Jelang Lebaran 2025, Pelita Air Sediakan 293.688 Kursi Penumpang

Kompas.com - 07/03/2025, 14:50 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang musim mudik Lebaran 2025, Pelita Air menyiapkan penerbangan dengan kapasitas tambahan hingga 5.040 kursi. Ini membuat total kapasitas kursi yang disediakan mencapai 293.688 kursi. 

Pelita Air secara khusus juga mempersiapkan berbagai peningkatan layanan untuk menunjang kenyamanan serta keamanan bagi setiap penumpang. 

Direktur Niaga PT Pelita Air Service Asa Perkasa menyebutkan, Pelita Air siap menambah frekuensi penerbangan serta extra flight untuk rute Medan, Padang, Pekanbaru, dan Denpasar.

Ia menuturkan, Pelita Air akan menyiapkan 5.040 kursi tambahan untuk Lebaran dan memastikan masyarakat dapat bepergian dengan lancar dan aman selama masa libur. 

Peningkatan kapasitas penerbangan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat yang ingin mudik atau pun libur selama periode libur panjang mendatang. 

Baca juga: Pelita Air Tambah 5.000 Kursi untuk Rute Padang dan Pekanbaru pada Mudik Lebaran

Pelita Air juga mencermati kemungkinan masa libur yang berdekatan dengan penerapan aturan work from anywhere (WFA) yang baru bagi pekerja.

Hal tersebut membuat Pelita Air menunggu keputusan serta kebijakan pemerintah terkait rencana WFA dan penurunan harga tiket pesawat. 

Di luar persiapan jelang Lebaran 2025, Pelita Air menambah pesawat baru serta membuka rute domestik lainnya ke wilayah Indonesia Timur. 

“Melihat histori Pelita Air saat membuka rute ke Sorong, kami melihat adanya prospek yang bagus untuk membuka rute ke wilayah Indonesia Timur lainnya, seperti Makassar dan Ambon,” kata Asa dalam siaran pers, Jumat (7/3/2025). 

Sementara itu, untuk rute internasional, Pelita Air berencana membuka rute Jakarta-Singapura sebelum Lebaran 2025. 

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, Pelita Air menambah berbagai layanan baru yang dapat dinikmati, mulai dari pre-booked meal hingga automatic ticket changer (online reschedule). 

Baca juga: HUT ke-55 Pelita Air, Ada Diskon hingga Pembagian Tiket Gratis

Pembelian tiket dapat dilakukan melalui website ataupun aplikasi mobile Pelita Air. layanan ini diharapkan memudahkan penumpang untuk memesan tiket, memilih tempat duduk, hingga melakukan check-in secara mobile

“Kami telah menyiapkan fitur tambahan untuk menunjang kenyamanan penumpang,” kata Asa. 

Dia menjelaskan, salah satu fitur itu adalah pre-booked meal yang memfasilitasi penumpang untuk dapat memesan makanan maksimal satu hari sebelum jadwal penerbangan dengan menu khas Nusantara. 

“Saat ini, kami menyediakan dua menu, yaitu Lontong Kuning Ayam Taliwang dan Nasi Daun Jeruk Empal Kekep,” jelas Asa.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan, Pertamina sebagai perusahaan yang berkomitmen memberikan layanan terbaik mendukung langkah Pelita Air dalam menambah kapasitas penerbangan untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran 2025. 

“Kami berharap, dengan sinergi antara berbagai pihak, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman selama musim liburan," katanya.

Baca juga: Pelita Air Terbang dari Jakarta ke Medan, mulai Rp 1,8 Juta

Sebagai informasi, Pelita Air tengah melayani 16 rute dengan 15 kota tujuan, yaitu Denpasar, Yogyakarta, Surabaya, Balikpapan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Pontianak, Banjarmasin, Sorong, Aceh, Kendari, Lombok, dan Medan.

Terkini Lainnya
Pertamina Trans Kontinental Goes to Campus, Dukung Kualitas Talenta Maritim Indonesia

Pertamina Trans Kontinental Goes to Campus, Dukung Kualitas Talenta Maritim Indonesia

Pertamina
Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

Pertamina
Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp 116 Triliun

Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp 116 Triliun

Pertamina
Dari Cilacap, Presiden Prabowo Tegaskan SDA Indonesia Harus Dinikmati Rakyat

Dari Cilacap, Presiden Prabowo Tegaskan SDA Indonesia Harus Dinikmati Rakyat

Pertamina
Presiden Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Presiden Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

Pertamina
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Pertamina
Program CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Program CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga

Pertamina
Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Sukses Digelar, Dukung Motorsport dan Pembalap Muda Indonesia

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Sukses Digelar, Dukung Motorsport dan Pembalap Muda Indonesia

Pertamina
Sediakan Kredit Karbon, Pertamina NRE Dukung Kampanye IDXCarbon

Sediakan Kredit Karbon, Pertamina NRE Dukung Kampanye IDXCarbon "Aku Net-Zero Hero"

Pertamina
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Dukungan Pertamina dan Keseriusan Pemain

Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Dukungan Pertamina dan Keseriusan Pemain

Pertamina
Ketahanan Stok BBM Papua Tembus 20 Hari, Komisaris Pertamina Jamin Pasokan Energi Aman Terkendali

Ketahanan Stok BBM Papua Tembus 20 Hari, Komisaris Pertamina Jamin Pasokan Energi Aman Terkendali

Pertamina
Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118.000 Paket Sembako

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118.000 Paket Sembako

Pertamina
Perluas Akses Layanan Kesehatan Perempuan, Pertamina Serahkan 1 Mobil Mamografi kepada YKPI

Perluas Akses Layanan Kesehatan Perempuan, Pertamina Serahkan 1 Mobil Mamografi kepada YKPI

Pertamina
Kurangi Impor BBM, Proyek Bioetanol Lampung Siap Jadi Senjata Baru Energi RI

Kurangi Impor BBM, Proyek Bioetanol Lampung Siap Jadi Senjata Baru Energi RI

Pertamina
Utamakan Keselamatan di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi 19 Pekerja dari Basra dan Dubai

Utamakan Keselamatan di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi 19 Pekerja dari Basra dan Dubai

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com