Arus Balik Nataru 2025, KAI Catat Penjualan Tembus 4 Juta Tiket

Kompas.com - 03/01/2026, 19:11 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mulai terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Hingga pukul 08.00 WIB, total penjualan tiket kereta api secara nasional pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 telah mencapai 4.068.603 tiket, meningkat 9,06 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 3.730.584 tiket.

Dari total tersebut, penjualan tiket kereta api jarak jauh (KA JJ) mencapai 3.317.786 tiket atau 120,2 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk, sementara kereta api lokal terjual 750.817 tiket, setara 100,8 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.

Tingkat okupansi yang melampaui 100 persen ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun penumpang di berbagai stasiun antara stasiun awal dan tujuan akhir.

Melalui rilis resmi (3/11/2026) Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa arus balik Nataru hari ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal setelah libur akhir tahun.

“Memasuki arus balik Nataru, KAI memastikan seluruh layanan berjalan aman dan lancar. Hingga pagi ini, penjualan tiket nasional telah melampaui 4 juta pelanggan, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama pada masa libur panjang,” ujar Anne.

Secara harian, jumlah pelanggan KA jarak jauh dan KA lokal pada Sabtu, 3 Januari 2026 tercatat sebanyak 202.701 pelanggan (data dinamis hingga pukul 24.00 WIB). Angka ini menunjukkan pergerakan signifikan arus balik setelah puncak keberangkatan liburan yang terjadi pada akhir Desember 2025.

Pergerakan Penumpang Wilayah Daop 1 Jakarta

Pada 3 Januari 2026, pergerakan penumpang di wilayah Daop 1 Jakarta menunjukkan dominasi arus kedatangan. Untuk KA jarak jauh dan KA lokal, tercatat 39.648 penumpang naik dan 51.165 penumpang turun.

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Catat Kenaikan Penumpang 8,5 Persen di 2025, Layani 11,8 Juta Orang

 

Khusus KA jarak jauh, jumlah penumpang yang naik mencapai 33.408 orang, sementara yang turun sebanyak 45.075 orang.

Secara rinci, pergerakan penumpang di stasiun utama Daop 1 Jakarta pada tanggal tersebut meliputi:

  • Stasiun Pasar Senen: naik 13.967 penumpang dan turun 15.324 penumpang
  • Stasiun Gambir: naik 8.725 penumpang dan turun 14.448 penumpang
  • Stasiun Bekasi: naik 5.250 penumpang dan turun 6.392 penumpang
  • Stasiun Jatinegara: naik 2.027 penumpang dan turun 4.590 penumpang

Secara kumulatif pada periode 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, wilayah Daop 1 Jakarta mencatat 763.403 penumpang naik dan 745.249 penumpang turun.

 

Stasiun Pasar Senen mencatat kumulatif 256.351 penumpang naik dan 228.847 penumpang turun, sedangkan Stasiun Gambir mencatat 210.517 penumpang naik dan 195.298 penumpang turun.

Sepanjang masa Angkutan Nataru 2025/2026, KAI menyediakan total 3.506.104 tempat duduk pada layanan kereta api jarak jauh dan lokal.

Di wilayah Daop 1 Jakarta, KAI mengoperasikan 86 perjalanan KA jarak jauh per hari, terdiri atas 68 KA reguler, 16 KA tambahan, dan 2 KA Motor Gratis (Motis).

Anne menambahkan bahwa KAI terus melakukan pemantauan intensif di stasiun-stasiun utama dan jalur padat selama arus balik, serta mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik.

“Kami mengimbau masyarakat agar datang lebih awal ke stasiun, memastikan jadwal dan identitas perjalanan sesuai tiket, membawa barang sesuai ketentuan, menjaga barang bawaan serta anak-anak, dan memanfaatkan boarding face recognition agar proses boarding lebih cepat dan nyaman,” tambah Anne.

Sebagai bagian dari layanan kepada pelanggan pada masa Nataru, KAI juga memberikan diskon tarif 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial yang berlaku hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan.

Baca juga: Pelanggan Kereta Suite Class Compartment KAI Naik 47,8 Persen pada 2025

 

Hingga saat ini, program diskon tersebut telah terjual sekitar 353 ribu tiket.

Informasi terkini terkait jadwal perjalanan, ketersediaan tiket, serta pembaruan layanan selama arus balik Nataru dapat diakses melalui Contact Center KAI 121, aplikasi Access by KAI, serta akun resmi media sosial KAI.

Terkini Lainnya
KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Dukung Arus Mudik, Tiket Dijual Mulai 25 Februari 2026

Kereta Api Indonesia
Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Dibuka Bertahap

Kereta Api Indonesia
Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Imbas Insiden di Poris–Batu Ceper, Layanan KA Bandara Dihentikan Sementara

Kereta Api Indonesia
Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Kereta Api Indonesia
KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa

KAI Hadirkan Kereta Premium Bernuansa "Heritage", Siap Diuji Coba 2026

Kereta Api Indonesia
Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

Kereta Api Indonesia
KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana

Kereta Api Indonesia
Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Gelar KLB Lintas Selatan

Kereta Api Indonesia
Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Angkutan Lebaran 2026, KAI Siapkan Kapasitas dan Dukung Diskon Tarif 30 Persen

Kereta Api Indonesia
Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Amankan Jalur Utara, KAI Gelar Inspeksi Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2026

Kereta Api Indonesia
Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Bukan Sekadar Murah, Kereta Api Bersubsidi Jadi Tulang Punggung Mobilitas Masyarakat

Kereta Api Indonesia
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas

Kereta Api Indonesia
Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Angkut 47 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali, KAI Buktikan Kereta Api Lebih Ramah Lingkungan

Kereta Api Indonesia
6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

6.989 Pohon Ditanam Sepanjang 2025, KAI Perkuat Peran dalam Transisi Hijau Nasional

Kereta Api Indonesia
Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Transparansi dan GCG, KAI Kelola 212 Juta Kiloliter BBM Subsidi untuk Mobilitas Nasional 2025

Kereta Api Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com