Air Bersih di Kampung Tambat, Merauke

Pertamina Gandeng Kementerian ESDM dan Seruni KMP Sediakan Akses Air Bersih di Kampung Tambat, Merauke

Pertamina
Tancap Gas dari Awal 2026, Elnusa Percepat Eksplorasi Migas di Indonesia Timur lewat Teknologi Canggih

Tancap Gas dari Awal 2026, Elnusa Percepat Eksplorasi Migas di Indonesia Timur lewat Teknologi Canggih

Pertamina
Ingin UMKM Naik Kelas? Ini Program Pendampingan Pertamina

Ingin UMKM Naik Kelas? Ini Program Pendampingan Pertamina

Pertamina
Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna Rp 900 Juta untuk 100 Pelaku UMK

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna Rp 900 Juta untuk 100 Pelaku UMK

Pertamina
Inovasi Pertadex Kilang Pertamina Raih Penghargaan di IPITEX Thailand 2026

Inovasi Pertadex Kilang Pertamina Raih Penghargaan di IPITEX Thailand 2026

Pertamina
Pertamina Sukses Gelar Satgas Nataru, Siap Hadapi Ramadhan 1447 Hijriah

Pertamina Sukses Gelar Satgas Nataru, Siap Hadapi Ramadhan 1447 Hijriah

Pertamina
Mengenal RDMP Balikpapan, dari Sejarah Sumur Mathilda hingga Jadi Garda Terdepan Energi Indonesia Timur

Mengenal RDMP Balikpapan, dari Sejarah Sumur Mathilda hingga Jadi Garda Terdepan Energi Indonesia Timur

Pertamina
Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com