KOMPAS.com - Pemerintah terus mendorong pemanfaatan produk-produk yang memiliki tingkat komponen dalam negeri ( TKDN) di semua industri, termasuk minyak dan gas (migas).
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mendukung program pemerintah tersebut dengan melahirkan produk Smooth Fluid (SF). SF merupakan material yang dipergunakan sebagai lumpur pengeboran.
"SF merupakan produk KPI yang dihasilkan dari Kilang Dumai, Kilang Balikpapan, dan Kilang Cilacap. KPI memiliki 3 varian SF, yaitu SF02, SF04 dan SF05," kata Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (22/3/2025).
Kemampuan KPI dalam memproduksi SF, lanjut Hermansyah, merupakan bukti kapabilitas perseoran dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Hermansyah menjelaskan, industri hulu migas memiliki karakteristik teknologi dan risiko tinggi. Salah satu proses penting dalam kegiatan hulu tersebut adalah kegiatan pengeboran.
Dalam proses tersebut, diperlukan pengendalian tekanan yang berasal dari titik pengeboran. Salah satunya dilakukan dengan penggunaan lumpur pengeboran yang tepat.
“Selain karena produk ini berkualitas, SF yang dihasilkan KPI semakin diminati oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) karena memiliki TKDN yang cukup tinggi," jelas Hermansyah.
Baca juga: Kilang Pertamina Targetkan Green Refinery untuk Perkuat Ketahanan Energi
Adapun produk SF05 memiliki kandungan TKDN sebanyak 75 persen, sedangkan produk SF02 memiliki kandungan TKDN yang jauh lebih tinggi, yaitu 95 persen.
"Sepanjang 2024, KPI telah memproduksi 134.000 barrel SF. Kami tentu berharap produk ini semakin dapat meningkat produksinya di masa depan, seiring dengan pemakaian SF yang semakin meningkat di industri hulu migas," kata Hermansyah.
Keunggulan lain yang dimiliki KPI, menurut Hermansyah, adalah pengelolaan kilang yang terintegrasi. Jika dulu varian produk SF dihasilkan sesuai dengan kilangnya, kini produk tersebut dapat juga diproduksi oleh kilang lain sesuai kebutuhan.
Dari ketiga varian SF, produk SF05 merupakan paling banyak digunakan. SF05 pertama kali diproduksi di Kilang Balikpapan pada 2007 dan menjadi salah satu produk andalan KPI.
“Sekarang, Kilang Dumai pun telah mampu memproduksi produk sejenis," kata Hermansyah.
Kilang Dumai sebelumnya telah memiliki produk SF02. Produk ini memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan SF05.
Produk SF02 unggul untuk kegiatan pengeboran di laut, sedangkan produk SF05 unggul untuk kegiatan eksplorasi di darat dengan keunggulan impurities yang rendah.
Baca juga: Sepanjang 2024, Kilang Pertamina Internasional Pangkas 430.000 Ton CO2
Keberhasilan Kilang Dumai memproduksi produk SF05, lanjut Hermansyah, menunjukkan kemampuan KPI dalam mengintegrasikan proses bisnisnya.
Lantaran 2 unit kilang mampu memproduksi SF05, kepastian pasokan produk ini akan semakin terjamin di masa depan. Hal ini juga akan memberikan kepastian ketersediaan produk tersebut.
“Dengan kualitas produk SF05, kami berkeyakinan KPI dapat menjadi salah satu rantai suplai yang penting dalam mendukung kegiatan hulu migas di Indonesia," jelas Hermansyah.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina berkomitmen mendukung penerapan TKDN yang diharapkan dapat mendorong pengembangan industri dalam negeri dan menjadi roda penggerak perekonomian nasional.
Realisasi TKDN Pertamina, lanjutnya, merupakan salah satu yang terbesar dari total TKDN BUMN. Ia pun meyakini bahwa produk dalam negeri memiliki kualitas yang tinggi dan berdaya saing.
“Dengan penggunaan TKDN ini, Pertamina berharap dapat mendorong pertumbuhan industri domestik dan membuka lapangan kerja yang juga sesuai dengan target Asta Cita Pemerintah,” tutur Fadjar.